Posts Tagged cerita
sebuah memory (2-habis)
Posted by afrizalramadhan in curhat on October 13, 2009
baca cerita sebelumnya
klik disini
***
siluet senja memantulkan cahaya ke emasan dari balik cakrawala, gemericik air di sebuah pekarangan tersebut membuat suasana menjadi tenang, dan semilir angin nakal yang berlalu-lalang melewati tembok yang terbuat dari bambu, menjadi agak dingin, tidak ada kata-kata yang terlontar, suasana yang nampaknya tidak disukai oleh keduannya. menuggu untuk memulai percakapan lagi.
“Mas mengajarkan banyak hal.” wanita itu memulai percakapan
“mas selalu saja membuat kakak tertawa, ketika sedih,untuk sekedar menghilangkan pedih di hati, membuat kakak sedih ketika banyak tertawa, untuk sekedar menahan gejolak tawa kakak. mas selalu mengajakan pada kakak untuk bersyukur, apapun keadaan keluarga kita, beliau tidak pernah sekalipun mencela, apa yang kakak masakkan, tidak pernah terlihat sedih, walau waktu itu keluarganya meninggalkan mas dalam kecelakaan. beliau selalu bilang cocok apapun yang kakak kenaka, beliau selalu mendukung apa yang kakak inginkan tanpa meninggalkan kewajiban kakak sebagai seorang istri, pernah kala itu kakak ditawari pekerjaan menjadi tenaga suply di swasta, mas sangat mendukung hal tersebut, tapi mas hanya mengingatkan sebagai seorang istri yang tanggung jawab utama mendidik putra-putrinya, membahagiakan suami tidak dilupakan, kakak pun berpikir ulang, akhirnya karena tahu bahwa jam kerjanya 10 jam dari jam 8 pagi hingga jam 6 sore, kakak pun urung untuk melamar, padahal kakak tahu bakal diterima, tapi kakak tidak mau melakukannya karena terdapat tugas mulia yang lebih mengasyikkan sebagai seorang istri, mendidik putra-putriku dan tersenyum ketika suamiku tiba dirumah dengan masakan yang tersedia dan kami bercengkrama bersama.” sambungnya





















komen terbaru