AMIN FAUZI memesrahi dunia
Archive for category sembari kasih
Kangen
Posted by aminfauzi in sembari kasih on October 22, 2009
Saat kebekuan menyelemutiku, Mungkin rinai ini hujan bisa memecahkannya, Di tiap rintiknya hanya rindu yang membuai , Begitu banyak rintiknya, Hingga aku tidak menemukan celah kosong untuk berpaling selain memandang hujan itu.

Hujan ini memang indah sayang, dibalik rinainya kutemukan telaga yang teduh, seperti matamu, benarkah dimatamu ada telaga, yang selalu menarikku untuk selalu larut didalamnya.
Setiap titik hujan itu seakan memperhatinkanku, Dan membuat aku manja Karena dalam detikku hanya kangen yang terasa, Di dalam rintik-rintik hujan itu, Ku temukan semua yang ada pada dirimu.
Senyum rekahmu, manjamu, rengekmu, pintamu, tangismu,, Godamu, halus tuturmu, anggun gerakmu, halus belaimu, Rona pipimu, rekah bibirmu, lesung pipimu, hitam rambutmu, Tipis alismu,…..ah begitu sempurna hujan ini sayang…, Sesempurna kamu. Ah sejujurnya aku kangen kamu nok.
Read the rest of this entry »
Jadikan Cinta Sebagai Spirit hidup
Posted by aminfauzi in sembari kasih on October 22, 2009
Sekarang generasi mu boy, ingat _ jangan sia-siakan begitu saja. Jangan sampai berakhir dengan tragis. Jose Ortega Y Gassets (1883-1955) mengatakan bahwa suatu generasi akan berakhir apabila kehilangan decisive generation.
Jika hanya menjadi segepok manusia yang tanpa arti bagi sekelilingnya, terbang kesana-kemari terombang-ambing angin yang kian tak menentu oleh bingungnya musim. Sama halnya bohong, wujuduhu ka adamihi, adamu di anggap tidak adamu.
Apakah kamu akan bersikap seperti itu, terkapar oleh ketidakmenentuan zaman, dicemooh oleh orang-orang sekelilingmu bahkan diludahi oleh anjing sekalipun karena sikap memblemu.
Nah, hal yang meski kamu lakukan adalah menjadi the most decesive innovators. Dan biasanya ini adalah kelompok kecil dengan bakatnya yang luar biasa dan punya kesadaran jiwa yang tinggi. Menjadi manusia yang berjiawa abadi, sukma yang tak lelap tidur, yang dari kejauhan matanya menatap jelas daerah perawan yang belum pernah terjamah tangan.
Ingat. generasi bukanlah umur atau waktu yang menentukan, melainkan sikap dan pola tingkah laku yang tegas nan bijaksana. Ingat boy_. Please do it!
****
Read the rest of this entry »
Berani Mengungkapkan Rasa
Posted by aminfauzi in sembari kasih on October 11, 2009
Rama : hai Sinta…… maaf, nunggunya kelamaan ya?
Sinta : hai Rama….. baru aja aku nyampe sini. Santai saja, aku baik-baik aja kok.
Rama : Hari ini ada kuliah?
Sinta : baru aja selesai, ntar jam 13.00 ada ujian mid semester, do’ain ya..!
Rama : ok.., doaku akan selalu mengiringimu.

Keteduhan embun datang hanya di setiap pagi, Di sampingmu kedamaian ada dalam tiap detiknya sayang...!!!
Terdiam sejenak tanpa ada kata-kata, hanya saling menetap sesekali tersipu.
Rama : disini udaranya semilir ya, suasananya teduh.
Sinta : Iya, pohonnya juga rindang, ada kedamaian disekelilingnya. Oh ya, Rama katanya mau ngomongin sesuatu kepadaku, tentang apaan?
Rama mengembuskan nafasnya lalu mendesah pelan, sepelan hembusan angin siang itu
Rama : aku nggak tau, mau memulainya dari mana
Sinta : memang tentang apaan?
Rama : ceritanya panjang, abstrak hingga aku sulit mengungkapkan lewat kata-kata.
Sinta : ah… Rama sukanya bikin penasaran aja. Kalau sulit, sekarang konkretnya kaya’ apa deh!
Rama : untuk hal ini ga bisa di konkretkan, karena ini suatu yang luhur, suci nan absbtrak.
Sinta : jadi…. …?
Rama : Sederhananya, aku pengen ungkapkan maaf aja sama Sinta.
Sinta : Maaf apaan, Rama tidak punya salah sama sinta.
Rama : aku merasa bersalah aja. Selama ini aku dah sering ganggu waktu Sinta lewat nelfon malam-malam, sms terus-terusan, pengen tahu segala sesuatunya tentang Sinta.
Sinta : ga apa-apa kok, Sinta malah seneng, ada yang nemenin ngobrol.
Rama : aku jadi ga enak aja!
Sinta : santai aja lagi….

Hanya seikat bunga ini yang mampu menggambarkan semua isi hatiku ke kamu, kata-kataku tiba-tiba luluh lantak di depanmu.
Keduanya terdiam, sembari menikmati pemandangan kanan-kiri.
Rama : kata Meichel Foucolt (Filsuf Prancis) bahwa segala sesuatu tidak bebas nilai. Pernah baca tentang teori itu ?
Sinta : ya pernah..… segala sesuatu juga tidak bebas kepentingan
Rama : Sebenarnya kalau boleh jujur, yang aku lakukan selama ini ke Sinta juga tidak bebas nilai, tapi bentuk representasi dendamku pada sinta.
Sinta : dendam….! Memeng sinta salah apa sih?
Rama : Sinta ga salah, tapi bagiku sinta adalah penjahat wanita yang paling kejam di dunia ini melebihi kekejaman Nazi, bahkan diktator Hitler.
Sinta : Terus kejahatanku seperti apa? Maaf….maaf….
Rama : Sinta nggak jahat secara fisik, tapi secara emosi, dirimu selalu menghantui setiap detik waktu aku. Tapi aku senang dengan hantumu itu, hantu itu membuat aku mabuk rindu. Hingga aku sekarang sulit melupakanmu.
Sinta : kamu ga berusaha mengusirnya?
Rama : sempat aku sesekali mengusirnya. Tapi aku tidak mampu, dia lebih kuat bahkan sekarang terpaku dan tertanam jauh dan tulus duduk di lubuk hatiku terdalam. Kamu selalu hadir dan mengada dalam lintasan pikiranku, kamu meneduhkan hatiku, menyemai dalam damai. Seperti bersamamu saat ini, kedamaian ada dalam tiap detiknya.
Keudanya membisu, saling menatap mesra… berbagai perasaan campur aduk
Sinta : maksud rama?
Rama : sederhananya, ijinkan aku untuk hadir dan mengada di hati Sinta, ijinkahlah aku ikut senang dikala Sinta bahagia, biarlah aku jadi obat dikala Sinta sedang sakit, biarkanlah aku meneduhkan dikala Sinta serasa panas. Biarlah aku ikut menyemai dalam damaimu.
Sinta :……???????????
Entah
Posted by aminfauzi in sembari kasih on October 6, 2009
Saat aku terhempas nanti, ku ingin parasmu yang terekam, ku ingin suaramu yang mengantarkanku menuntun menyebut nama-Nya. Kalau boleh dibilang ceruk yang ada dalam dirimu begitu absurd, aku tidak tau, kau hadir dari makhluk mana dan bisa meruang mewaktu ke mana saja, menghantui
segala lini, tidak hanya pikir tapi hati. Kapanpun dan dimanapun. Engkau memang entah sayaaang!!
Ah… rasanya ingin mengaduh saja, benarkah yang saya rasakan sama juga kau merasakannya. Apakah diriku juga hadir dan mengada seperti sifat menghantuimu.
Aku sudah kangen lagi sayang….!!!!!
Taukah sayang, rasanya jika kau tidak sms seharian, rasanya bumi ini seakan kemarau sepanjang masa. Meskipun kau hanya bilang “hai”, “mas”, “dah makan belum”, “lagi ngapain”. Tapi bagiku dua atau tiga patah kata tersebuat bagai oase ditengah dahaga kesunyian, memecah sendi-sendi kebekuan hati yang terjerat mungkin oleh rasa kangen. Kangen yang entah sayaang.
Aku pernah membayangkan, pada suatu hari nanti, ada sebuah lanskap dimana aku setiap bangun tidur, sebelum telinga ini mendengar apapun, mata ini melihat apapun, hidung ini merasakan dan mencium apapun, biarlah suaramu, wajahmu dan khas baumu dulu yang menyambut saat mulai aku terjaga. Begitu juga saat aku mulai terlelap sayaang. Semoga!!
Keep Smile
Posted by aminfauzi in sembari kasih on September 29, 2009
Senyum itu gratis, tapi ia memberi banyak makna
Senyum itu memperkaya bagi yang menerima, namun tidak akan mempermiskin bagi yang memberi
Senyum itu hanya sejenak saja, tapi memberi kenangan untuk selamanya
Senyum menciptakan suasana kegembiraan dalam rumah, keceriaan dalam kerja.
Senyum adalah tanda persahabatan
Senyum itu tidak dapat dibeli, dipinjam, dicuri, karena senyum itu tidak ada nilainya sebelum ia diberikan kepada orang lain
-
You are currently browsing the archives for the sembari kasih category.
AMIN FAUZI was born to:
WORSHIP because all of creature in the world created just for respectful greeting to the God. ---WORKED because work was one of the measures of man; because he had a vision of his country and the world, and no vision can be made reality without sinew and sweat. ---PLAYED because man cannot live by bread alone, and doesn’t even want to; because the card game, the horse race, and the lyric poem are not far apart. ---LOVED because he knew what it meant to be a man, that one of man’s responsibilities is love; loved his neighbors (and sometimes his neighbor’s wife) not quite as himself but almost. ---FOUGHT because in a growing, brawling, frontier world anything valuable must, sooner or later, be fought for; because God may be on man’s side, but battles can be lost anyway. ---DREAMED of greatness of his own land, his country, of which Indonesian country was the heart; a country split by dreams into a Civil War and restored by dreams to a unity: a country which would someday bear in its men and women the hope of the whole world’s dreams.Atur harimu:
July 2010 M T W T F S S « Jun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 yang terserak:
- June 2010 (2)
- November 2009 (1)
- October 2009 (12)
- September 2009 (6)
- June 2009 (1)
perjalananku:
Categories
Tags
Amin Fauzi





Recent Comments