Archive for September, 2009

Pagi diatas Aspal (part 1)

Perjalanan dari rumah ke kampus yang jauh banget,-sejauh jarak matahari-uranus-, wajib kutempuh setiap  hari demi masa depan.

Hiahahahaha…. Gaya banget sih, padahal sering bolos pula.

Sudahlah, bukan tentang bolosnya yang mo ku omongin nih…

Tapi tentang perjalanannya… Banyak pelajaran yang bisa diambil, walo banyak yang ga penting juga, hihihi… “Udah lah, baca terus demi keselamatan anda di jalan raya”, kata pak polisi.

…………………………………………………………………………………………………………

Oke, sudah cukup syahdu untuk memulai.

…klik aja, demi keselamatanmu..hihi..,

,

No Comments

Telegram dan Kejadulannya…

Di suatu pagi yang cerah, ayahku manggil Parmono dan Heri (-nama sebenarnya-,red), dua pegawainya yang jaga gudang kayu di Jl.Tentara Pelajar. Duo cowok usia 20-an ini berasal dari ndeso di salah satu Kecamatan di pinggiran Pacitan, tapi masalah penampilan mah jangan salah…,wes kayak orang-orang kota. Mungkin pengaruh sinetron yang ditontonnya tiap sore, bahkan hape gak lepas dari tangannya… Ck..ck..

Parmono dan Heri pun datang dengan sepeda pancalnya, begitu akurnya mpe kupikir mereka saling mencintai, ahahay…!!!

“Saya mau minta tolong.” Suara bass agak berat, suara ayahku tuh…,membuka pembicaraan tiga manusia di teras sore itu…

“Ada apa Pak?”

“Saya mau kirim telegram.”

…lanjutin baca yah..

6 Comments

AIDS di Malang dalam Dunia Gosip, hehehe…

images35

Malang menempati posisi teratas dalam jumlah kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Timur.”

Fakta yang mencengangkan, kan?

Aku juga shock, Bro….

Seenggaknya itulah yang benar – benar terjadi. Di Kecamatan Gondanglegi sebanyak 160 warga menderita virus HIV/AIDS dan 131 diantaranya telah meninggal dunia. Warga yang terkena virus mematikan itu sebagian besar menggunakan jarum suntik narkoba secara bergantian dan mereka berasal dari kalangan remaja keluarga yang kurang mampu (Kadinkes Kabupaten Malang, Februari 2007).

… baca dan buktiin…

9 Comments

“Something Happened in DTL Malang” : chapter 4

University Inn, -Minggu 17 Mei 2009 jam 05.40 pagi.


Pagi yang aneh. Aku belum sadar 100% sadar dari tidur part-2 pagi ini waktu Glenn Fredly konser dg penuh semangat di hapeku : “I’ll come run in’ 2 u, fill me with ur luv forever, promise u one thing, that i ‘ll never let u go…cz You are my everythiiiiing….Wuooo…”, berarti ada sms masuk nih. Sapa yah?

Afrizal ITS’06.

…lanjut baca deh,,kisah kasih DTL Beswan…hihihi

4 Comments

Dilema Penambang Pasir : Ekonomi vs. Lingkungan?

This is my story ‘bout my village : Pacitan…

untitled

Pada zaman penjajahan Belanda dulu, Pacitan dianggap sebagai daerah hilir. So, status hutan yang berada di Kabupaten Pacitan disebut sebagai hutan produksi. Padahal secara geografis Pacitan memiliki daerah hulu juga, kayak hutan Gemaharjo di Kecamatan Tegalombo dan Gunung Gember di Kecamatan Bandar. Dengan begitu, harusnya hutan tersebut disebut hutan lindung, bukan hutan produksi.

Nah, akibat salah persepsi yang terjadi sejak berpuluh tahun yang lalu, Perhutani dan masyarakat beranggapan bahwa nggak salah kalo hutan-hutan itu ditebangi. Masyarakat menjual kayu hutan itu buat kebutuhan hidup. Makin lama, hutan makin gundul. Hutan yang gundul itu bikin tanah mudah tererosi oleh air pada musim hujan. Akibatnya, material dan pasir hasil erosi itu pun terbawa air dan menumpuk di sungai.

.. lanjut deh…

3 Comments