
JP Malang
Jatim Park yang Indah, 17 Mei 2009, jam 11.40 WIB
Rasanya aku tidak ingin pulang dari sini. Hmmm, bukan karena aku betah di tempat yang penuh wahana dan hiruk pikuk manusia seperti ini. Aku tidak ingin pergi karena aku tahu bahwa ditempat ini, aku menghirup udara yang sama dengan dia.
Dia?
O..ow…napa aku malu sendiri kalo ingat cowok itu. Cowok aneh yang kukira jahat dan sadis… Huff…,tapi matahari dan partikel-partikel debu yang jadi saksi,-bahwa aku menunggu namanya muncul di layar Hp-ku..
Menunggu balasan SMS darinya…
Belum ada dua detik aku membalas sms dari dia tadi…,rasanya udah setahun.
Aku buka-buka lagi sms barusan :
AFRIZAL ITS’06
“Apa yang negativ dr smsku? Bagus tau…
Eh dimana? Ni kita lagi di band2, ga tau namae apa…”
Hmmm…,berarti dia nggak jauh dari tempatku berdiri. Dia pasti ada di belakangku. Kalo aku berjalan ke pintu EXIT duluan, mungkin aku nggak bisa melihat dia lagi. Uffff…, mendingan aku liat-liat souvenir-souvenir khas JP, kali aja ada yang lucu. Sambil nunggu dia lewat..,hehe…Dia pasti lewat sini nanti…
Aku dan Gek mampir ke sebuah gerai khusus gantungan kunci. Heeeeiii, kenapa tidak sekalian aku beli sesuatu buat dia? Gantungan kunci kan netral, hihihi… Kupikir gak akan mencurigakan, kan sebagai tanda terima kasih atas kerjasamanya dalam tim.
Dan mataku tertuju pada gantungan kunci berbentuk lonjong, berwarna merah, dengan tanda (pinjem istilah pemilu) contreng warna putih. Yupz, ini logo Nike.
Tapi maksudku bukan logo Nike-nya…
Gantungan kunci ini seperti menanyakan : “Are you the right one?”
….
Sejenak aku terpaku didepan etalase. Untuk apa aku bertanya apakah dia orang yang tepat?
Sepertinya aku sudah mulai tidak waras… Aku mulai berpikir ulang tentang apa yang kulakukan kali ini. Logikaku sepertinya hampir mati… Oh My God…,aku bener-bener BODOH MENDADAK.
Oke…, tenang Nisa…
Aku menarik nafas lagi. Dan merasakan nama “Afrizal” ikut masuk kedalam paru-paruku.
“Aku beli ini deh, Rizal bakal curiga pa gak ya?” tanyaku pada Gek.
Aku lihat Gek sepertinya agak terkejut, mungkin dia nggak nyangka bahwa sikapku pada Rizal bisa seperti ini. Mungkin Gek berpikir bahwa “aku dan rizal” akan kulupakan setelah DTL ini berakhir, dan dia agak khawatir, sepertinya sih gitu…
Tapi Gek setuju saja, dan aku juga membeli gantungan kunci untuk adekku, juga untuk satu orang lagi : oknum (sebut saja) X yang sudah punya pacar tapi kok sering digosipkan sama aku. Capek deh…,ntar aku dikira tukang ganggu cowok orang… Huh, kayak gak laku aja… Untuk playboy itu aku beli gantungan kunci yang cukup sadis : Kelinci Playboy.
Hahahahaha….
Dan tiba-tiba aku ingat pertanyaan yang kuajukan sama Yudi dan Ihwan. Apa Rizal udah punya pacar?
Setau mereka sih enggak, tapi… kalo ternyata punya?
Haduh…, repot kalo nggak nanya langsung sama orangnya.
Tapi malu…
Ah, aku mikir apa sih… Aku harus mengalihkan pikiranku dari hal-hal yang bisa merusak kewibawaanku (ceilah…), hehehe… Mataku tertuju pada kaos putih bergaris-garis kuning-hitam yang dipajang didepan toko souvenir.
“Gek,ayo kita kembaran kaos itu yuk! Ajakin dyan juga tuh, cepet banget anak itu jalannya…”
“Iya nis, lucu nih baju… Ayo kembaran!”
Hahaa…,dasar… Ya beginilah kalo cewek-cewek jalan bareng, banyak inspirasi yang membahayakan isi dompet. Aku dan Gek juga kembaran sandal jepit (awal mula terbentuknya Sisterhood of Flower sandals), tapi Dyan nolak karena ukurannya ga cocok. Kami bertiga berburu barang-barang lucu itu dan akhirnya aku bisa sedikit lupa pada…hmmm….AFRIZAL.
Afrizal Ramadhan. Lagi-lagi : Afrizal Ramadhan.
Ada sms dari dia masuk di Hpku.
“Lagi dimana? Aku udah di pintu keluar nih..”
Wah, dia tanya aku dimana…, apa dia mencari aku? Jari-jariku langsung bergerak cepat diatas keypad.
“Aku juga, lagi berburu barang-barang lucu dengan Dyan dan Gek..”
Hmmm….Dia di pintu keluar sebelah mana ya…,atau jangan-jangan udah jalan duluan ke tempat parkir?
Rasanya lebih baik aku mati daripada nggak bisa ketemu dia lagi…
Tapi daripada mati mending aku beli leci dulu (seharusnya tulisannya lychee, tapi ribet ah) di kios-kios buah dekat pintu keluar. Aku icip-icip satu..,ternyata enak, haha.. Dan aku beli seplastik gede buat kumakan sambil jalan.
Aku nawarin Gek dengan semangat 45, “Eh Gek kamu gak pengen nyiiii….-“
DEG! …Tiba-tiba Rizal muncul dari belakang.
——-Waktu berhenti beberapa detik. Lalu lanjut lagi.——-
“…..-nyiiiii…..cipin leci ini ta…..” lanjutku, -hampir tanpa suara.
Setelah itu aku udah nggak denger lagi apa yang dikatakan Gek. Entah dia mau nyicipin atau enggak, aku udah lupa… Satu-satunya yang aku dengar cuma : detak jantungku sendiri.
Pengen menghilang dari situ. Mampuslah aku kalo mukaku merah.
Seperti bukan diriku yang kukenal, aku terkena virus KEBODOHAN MENDADAK. Kebodohan tingkat tinggi yang mempengaruhi sel-sel saraf dan otakku. Dengan kondisi seperti ini, ada satu hal yang pasti : wajahku blushing.
Oh My God!
Dan dalam kondisi seperti ini, Gekta, -sahabatku tercinta dan amat sangat baik hati itu-, malah MEMANGGIL RIZAL yang berjalan dibelakangku.
“Zal, fotoin kita bertiga dong” kata Gek, sambil melirik usil padaku yang…blushing,- mungkin.
Rizal mendekat.
Aliran darahku mengalir deras ke otak.
Aku kenapa sih….???
Tenang Nisa, keep cool… Keep calm… and… keep smile…
Dengan segenap tenaga, aku berusaha senyum pada dia, senyum yang sewajar-wajarnya.
Huff…, jangan sampai dia liat aku grogi atau salting… Malu kali…, dua hari kemarin dia kan selalu ku cuekin, kenapa sekarang jadi aku yang-…
…..-ANEH.

Sesi foto itu...
“Sesi pemotretan” teraneh sepanjang hidupku. Aku harus senyum dan berpose gila-gilaan bareng duo sobatku ini, dihadapan cowok yang bikin jantungku jumping sepanjang hari.
Apa yang dia lihat dibelakang kamera itu? Kenapa satu foto saja lamaaaa banget….
Gek berbisik-bisik pada Dyan, entah apa. Aku seperti tidak punya tenaga lagi untuk bertanya, yang kupikirkan hanya satu : aku pengen menghilang.
“Zal, gantian ya! “ teriak Gek.
Hah? Maksud Gek?
Tiba-tiba aku lihat Gek mengambil kamera dari tangan Rizal, dan menarikku untuk berdiri disamping-…. -disamping….-disamping…
….-disamping Rizal?
Aku anemia mendadak.
Dan tiba-tiba Fauzan muncul dan berdiri disamping Rizal. Aku liat Gek ngasih isyarat pada Dyan untuk ikut berfoto. Jadilah kita berfoto berempat. Dyan, Aku, R-rrrrizal, dan Fauzan…
Cklilk..
“Mana Gek, gantian kamu kufotoin..” kata Dyan.
Dyan pun mengambil kamera dari tangan Gek, dan Gek berlari ke sampingku. Dengan posisi yang sama : Gek, Aku, Rizal, dan Fauzan.
Hufff….
Kupikir sesi foto-foto narsis itu selesai sampai disitu. Ternyata ENGGAK! Entah siapa yang meminta (Gek atau Dyan? Atau Rizal yang menawarkan untuk foto-foto lagi? Aku tidak tau…), -sesi foto itu berlanjut hingga ke area parkir, dengan komposisi :
- · Rizal tetap menjadi fotografer
- · Aku, Gek, dan Dyan jadi modelnya.
Oh My God… Rasanya area parkir jadi begitu jauuuuuuh….
…
Tapi aku bisa melihat dia lagi.
Rasanya gaya gravitasi di bumi menurun drastis dan tubuhku melayang-layang.
Perasaan apa ini…
………………………………………………………………………………………………………
Kami memasuki area parkir dengan rasa lapar yang luar biasa, haha… Aku, Dyan, dan Gek mengambil tempat nyaman ditengah jalan untuk makan sambil lesehan. Kami bertiga sempat jadi pusat perhatian dengan baju kembar warna putih-kuning, haha.. sampai dikira salesnya Djarum…
Aku lihat Rizal duduk diujung sana…,tapi berputar-putar seperti tidak fokus dengan apa yang dia lakukan.
“Dia nyari apa sih? Kok muter-muter?” Pikirku.
Sekilas aku dan dia sempat saling melihat. Aku langsung buang muka. Bukan karena aku benci dia…, tapi aku malu, tauk… Mukaku pasti blushing lagi…
Ah sudahlah, aku mau menenangkan diri dulu…Hmmm….
Tapi suasana tenang itu tiba-tiba hilang dengan munculnya sebuah suara :
“Lho, Nisa kok duduk disini? Kok nggak disana… ehemmm…”
O…ow… suara Yudi.
…..Yudi yang tadi di dalam JP mendengarkan pertanyaanku dalam kondisi sadar 100% : “Rek, Rizal udah punya cewek ta?”….
Pasti Yudi mengira aku naksir Rizal…iiiih…
Hah.., apa iya aku naksir Rizal?
Aku menoleh ke arah Yudi dan memberikan sorot mata paling sadis yang pernah kupunya, -berharap dia akan takut dan tutup mulut. Tapi dasar Yudi sang “ngawur sejati”, dia hanya tersenyum-senyum penuh rencana, sepertinya rencana usil lagi…
Itu yang kutakutkan.
Jangan-jangan dia akan membocorkan PERTANYAAN BODOHKU tentang Rizal ke semua teman…
Jangan-jangan dia akan langsung ngomong ke Rizal…
Jangan-jangan… HAH!
Langsung saja kusamperin Yudi dan menyeretnya kesamping mobil Pak Legowo.
“Yud..,plis… Aku tadi becanda kok… Wes cukup ya…” kataku dengan ekspresi memohon.
Yudi seperti nggak peduli dengan kata-kata apa yang masuk ke telinganya. Dia terus-terusan menyebutkan nama Rizal tanpa suara.
…sambil melihat Rizal!
Dan Rizal pun melihat insiden pengancaman itu.
“Woe Cank!”
Rizal menoleh lagi. Dengan sorot mata bertanya-tanya melihat ekspresi memelasku dihadapan Yudi.
Dan aku mati hari ini…
………………………………………………………………………………………………..
University Inn, 17 Mei 2009 jam 13.45
Akhirnya aku sampai di tempat kepulangan seluruh peserta DTL. Sepertinya aku tadi terlalu ngebut, jadi aku sampai hotel lebih awal daripada bis teman-teman. Aku memasuki lobby hotel dengan perasaan aneh. Mataku terpaku pada ruang santai, tempat aku dan Amazing Team mengonsep proyek roadshow.
….Tempat aku dan Rizal berada di tim yang sama….
Di tempat ini, awal aku merasakan perasaan aneh pada cowok itu… Perasaan yang kupikir hanya perasaan “sebel sementara” karena sesuatu yang aku tidak tahu.
Dan sekarang aku merasa tidak rela kehilangan perasaan ini…
Aku merasa perasaan ini addictive, menginfeksi lebih dalam daripada virus, membuat si pengidap merasa ketagihan…
….Ketagihan untuk selalu bertemu…dia?
Aku merasakan sorot matanya yang dalam dan tajam ada disekitar sini. Menusukku. Bukan sorot yang jahat…,tapi misterius, seperti ada yang dia sembunyikan dari aku.
Sorot mata yang tidak dia tunjukkan pada teman-teman lain, aku yakin itu. Aku hanya melihatnya dengan sorot mata itu saat tidak sengaja berpandangan denganku. Aku tidak melihat ada sorot mata itu saat dia sedang melihat teman-teman yang lain.
Ada apa dengan cowok itu…
Ada apa…
Ada apa…
Ada apa dengan aku…
Aku tersentak.
Apa aku benar-benar….
….jatuh cinta….?
……………………………………………………………………………………………………………..
Lalu rombongan bis itu datang…, aku melihat,-siapa lagi kalo bukan-, Rizal, masuk ke lobby. Dia duduk diseberang sana, dengan Vebi, Yudi, dan Ihwan, juga beberapa cowok lain.
Sepertinya mereka terlibat pembicaraan serius.
Dan aku mulai panik.
Jangan-jangan Yudi akan membocorkan PERTANYAAN BODOHKU tentang Rizal ke semua teman…
Jangan-jangan Yudi akan langsung ngomong ke Rizal…
Jangan-jangan…
Oh my God…,apakah salah kalo aku hanya bertanya : “Eh Rek, Rizal punya cewek ta?”
Bukankah itu pertanyaan yang wajar dan biasa-biasa saja…?
Ah, terserahlah… Aku tidak mau memikirkan apa kata Yudi… Lebih baik aku fokus pada masalahku sendiri…
Apakah aku jatuh cinta pada Rizal?
HP-ku bergetar.
Rizal. Menanyakan apakah aku sudah Sholat Dhuhur. Aku baru sadar kalo sudah hampir jam 2 siang.
Maafkan aku, Tuhan… Aku sampai ngga liat jam.
Aku langsung berlari ke mushola. Siang yang terik tadi telah menyambut sore dengan gerimis. Samar-samar aku melihat sesosok laki-laki didalam mushola,-yang tampak belakang pun aku yakin bahwa-,itu Rizal.
Hanya Tuhan yang tahu, bahwa jantungku masih meninggalkan sisa-sisa debar saat aku menghadap-Nya. Perasaan yang aku sendiri tidak yakin…, hingga perlu kutanyakan lagi pada-Nya…
Benarkah perasaan ini adalah anugrah-Mu?
Aku jatuh cinta, Tuhan… Kali ini aku benar-benar jatuh cinta…
……………………………………………………………………………………………………….
Malang, 17 Mei 2009, jam 14.14,- didalam mushola University Inn, dengan suara titik-titik gerimis yang jatuh menimpa atap….

dan kamu...









#1 by afrrizal ramadhan on November 5, 2009 - 1:04 pm
heheh jadi gitu yah…
keliatan bangaet saltingnya…hohoho
#2 by afrizal ramadhan on November 5, 2009 - 1:36 pm
rasanya seperti pingin balik waktu itu…
#3 by uji on November 6, 2009 - 2:02 pm
suitsuiw
#4 by nisa on November 9, 2009 - 6:59 pm
@ichal :
hehehe…,kamu juga iya lho… >,<
hu’um,,pengen balik mulai dari di victory lagi… ^^
#5 by nisa on November 9, 2009 - 7:00 pm
@uji :
jadi maluuuu akuuu disuit2in… >,<
#6 by andreasardhianto on November 22, 2009 - 10:13 pm
hahaha…lucu critanya..nice article girl…artikelnya orisinil bgt,alur n pembawaan critanya top bgt dah..good job..hehe..
#7 by dimonjakulus on December 10, 2009 - 9:35 am
Dear Author blog.beswandjarum.com !
Clever things, speaks)
#8 by bluegekkon on December 25, 2009 - 10:21 pm
I want to quote your post in my blog. It can?
And you et an account on Twitter?
#9 by Muhammad Rizal on February 19, 2010 - 10:57 am
mantap mentonk…….
boleh mba pesan novelnya dijual dmn tuh???
keknya laku deh.. bakalan jadi best seller
Pissss….
#10 by nisa on February 20, 2010 - 6:42 pm
thanks Ndreeee…., hehehe… jadi semangat buat nulis lagi ^^
#11 by nisa on February 20, 2010 - 6:53 pm
apa itu “mantap mentonk”..,hehehe… kalo jadi best seller lumayan juga ya buat modal married,,wahahahaha… ;p
*kumat gila mode on >.<