Ssst.. Dilarang Bawa Makanan Dari Luar
Saat itu saya bersama seorang teman, membeli tiket pertunjukan di sebuah bioskop ternama di Bogor. Kami berpaling dari counter pembelian tiket dan tersadar bahwa waktu pertunjukkan masih 1 putaran penuh jarum panjang jam tangan kami.
“Aha… beli makanan sepertinya asik”
“Tapi jangan beli disini, mahal…”
“Ok, kita beli diluar”
Berhubung kami mahasiswa, ya berbuat salah diperbolehkan lah ya…heheh
Kami pun kembali dengan membawa makanan dalam tas. Biasanya makanan bisa lolos, tapi hari itu lagi sial…ketahuan!!
Kami dimarahin sambil ditunjuk-tunjuk papan tulisan DILARANG BAWA MAKANAN DARI LUAR
Itu kejadian yang nyata saya alami bersama teman saya. Semenjaa saat itu saya terus berpikir, kok rasanya ga adil ya kita ga boleh bawa makanan kita sendiri. Makan kan juga hak asasi manusia ya? Bagi saya apabila petugas disana menyediakan makanan dengan harga wajar atau setidaknya sedikit lebih mahal mungkin masih akan saya kompromi. Saya akan membeli makanan sesuai peraturan.
Kenyataannya berbeda, saya pernah membeli 2 buah popcorn dan 2 air mineral ukuran botol kecil.
“Berapa harga popcorn mas?”
“7000 dik”
“ok mas, beli 2 popcorn sama 2 air mineral yang ini”
“semuanya 24rb”
“…….” (cuma muka yang berubah)
Sedikit tersentak, masa sebuh air minum yang biasanya 1000an di luar, di sini 5rb? Gila emang, tapi sudah terlanjur pesen…muka taruhannya…
Entahlah apa ini yang namanya pajak atau penindasan? Yang jelas pajak yang saya tahu paling besar 15%. Mungkin opsi kedua lebih tepat digunakan.








Recent Comments