March 2010
M T W T F S S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Info Beasiswa

Categories

Menuju Masa Depan Bersama THE ROBINSONS


meettherobinsons_earlyposter1


Pagi yang biasa.. duduk di depan computer, tanpa mandi, tanpa sarapan, berteman facebook dan Russian Roullete dari Rihanna. Setelah 10 menit mengamati facebook yang mulai membosankan, ku mulai melakukan kebiasaan rutin; membuka file-file lama di dalam PC. Setelah beberapa lama menjelajah, berpindah dr drive E ke drive D, My Document & kembali lagi ke drive E. Akhirnya ku temukan beberapa folder yang menyimpan belasan lagu penggugah semangat. Mataku langsung tertuju pada sebuah track, satu lagu indah dari Rob Thomas; Little Wonder. Ku putar lagunya dan sejurus ingatanku melayang pada film Meet The Robinsons. Little Wonder adalah soundtrack dari film Meet The Robinsons.

If you think your family’s different, wait ’till you meet the family of the future..

Lewis is a brilliant inventor with a surprising number of clever inventions to his credit. His latest and most ambitious project is the Memory Scanner, a machine that will help him find birth mother so they can become a family. But before he can find her, his invention is stolen by the dastardly Bowler Hat Guy and his diabolical hat and constant companion, Doris. Lewis has all but given up hope when a mysterious stranger named Wilbur Robinsons whisks our bewildered hero away in a tie machine and together they team up to track down bowler Hat Guy in a showdown that ends with an unexpected and unbelievable of fate.


Sedikitnya kalimat-kalimat di atas yang ku baca pertama kali ketika puas membolak-balik cover DVD Meet The Robinsons 2 tahun lalu. Dengan diiming-imingi label Disney, aku begitu tertarik dengan film ini dan akhirnya membelinya dari seorang penjual DVD di Kota Kembang. Ternyata pilihanku tidak salah, film ini begitu menarik. Alur cerita yang begitu apik membuatku tak mau beranjak dari tempat duduk sepanjang film diputar. Lewis, sang bocah ajaib di film ini mengajak aku menyelami emosi yang dia rasakan. Kejutan-kejutan di sepanjang film juga menjadi daya tarik yang membuat dua jam tak menjemukan. Petualangan Lewis melintasi waktu dan akhirnya menemukan keluarganya di masa depan adalah petualangan luar biasa kecuali bagi mereka yang tidak percaya time traveler machine itu ada.


Tetapi terlepas dari itu semua, tekad dan pengorbanan Lewis untuk menemukan jati dirinya dan cinta seorang Ibu sungguh luar-biasa. Menjalani hidup sebagai anak di panti asuhan, Lewis mengalami kesulitan menemukan keluarga yang pas untuk mengadopsinya. Berangkat dari keputusasaan, dia bertekad menciptakan sebah mesin yang dapat membantunya mengingat siapa ibu kandungnya. Mesin itu tidak berfungsi sama sekali karena Doris, sang penjahat dengan topi misterius mengacaukannya. Di saat itu lah, seorang anak asing dari masa depan bernama Wilbur Robinson datang dan berjanji membantu Lewis menemukan ibu kandungnya dengan melintasi waktu.


Perjalanan melitasi waktu ini tidak hanya membawa Lewis ke masa lalu, namun ke masa depan juga. Lewis akhirnya bertemu dengan keluarga Robinsons dimana semua anggota keluarganya sangat unik dan aneh. Lewis merasa nyaman dan diterima dalam keluarga Robinsons sehingga predikat anak aneh yang selama ini melekat padanya menjadi bukan masalah lagi. Dengan bantuan keluarga Robinsons, Lewis membuat Doris jahat berubah menjadi baik. Hingga akhirnya, Lewis menemukan sesuatu yang lebih berharga dalam pencariannya; bukan hanya kasih sayang seorang Ibu tapi kasih-sayang dan dukungan dari seluruh orang yang mencintainya.


Semoga setiap orang bisa menjadi Lewis yang gigih mewujudkan impiannya meski dengan keterbatasan. Hingga akhirnya.. bisa menemukan cahaya dibalik kegelapan hidup. :)

***

Rob Thomas
Little Wonders
(Lyrics taken from the
Original Version)


Let it go
Let it roll right off your shoulder
Don’t you know
The hardest part is over
Let it in
Let your clarity define you
In the end
We will only just remember how it feels
Our lives are made
In these small hours
These little wonders
These twist and turns of fate
Time falls away
But these small hours
These small hours still remain
Let it slide
Let your troubles fall behind you
Let it shine
Until you feel it all around you
And i don’t mind
If it’s me you need to turn to
We’ll get by
Its the heart that really matters in the end
Our lives are made
In these small hours
These little wonders
These twist and turn of fate
Time falls away
But these small hours
These small hours still remain
All of my regret
Will wash away some how
But i can not forget
The way i feel right now
In these small hours
These little wonders
These twist and turn of fate
These twist and turn of fate
Time falls away but these small hours
These small hours, still remain
Still remain
These little wonders
These twist and turn of fate
Time falls away
But  these small hours
These little wonders still remain

Ucapan Selamat Untuk Para Pemenang Kompetisi Blog

Selamat kepada :


PUJI PRABOWO

Jurusan Teknik Mesin

Fakultas Teknologi Industri

Institut Teknologi Nasional

Sebagai juara pertama


GEK SHINTA MAS JASMIN WIKA

Jurusan Ilmu Ekonomi

Fakultas Ekonomi

Universitas Udayana

Sebagai juara kedua


ANNISAK LAILA R.

Jurusan Teknik Pengairan

Fakultas Teknik

Universitas Brawijaya

Sebagai juara ketiga


WAWAN SARUDI

Sebagai juara favorit


Tetaplah semangat..!! Tetaplah nge-Blog..!!  Tetaplah memberi inspirasi..!!

Sekarat

anak kecil pemulung

Hidup nyatanya bertaruh hampa

Mati pun fana jua

Aku bernapas di batas keduanya

Sekarat..

Dijepit mimpi akan kesempurnaan

Menjilati hidup dalam sekumpulan emosi

Serta-merta

Mengkaji misteri dalam pose ‘tak bernyawa.

Catatan-Catatan Kecil yang Tertinggal di Mandalasari (Part 1)

Sangat sulit merampungkan tulisan ini padahal tidak ada kesulitan yang berarti. Seharusnya mudah saja, tinggal ku buka diary, menandai lembar demi lembar catatan tertanggal bulan Juli sampai Agustus 2009, merangkainya menjadi sebentuk cerita, dipublish di blog ini dan TAA.. DAAA.. kalian dapat membacanya. Entah kenapa hal sederhana itu menjadi sulit. Entah disebabkan oleh kesibukan yang menyita waktuku beberapa minggu ini atau karena begitu banyak pengalaman tidak menyenangkan yang aku rasakan dalam kisah ini. Tapi bagaimanapun, kisah ini adalah sepotong puzzle dari hidupku. Dan mereka yang terlibat adalah sahabat-sahabat yang tanpa sadar, telah mempunyai ruang di hatiku. Maka.. mari kita nikmati bersama, sekelumit cerita yang aku alami ketika Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Mandalasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut.

Selamat mengapresiasi! :)

***

30 Juli 2009

22.12

Mengajar anak2 tengilHari ini adalah hari pertama pelatihan Bahasa Inggris untuk anak-anak SD. Untuk kegiatan pelatihan ini, kami meminjam 2 ruangan kelas di SD 04 Mandalasari. Ada sekitar 100 anak yang kami ajar tadi sore. Karena begitu banyak peserta yang berminat, kami membagi pelatihan ini menjadi 2 kelas; A dan B.

Fuiiihh.. mengajar itu ternyata melelahkan.. anak-anaknya sih lucu-lucu tapi tengil. Ketika mengajarkan huruf dan angka, semuanya mudah saja. Namun ketika menginjak sesi dialog, susahnya minta ampun. Mereka sulit sekali melapalkan kata-kata percakapan sehari-hari dalam bahasa Inggris. Kami bekerja keras menjabarkan modul yang kami buat dan membuat mereka berani bicara di depan kelas. Kami bahkan harus ekstra keras bekerja saat menghadapi kerusuhan setiap menitnya yang disebabkan oleh anak-anak supernakal.

Hendik (nama seorang teman) sebetulnya sudah ’greget’ dengan tingkah anak-anak tapi dia tetap semangat mengajar dengan berbekal kemampuan bahasa Inggris pas-pasan, haha.. Aku tidak sempat memantau kelas satunya yang dikomandoi Ilham (nama seorang teman) yang jumlah peserta didiknya lebih sedkit daripada di kelasku. Kelas anak-anak SMP belum dimulai karena peserta didiknya berhalangan hadir.

Kelas Pelatihan Komputer di Balai Desa ternyata lebih parah kondisinya, anak-anak peserta berebut menggunakan PC yang memang Cuma ada 4 unit sehingga waktu yang disediakan tidak cukup. Hal ini diperparah dengan daya listrik di Balai Desa yang tidak stabil sehingga sering anjlok dan membuat listrik padam. Hah.. kasian anak-anak peserta yang sudah mengantri lama untuk bisa ’ngoprek’ komputer.

Malam ini, aku terpaksa tidur agak larut untuk membuat modul untuk bahan ajar besok bersama si Cumi (panggilan seorang teman). Mudah-mudahan kegiatan belajar mengajar besok kelas tidak serusuh tadi.


14 Agustus 2009

21.15

Aku hampir tidak percaya kegiatan hari ini terlaksana. Dengan tubuh yang kurang fit, mempersiapkan sebuah talkshow interaktif anti penyalahgunaan alkohol dan narkoba bukanlah perkara mudah. Apalagi, persiapan talkshow ini tergolong ngebut; 1 minggu. Hari ini, taksiranku persiapan acara baru 80 %, belum optimal. Kemarin, pin dibuat mendadak di ’D Ink’ dan konsumsi pun baru dibeli pagi tadi.

Tujuan dilaksanakannya talkshow ini adalah memberikan pemahaman akan akibat penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Mandalasari. Kejadian tidak menyenangkan dialami oleh ade Mus (nama seorang teman) ketika berkendara di jalanan Mandalasari. Ketika itu beberapa pemuda yang dipastikan sedang mabuk mencoba mengganggunya tanpa alasan yang jelas. Dari kejadian itu, kami berinisiatif untuk memberikan penyuluhan untuk mereduksi dampak negatif akibat alkohol dan narkoba.

Sedari awal talkshow, ketidaksiapan panitia sudah terlihat. Waktu pembukaan molor hingga 1 jam. Narasumber datang terlambat, peserta belum memenuhi target. Pembukaan baru dilaksanakan ketika waktu sudah menjelang ashar.

Di tengah-tengah acara, si Hendik (lagi-lagi) ditumbalkan sebagai narasumber dadakan karena 1 narasumber berhalangan hadir. Untung Hendik punya kemampuan akting yang lumayan sehingga peran pencandu narkoba bisa dilakoni dengan baik. heu.. Syalma dan Ilham juga sukses sebagai MC dan membuat talkshow ini berjalan dengan meriah hingga akhir.

Doorprice jam tangan yang telah disiapkan ternyata didapatkan oleh Bu RW (lupa RW berapa). Aku sempat terharu dengan pernyataannya yang akan terus memakai jam tangan itu supaya tetap ingat dengan para peserta KKN. :)

Meskipun dengan persiapan kurang optimal, ternyata talkshow ini bisa memberikan kesan mendalam di hati para peserta terutama para orang-tua. Mereka yang mempunyai anak yang bermasalah dengan alkohol dan narkoba sedikitnya telah mendapatkan cara yang lebih efektif menyikapi anak-anak mereka.

18 Agustus 2009

00.43

Segalanya untuk desaku ; MandalasariKeceriaan pagi tadi masih begitu terasa. Dengan bermodal spanduk beslogan ’Segalanya untuk Desaku, Mandalasari’, tank baja dan pesawat tempur mini, kami berjalan berarak-arakan dari Cilincing Bumi; dusun terujung di Desa Mandalasari menuju Lapangan Kecamatan Kadungora, Garut. Suara Buumm… buumm… menggelegar berkali lipat lebih ’edan’ dari suara petasan. Suara yang memekakkan telinga itu keluar dari selongsong-selongsong bambu yang diisi karbit, seringkali kami namakan ’lodom’. Anak-anak kecil kurang kerjaan memfungsikan lodom-lodom itu sehingga aku dan beberapa orang lainnya lari kocar-kacir keluar dari barisan.

Tidak hanya kami yang ikut dalam arak-arakan itu, ada juga murid SD, tim marcing band, peserta lomba gerak jalan, Pak Kades dan rengrengan, ibu-ibu PKK, bahkan ondel-ondel dan banci ’jadi-jadian’ pun turut serta.

Tim RW 01Kurang lebih dua jam kami mengikuti arak-arakan. Kaki keram, banjir keringat dan sesak napas menjadi sahabat di siang tadi. Setibanya di lapang Kadungora, tank baja dan pesawat tempur mini yang kami buat sampai pagi berubah menjadi rongsokan sampah. Tapi tak apalah. Keceriaan yang kami rasa sudah cukup membayar kelelahan kami mempersiapkan pernak-pernik itu.

Di tengah-tengah prosesi upacara, sebagian dari kami mengendap-endap pulang. Yang tersisa mengikuti upacara hanyalah Pak Ketua kelompok dan Aji (nama seorang teman). Sialnya, kami terpaksa pulang naik angkot karena mobil hendik sudah dijejali masyarakat Mandalasari yang juga berniat pulang. :p

Jam sembilan malam, kami sambung keceriaan siang tadi dengan nonton bareng (Nobar). Beberapa film bertema kepahlawanan dan edukasi telah disiapkan. Namun acara nobar mendadak ’garing’ ketika film Laskar Pelangi diputar maka kami lekas menggantinya dengan film Setannya Ko Beneran?, penonton seperti kegirangan dan tidak beranjak dari tempat duduk hingga larut malam. Uhh.. Cuape dehh.. Ternyata di momen seperti ini kurang tepat untuk memutar film edukasi seperti Laskar Pelangi.

(Bersambung)

Daisy ’Grenita’ Andriyani

Satu Ikatan Penuh Makna

Kaki Seribuuuu

Kami berlima. Kami satu tim. Kami menghadap ke titik yang sama dengan satu kaki terikat satu sama lain. Situasi mulai memanas. Peluit dibunyikan dan kami mulai melangkahkan kaki serempak sembari berteriak 1.. 2.. , 1.. 2.. Tim rival kami tidak kalah semangatnya melakukan hal sama, berharap sampai di garis finish terlebih dahulu. Kami mengikat tangan.. kami menggusur kaki.. demi mengejar satu tujuan ; menang dalam kompetisi ini. Wahai kalian yang ingin menyiksa kaki, saya perkenalkan inilah game ‘Kaki Seribu’

Kakiku masih terasa sakit saat teman-teman mengadu otot di game tarik-tambang. Sementara itu, Deejay Doni masih membawakan musik-musik khasnya, mengiringi canda dan tawa yang tertumpah ruah di malam ini.

Sedikit duka ku rasakan di tengah meriah acara. Melalui status salah satu teman d facebook, aku tahu bahwa Ciwidey sedang dilanda hujan besar. Pikiranku melayang akan nasib teman-teman kampus yang sedang menyelenggarakan LDKM di Ciwidey. Ku bayangkan tenda-tenda yang memang tidak kokoh terpasang mungkin roboh dan mereka beramai-ramai berteduh di mushola. Agak geli juga sih membayangkannya.

Delapan jam sebelumnya.

Lelah dan kantuk sisa bergadang semalam masih sangat terasa. Padat jalanan membuat letihku semakin menjadi-jadi. Si iwa sudah mengomel sedari tadi karena merasakan kantuk yang serupa. Baguslah dia mengomel karena kantuk akan sangat terasa jikalau diam dan itu akan berbahaya terutama baginya yang sedang menyetir.

Temanku Iwa itu sebetulnya sudah menolak permintaanku untuk melakukan perjalanan ini. Jika saja aku tidak merengek, tentunya dia sudah meringkuk damai sepanjang sore. Aku pun memaksakan perjalanan ini pada tubuhku karena tujuan dari perjalanan ini adalah sebuah momen yang mungkin hanya sekali seumur hidup. Ya.. aku rela menempuh jarak jauh dari Ciwidey-Cikole, Lembang demi mengikuti Makra Beswan Djarum Bandung ‘Angkatan Gope’

Makra ini disiapkan dalam waktu yang sangat singkat; 2 minggu. Namun kegiatan ini sungguh berkesan. Tidak salah keputusanku untuk meninggalkan sejenak kegiatan LDKM di Ciwidey dan berada disini bersama teman-teman beswan. Malam ini tidak henti-hentinya game demi game dimainkan hingga waktu menunjukan pukul 11.00 malam, tubuhku sudah sangat memaksa untuk istirahat. Tepat sebelum VT Kegiatan beswan bandung ‘angkatan gope’ selama setahun diputar, aku meraksuk ke dalam kamar, merebahkan diri di atas kasur lalu mulai tertidur.. zzz.. terlupa akan kado dan kembang api yang menjadi momen puncak malam ini.

Besoknya, pagi-pagi sekali teman-teman beswan sudah dibangunkan untuk mengikuti senam pagi. Aku juga sangat berminat mengikuti senam namun hasrat untuk tidur terlalu kuat menarikku lagi ke alam mimpi. Hingga waktu menunjukkan pukul 08.00 pagi. Teman-teman sudah berganti kostum dengan baju kebesaran ‘Bandung Euy’. Samara-samar, antara sadar atau tidak, ku dengar Pak Marthen Hermanus Sumual akan memberikan materi motivasi di pagi ini. Aku langsung terbangun mendengar berita luar biasa itu namun kepalaku terasa begitu berat. Pening menghiasi kepalaku dan rasa panas menjalar di tiap inchi kulit hingga akhirnya ku putuskan untuk mendengarkan materi Pak marthen dari kamar saja.

Suara Pak Marthen samar terdengar. Dorongan motivasi dan wejangan-wejangan yang luar biasa dia suguhkan di pagi yang cerah ini. Walaupun tidak bertatap muka, tidak mengurangi nilai-nilai akan pesan yang coba dia sampaikan melalui materi Enterpreuneueship. Hingga hari mulai siang, mistery guest yang telah disiapkan panitia akan segera muncul. Dan siapakah dia? Ternyata teh Dodo D’Cinnamons hadir di tengah=tengah kami. The Dodo pun menghibur teman-teman beswan dengan membawakan beberapa lagu andalannya. Para beswan pun begitu mengapresiasi pertunjukan yang disuguhkan the Dodo dengan menyanyikan setia lirik lagunya bersama-sama. Tidak terkecuali aku, aku pun bernyanyi dari dalam kamar meki dengan suara parau. Setelah empat lagu dibawakan dengan begitu indah, Pak Marthen kembali memberikan wejangan. Session kedua ini lebih sebentar dibandingkan session pertama tadi.

Kegiatan akan segera berakhir, lekas ku cuci muka dan berganti pakaian. Dari dalam kamar mandi, ku dengar pembacaan award 7 orang ter- diantara para beswan. Setelahnya juga dibacakan para pemenang games. Aku sempat tersenyum simpul saat namaku disebut beberapa kali. Biarlah, aku lebih memilih untuk packing daripada mengejar hadiahnya. Seiring dengan berakhirnya sesi foto maka berakhir juga semua rangkaian kegiatan ini.

Kegiatan ini sedikitnya telah memberikan pencerahan dan percikan semangat bagi aku dan teman-teman yang sebentar lagi menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi. Disini, kami diberikan pemahaman akan arti teman dan bekal skill yang telah difasilitasi oleh Djarum. Semoga ke depan kita semua tidak hanya mampu menerima namun mampu memberikan pencerahan dan pemahaman yang kita dapat terhadap orang lain. Dengan begitu, kita mampu mendorong bangsa ini lebih baik dari saat ini. ;)

Salam Beswan!

Daisy ‘Grenita’ Andriyani

Ket :

*LDKM = Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa

*Makra = Malam Keakraban

Ucapan Selamat Untuk Beswan Baru Angkatan Perak

come-join-us

Saya Ucapkan Selamat Kepada :


MONICA PRATAMA PUTRI

Jurusan Ilmu Pemerintahan

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Universitas Langlangbuana


&


RIVALDI

Jurusan Arsitektur

Fakultas Teknik

Universitas Langlangbuana


Telah mengikuti seleksi dan diterima menjadi Beswan Djarum angkatan perak 2009-2010 untuk Regional Bandung mewakili Universitas Langlangbuana.

Semoga kesempatan yang telah diberikan dapat dipergunakan sebaik mungkin sehingga dapat membentuk jiwa-jiwa mandiri yang memiliki pemikiran yang konstruktif guna perbaikan individu, organisasi dan bangsa.

Amien..

For You These Songs I Sing

ear

Setelah membaca tulisan Saras Dewi tentang playlist di i Pod nya, aku terinspirasi buat tulisan tentang musik favoritku sendiri. Siapa itu Saras Dewi?. Kalau kalian tahu lagu Lembayung Bali, Saras Dewi adalah penyanyi sekaligus penciptanya. Membaca Membaca tulisannya tentang filsafat atupun hal santai sepeti musik sungguh merupakan proses pencerahan. Bagi yang ingin mengenalnya lebih jauh. Visit her blog sarasdewi.blog.friendster.com

Her writing is simply adorable.

Playlist apa saja yang ada di ponselku?.

Here’s we go.

Saat ini masih muter lagu Cinta Diriku Sepenuh Hati nya Ari Lasso. Lagunya enak banget di telinga.

Selain itu, ada Anggun di urutan paling atas. She is the gorgeous one. Lagu Still reminds me selalu jadi penawar di saat rindu tak lagi tertahan.

Air Supply, always be my favorite band. ‘All out of love’.

Boyz II Men, I love their voices. ‘A song for mama’ buat aku kangen banget sama mama.

Eddie Vedder. Hard Sun’ selalu jadi lagu andalan saat menyusuti urat gunung. Membuatku serasa jadi Alexander Supertramp.

Eminem. Lose Yourself.. Look, if you had one shot, or one opportunity. To seize everything you ever wanted-One moment
Would you capture it or just let it slip?

Joss Stone. Listen to her songs make me can touch her soul. Coba denger lagu ‘Spoiled’!.

Justin Timbaland feat One Republic – Apologize.

KCI feat Jojo. ‘All my life’. … All my life. I pray for someone like you. And I thank God, that I. That I finally found you, baby. All my life I pray for someone like you. And I hope that you feel the same way too. Yes I pray that you do love me too …

Mariah Carey feat Luther V. ‘Endless Love’. … u’re always be my endless love …

Michael Buble. Take me to my lovely ‘Home’.

Paloalto. Kenal seorang teman bernama Iwa buatku nyandu lagu ‘Too many questions’.

Robbie William. ‘She’s the One’. Lagu indah pengantar tidur.

Roxette. What can I say more?. They are wonderful. I love ‘I will stand by you’, ‘Milk and toast and honey’, ‘Spending my time’, and many more.

Sheryl Crows. ‘Sweet Child O’ Mine’.

The Corrs. ‘Long night’ and ‘The hardest day’ are simply powerful lyrics.

Jujur, aku ngga terlalu suka lagu-lagu dari penyanyi atau band Indonesia. Bukan karena ngga suka produksi dalam negeri. Peace!. Tapi yang namanya taste memang selalu penuh subjektivitas. Beberapa lagu Indonesia yang masih ku simpan di playlist tentunya punya makna mendalam yang bikin aku ingat sama orang–orang terkasih atau momen istimewa yang pernah terlewati. Ini adalah sebagian di antaranya :

BIP. Liriknya bisa begitu kritis tapi bisa juga begitu manis. Temukan keunikannya di lagu –lagu seperti ’Orang Sepertiku’, ’Skak Mat’ ,’Atas nama Cinta’ dan ’Sampai Nanti’.

Dewi Lestari. Recto Verso. Dengar fiksinya, Baca musiknya. What a wonderful collaboration; arts and music.

Glenn Fredly. Kolaborasinya dengan Tohpati di lagu Jejak Langkah liriknya terekam terus di kepala. … jejak langkah yang kau tinggal mendewasakan hatiku, jejak langkah yang kau tinggal tak kan pernah hilang selalu, begitulah cintaku …

Ipang dan Didit. Lagu-lagunya jadi media inspirasi buat menulis.

Letto. Lagu Sandaran hati dan Lubang di hati bikin aku ingat Tuhan.

Maliq and d’essential. So jazzy and groovie. Lagu ’Dia’ dan ’Pilihanku’ bisa buatku ikut-ikutan nyanyi.

Naff. ’Ijinkan’. … ijinkan aku menjadikanku sinar dalam hatiku karena hangat senyummu selalu menggetarkan jantungku…

Saras Dewi. ’Lembayung Bali’. Kenangan akan seorang Reinara Selina tertinggal di temaramnya ’Lembayung Bali’.

Itu lah Theme Songs of my life. Rangkuman kecil dari ratusan lagu yang ku simpan di playlist. Beberapa lagu yang sanggup membuatku mengambil langkah mundur dan berpikir. Merekam ulang beberapa kejadian yang pernah hadir begitu manis ataupun menggores luka. Setiap orang pasti punya playlist musik favorit. So.. aku tunggu kalian untuk bisa berbagi musik favorit kalian!

Daisy ‘Grenita’ Andriyani

Tulisan ini pernah dipublikasikan di grenita.blogspot.com

Mengenai Dikau *)

heart

Untuk seseorang dari masa remajaku ;

Masa melata
Melambungkan kenangan
Semusim dalam indah kesan
Meraup hati-hati
Titian hari yang dikemas gelak tawa

Mengenai dikau
Yang menarik di segala segi
Walaupun
Di saat pesonamu luntur
Aku masih bisa
Mengkaji sensasi harummu
Menyeruakkan isi hati yang sama
Meski terkadang
Rasa hati ’tak mampu terbaca

Ku cicil rindu ini setiap hari
Sehingga
Kau mampu mengerti
Aku mencintaimu
Tanpa henti..

Daisy
*) Terinspirasi dari lagu Saras Dewi – Mengenai Dikau

Muara Hati

Jalan

Untuk seseorang dari masa remajaku ;

Ku palingkan senyap terdahulu
Ku runtuhkan setiap pertimbangan
Ku rentangkan kaki
Merambah lengkungan bumi yang bermentari
Ku mulai ingkari letihnya perjalanan
’Tak ijinkan jarak bermetamorfosa
Menjadi semakna kerinduan

Ku turuti hasrat
Ku bekukan setiap indra
Biarkan nanti bulir-bulir rasa
Berhamburan di rongga nafasmu
Berbalur memori ’tak bercelah
Menyelami dua hati yang dulu tersesat

Ku bayangkan diriku disana
Diapit mesra kekaguman
Terbata diselimuti pesonamu
Sehingga..
’Tak akan mungkin lagi ku berkelana
Ku temukan muara

Daisy

Untuk-MU

fajar pagi

Untuk milyaran lembar napas yang dihirup
setiap detik
Untuk segenap kasih yang terbentuk
dari senyum-Mu
Untuk cahaya fajar yang merekah di ufuk timur
esok hari
Untuk kesempatan bisa berbagi dan mencinta
Untuk pelajaran berharga tentang cara berbelas
kepada mereka yang jatuh
Untuk raihan yang diwakilkan pada tangan Jibril
Untuk sebuah ruh yang tenang mendiami jasad
Dan..

Sebagai penyerahan terdalam dari hati seorang insan
Untuk-Mu.. ya Fattah dan Rojakku
Aku hanya bisa berucap
.. terima kasih

Daisy