
Jika kita perbincangkan apa itu kemenangan, maka setiap orang akan mempunyai redaksi makna yang berbeda dalam kepala mereka. Tapi kebanyakan orang akan memvisualisasikannya dalam bentuk trophy, medali, cincin superbowl, celebrate, sepatu keberuntungan dan pastinya prestise yang didapat dari hasil dari kerja keras dan Gods will. Tapi seberapa ampuh faktor-faktor di atas dalam membakar semangat seseorang mencapai kemenangan?.
Dulu sekali, aku masih beranggapan bahwa kemenangan merupakan sebuah ukuran dalam menjangkau kemapanan bermateri serta investasi nama baik dalam masyarakat, seperti menang dalam kompetisi.. pikiran yang sederhana tapi aku yakin 90% dari kita pun masih berpikiran seperti itu, benar bukan?. Kini, aku bisa bertutur bahwa aku adalah orang yang beruntung karena bisa berkenalan dengan seorang briliant yang biasa kami sebut Kaisar Langit. Sang Kaisar yang membuka cakrawala pemikiran sempitku tentang kemenangan sehingga ku tahu bahwa kemenangan tidak selalu tentang sorak kebahagiaan tapi kemenangan bisa juga kita temukan dalam isapan air mata kekecewaan. Bahwa harga yang tertera di kemenangan tidak hanya dibayar dengan trophy dan prestise. Bahwa tidak hanya terdapat Public Victory namun juga Personal Victory.
Ketika seorang climber rela menahan dinginnya glister agar bisa menapakkan kakinya di puncak Himalaya atau seorang petinju yang sedang berlatih selama enam bulan terus-menerus untuk pertandingan yang hanya 12 ronde, bukannya mereka tidak berhasrat untuk memperoleh Public Victory; trophy dan riuh tepuk tangan. Namun ada sebentuk kekuatan lain yang membakar semangat mereka dalam melakukan itu, seperti tombol turbo yang terdapat di joystic play station. Dimana meski sang climber tertelan badai salju dalam pendakiannya atau si petinju yang dipukul KO lawannya di pertandingan final, kekuatan itu bermutasi menjadi kekuatan baru yang membuat mereka bangkit dan mengembalikan mereka ke arena. Ini lah Personal Victory; kepuasan berkarya, bantuan dalam menghargai diri sendiri. Ketika kita melakukan sesuatu bukan untuk kompensasi yang kita temukan pada akhirnya namun untuk apa yang ingin kita lakukan, untuk kebenaran tertinggi kita.
Lihat sekeliling kita !!!. Seringkali pertarungan di arena dimanipulasi sehingga hasil yang diraih hanya kemenangan semu; unfair games.. tidak menantang dan membosankan. Arena pergulatan hidup memang banyak menimbulkan fenomena yang memuncakkan ketakutan-ketakutan manusia. Sehingga pada akhirnya banyak manusia yang memilih untuk bermain curang. Memang tidak mudah meniti jalan di ‘Himalaya hidup’ karena yang kita hadapi bukan hanya hewan gunung atau badai salju, namun egosentris, sikap selfis dan ketidak acuhan kita sendiri. Kita bukan bergulat melawan monster tapi ‘makhluk yang lebih mengerikan’, yaitu nafsu, rasa manusiawi dan tentunya, sang takdir.
Tapi Tuhan tidak pernah membuat segalanya ada untuk membuat nyali kita ciut, tidak ada alasan bagi kita menipu diri sendiri dengan menandatangani kepalsuan-kepalsuan, terbelenggu formalisme; tanda tangan dan stempel. Hadapi saja semuanya dengan mental ksatria berjubah emas yang berilmu ikhlas dan menjungjung tinggi kejujuran karena sejatinya nilai tidak terletak pada pangkal atau ujung perjalanan tapi pada proses yang menjembatani, sungguh disanalah terletak Personal Victory ..the priceless things that u’ll get
Daisy ‘Grenita’ Andriyani
Sekretaris umum Lembaga Pers Mahasiswa Momentum UNLA
Kesadaran adalah Matahari.
Kesabaran adalah Bumi.
Keberanian menjadi Cakrawala.
Perjuangan adalah pelaksanaan kata – kata.
(W.S. Rendra)


wat grenita…moga sukses n dapet job baru tuZ jgn lupa Traktirannya,,.tetap SEMANGAT,.
iduy_momentum
Wah Desy! Tulisannya inspirasional. Menarik diakhiri dengan kutipan dari WS Rendra.
Des, kalau di screen aku keluar: sebelum gambar, itu kenapa ya? Mungkin bisa dicek di wp-admin-nya?
@ Yudi ‘Iduy’
Sipp.. ditunggu aja yah traktirannya..
Sukses buat Diklatnya yah! Salam jg buat temen2 Momentum yg lain! Maaf Gren agak sibuk belakangan ini jadi blm sempet bantuin persiapan Diklat
@ Ka Margie
jadi dipublish seadanya aja.
Terima kasih, ka.
Niat awalnya sih pengen ngembangin tulisannya; dikaitkan sama kehidupan sehari-hari misalnya. Tapi waktu nulis, mentok.. ga ada ide
Udah aku edit ka, masih keluar icon aneh ga sebelum gambar?
Is it a 30 day no risk trial?
That is interesting point of view, but I can`t agree at all.