
Kami berlima. Kami satu tim. Kami menghadap ke titik yang sama dengan satu kaki terikat satu sama lain. Situasi mulai memanas. Peluit dibunyikan dan kami mulai melangkahkan kaki serempak sembari berteriak 1.. 2.. , 1.. 2.. Tim rival kami tidak kalah semangatnya melakukan hal sama, berharap sampai di garis finish terlebih dahulu. Kami mengikat tangan.. kami menggusur kaki.. demi mengejar satu tujuan ; menang dalam kompetisi ini. Wahai kalian yang ingin menyiksa kaki, saya perkenalkan inilah game ‘Kaki Seribu’
Kakiku masih terasa sakit saat teman-teman mengadu otot di game tarik-tambang. Sementara itu, Deejay Doni masih membawakan musik-musik khasnya, mengiringi canda dan tawa yang tertumpah ruah di malam ini.
Sedikit duka ku rasakan di tengah meriah acara. Melalui status salah satu teman d facebook, aku tahu bahwa Ciwidey sedang dilanda hujan besar. Pikiranku melayang akan nasib teman-teman kampus yang sedang menyelenggarakan LDKM di Ciwidey. Ku bayangkan tenda-tenda yang memang tidak kokoh terpasang mungkin roboh dan mereka beramai-ramai berteduh di mushola. Agak geli juga sih membayangkannya.
Delapan jam sebelumnya.
Lelah dan kantuk sisa bergadang semalam masih sangat terasa. Padat jalanan membuat letihku semakin menjadi-jadi. Si iwa sudah mengomel sedari tadi karena merasakan kantuk yang serupa. Baguslah dia mengomel karena kantuk akan sangat terasa jikalau diam dan itu akan berbahaya terutama baginya yang sedang menyetir.
Temanku Iwa itu sebetulnya sudah menolak permintaanku untuk melakukan perjalanan ini. Jika saja aku tidak merengek, tentunya dia sudah meringkuk damai sepanjang sore. Aku pun memaksakan perjalanan ini pada tubuhku karena tujuan dari perjalanan ini adalah sebuah momen yang mungkin hanya sekali seumur hidup. Ya.. aku rela menempuh jarak jauh dari Ciwidey-Cikole, Lembang demi mengikuti Makra Beswan Djarum Bandung ‘Angkatan Gope’
Makra ini disiapkan dalam waktu yang sangat singkat; 2 minggu. Namun kegiatan ini sungguh berkesan. Tidak salah keputusanku untuk meninggalkan sejenak kegiatan LDKM di Ciwidey dan berada disini bersama teman-teman beswan. Malam ini tidak henti-hentinya game demi game dimainkan hingga waktu menunjukan pukul 11.00 malam, tubuhku sudah sangat memaksa untuk istirahat. Tepat sebelum VT Kegiatan beswan bandung ‘angkatan gope’ selama setahun diputar, aku meraksuk ke dalam kamar, merebahkan diri di atas kasur lalu mulai tertidur.. zzz.. terlupa akan kado dan kembang api yang menjadi momen puncak malam ini.
Besoknya, pagi-pagi sekali teman-teman beswan sudah dibangunkan untuk mengikuti senam pagi. Aku juga sangat berminat mengikuti senam namun hasrat untuk tidur terlalu kuat menarikku lagi ke alam mimpi. Hingga waktu menunjukkan pukul 08.00 pagi. Teman-teman sudah berganti kostum dengan baju kebesaran ‘Bandung Euy’. Samara-samar, antara sadar atau tidak, ku dengar Pak Marthen Hermanus Sumual akan memberikan materi motivasi di pagi ini. Aku langsung terbangun mendengar berita luar biasa itu namun kepalaku terasa begitu berat. Pening menghiasi kepalaku dan rasa panas menjalar di tiap inchi kulit hingga akhirnya ku putuskan untuk mendengarkan materi Pak marthen dari kamar saja.
Suara Pak Marthen samar terdengar. Dorongan motivasi dan wejangan-wejangan yang luar biasa dia suguhkan di pagi yang cerah ini. Walaupun tidak bertatap muka, tidak mengurangi nilai-nilai akan pesan yang coba dia sampaikan melalui materi Enterpreuneueship. Hingga hari mulai siang, mistery guest yang telah disiapkan panitia akan segera muncul. Dan siapakah dia? Ternyata teh Dodo D’Cinnamons hadir di tengah=tengah kami. The Dodo pun menghibur teman-teman beswan dengan membawakan beberapa lagu andalannya. Para beswan pun begitu mengapresiasi pertunjukan yang disuguhkan the Dodo dengan menyanyikan setia lirik lagunya bersama-sama. Tidak terkecuali aku, aku pun bernyanyi dari dalam kamar meki dengan suara parau. Setelah empat lagu dibawakan dengan begitu indah, Pak Marthen kembali memberikan wejangan. Session kedua ini lebih sebentar dibandingkan session pertama tadi.
Kegiatan akan segera berakhir, lekas ku cuci muka dan berganti pakaian. Dari dalam kamar mandi, ku dengar pembacaan award 7 orang ter- diantara para beswan. Setelahnya juga dibacakan para pemenang games. Aku sempat tersenyum simpul saat namaku disebut beberapa kali. Biarlah, aku lebih memilih untuk packing daripada mengejar hadiahnya. Seiring dengan berakhirnya sesi foto maka berakhir juga semua rangkaian kegiatan ini.
Kegiatan ini sedikitnya telah memberikan pencerahan dan percikan semangat bagi aku dan teman-teman yang sebentar lagi menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi. Disini, kami diberikan pemahaman akan arti teman dan bekal skill yang telah difasilitasi oleh Djarum. Semoga ke depan kita semua tidak hanya mampu menerima namun mampu memberikan pencerahan dan pemahaman yang kita dapat terhadap orang lain. Dengan begitu, kita mampu mendorong bangsa ini lebih baik dari saat ini.
Salam Beswan!
Daisy ‘Grenita’ Andriyani
Ket :
*LDKM = Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa
*Makra = Malam Keakraban


mantaf
terima kasih atas apresiasinya, Pak Wawan !
sam-sama bu dessy. semangad
@ uji
ibarat ” lidi ” klw cma 1 g bsa buat nyapu … tpi klw bnyak … bru bsa buat nyapu …
@ Iwan
iya, betul sekali Mas Iwan. Ibarat lidi kita tidak bisa berfungsi seorang diri. Kita menjadi utuh ketika ada dalam rangkulan teman dan partner kita.
“Happiness is real when shared. (Alexander Supertramp)