Peringatan penting untuk petani di wilayah banyumas. berdasarkan observasi yang saya lakukan secara singkat bahwa serangan hama kresek sangat berbahaya di musim ini untuk wilayah purwokerto, purbalingga dan banjar.
Bahaya Kresek
Feb 6
membuat freeze panel
Feb 1
saat membuat tabulasi data ehh aku lupa cara membuat agar judul atau tabel (row) tetap terlihat di atas.
mumpung inget habis searching mendingan tak tulis aja di sini jadi kalau lupa tinggal buka aja. pertama pilih kolom mana yang mau di liatin
taruh kursor di bawah
klik windows
pilih freezes panes
oke selesai sudah
row dan coulum dari yang kita inginkan bakalan tetep nongol kok
Hiruk pikuk dunia pertanian
Jan 16
pertanian di indonesia masih menjadi pencaharian utama bagi masyarakat. pertanian yang diartikan di sini adalah pertanian dalam ari luas yang mencakup pertanian pertanaman, peternakan, perikanan dan perkebunan.
secara nyata pekerjaan bertani memang lebih mengeluarkan keringat. tenaga kerja di pertanian. Namun hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Perhatian pemerintah terhadap bidang ini pun tidak sedikit. Kucuran dana bidang pertanian dapat dikatan besar. Akan tetapi beberapa pihak ada yang berpendapat dana tersebut kurang lah atau terkadang terlambat di sebarkan. Siapa yang salah di sini bukan itu bahasannya.
Kita sekarang tidak akan membicarakan mengenai peran pemerintah, anggaplah kita memiliki pemerintah yang sempurna. Apakah dengan pemerintah sempurna dan cara masyarakat “bertani” saat ini sudah cukup?.
TIDAK
Mungkin kita perlu menengok dari jendela negara lain. Kita memiliki musim yang sempurna, tanah ideal, keanekaragaman organisme baik dari tingkat rendah sampai yang tertinggi, kita punya sinar yang terus ada 12 jam sehari….
Itu adalah kesempurnaan kita di negara agraris ini. Tapi apa itu cukup agar pertanian dita sukses. Kita tengok Swiss sebagai penghasil cokelat terbaik. Buah buahan kita kalah dari Thailand padahal sumber plasma nutfah kita lebih banyak. Sebenarnya apa yang melatarbelakangi terpuruknya pertanian Indonesia lebih tidak berkembang dibandingkan negara lainnya.
Satu pemahaman saya selama ini bergelut di bidang pertanian adalah kurang bonafitnya pekerjaan pertanian di Indonesia. Coba bila seseorang ditawari menjadi penjaga konter dan bertani. 75 persen lebih memilih tidak untuk bertani. Kurangnya minat masyarakat menyebabkan lemahnya perkembangan pertanian di negara kita. Bagaimana memperbaiki, itu adalah tugas kita bersama apakah kita mau memperbaiki yang ada atau pun mau maju dengan meninggalkan apa yang telah rusak.
Pengertian Persilangan Diallel
Skema table n2 biasa digunakan untuk melakukan pengujian pengaruh sifat-sifat yang ada pada beberapa genotype sehingga dapat ditunjukkan pada generasi F1 ataupun F2 nya. Skema tersebut biasanya disebut dengan persilangan dialel. (B. I Hayman)
Persilangan diallel terdiri dari dua jenis yaitu : persilangan diallel penuh dan parsial. Persilangan parsial masih dapat dibagi lagi menjadi persilangan diallel parsial dengan selfing maupun tanpa selfing. Persilangan penuh digunakan bila diduga ada pengaruh maternal.
Berikut adalah skema persilangan diallel :
Diallel Penuh
a b c d e
a a x a a x b a x c a x d a x e
b b x a b x b b x c b x d b x e
c c x a c x b c x c c x d c x e
d d x a d x b d x c d x d d x e
e e x a e x b e x c e x d e x e
Dialel Parsial
Partial Diallel dengan selfing
a b c d e
a a x a
b b x a b x b
c c x a c x b c x c
d d x a d x b d x c d x d
e e x a e x b e x c e x d e x e
Partial Diallel tanpa selfing
a b c d e
a
b b x a
c c x a c x b
d d x a d x b d x c
e e x a e x b e x c e x d
Griffing
Griffing melihat adanya penurunan sifat-sifat kuantitatif pada suatu tanaman membuat beliau menjadikan rata-rata frekuensi rekombinan harus tidak pasti, antara lebih tinggi atau lebih rendah dari limit yang didapatkan masing-masing pada model indek dan modified noninterference. Griffing dalam melakukan percobaannya memerlukan persilangan diallel penuh yaitu:
1. inbreed tetua itu sendiri
2. persilangan antar induk
3. resiprikal persilangan 2
B.I. Hayman
Hayman pada 1954 menguji hipotesisnya berupa adanya kesalahan perhitungan Mendel dan galton disebabkan karena:
1. segregasi diploid
2. tidak ada perbedaan resiprokal
3. pemunculan fenotip gen-gen yang tidak sealel dan yang ada di persilangan diallel
4. tidak ada pembelahan diallel
5. induk yang homosigus
6. gen-gen secara bebes terdistribusi pada tetua.
Beberapa uji hasil statistik pada gangguan yang sama, menunjukkan proses analisis utama untuk menilai variasi genetik pada dua tetua dan studi yang spesifik, tentang varietal dan mean heteroses. Ketidaksahan uji pada pengujian heterosis yang spesifik sama dengan tidak adanya dominansi. Pengujian kesetaraan pada variasi heterosis tetua yang terjadi pada kelompok sesuai dengan uji hipotesis pada frekuensi gen yang lain. Tidak sesuainya hipotesis yang terjadi berarti tidak terdapat sifat heterosis yang dominan.
Menulis informasi di blog yang seperti saya lakukan saat ini merupakan awal dari keinginan saya dalam menyebarkan pengetahuan yang telah diperoleh secara akademik dan non akademik. Namun tujuan ini tidak akan bisa berjalan ketika tidak ada pengunjung yang membaca informasi yang kita tulis. Masuknya para warga netter menjadikan info yang kita tuli lebih hidup. Hal tersebut karena munculnya komentar komentar yang membangun sehingga tulisan blog kita lebih informatif.
Beragam cara untuk menarik para pengunjung ke pusat informasi yang kita gunakan, namun itu akan bergantung pada kualitas tulisan kita. Menarik tidaknya tulisan yang kita buat menjadikan para pembaca tetap meng up date informasi yang kita tulis. Bahkan beberapa memborkmarking url posting info kita. Social bookmarking merupakan kumpulan tulisan-tulisan yang ditulis oleh para pemberi informasi. Bagi para blogger profesional hal ini bukanlah suatu hal yang baru. Sebenarnya Social Bookmarking pada awalnya adalah salah satu cara bagi pengguna internet untuk menyimpan, mengklafisikasi, berbagi dan mencari Internet bookmark. Dengan Social bookmarking kita menyebarkan informasi pada komunitas yang sesuai bagi tulisan yang mereka buat. Beberapa cara untuk membookmark dari social bookmarking adalah bookmark di beberapa browser atau favorits di Mozilla, Netscape dan Internet Explorer. Dengan melakukan social bookmarking pada social bookmarking di internet penulis dapat menyimpan hal-hal yang menurut mereka berguna. Bookmark yang telah disimpan tersebut dapat juga dilihat oleh pengguna lain. Bahkan beberapa social bookmarking dapat diurutkan berdasar kepopuleran isi tersebut, kesesuaian topik, lokasi, tag atau bahkan secara acak.
Banyak sekali Social bookmarking yang ada. Wig merupakan salah satu Social bookmarking yang sangat dikenal, akan tetapi Social bookmarking ini tidak spesifik untuk para blogger Indonesia. Sedangkan Social bookmarking dari Indonesia yang banyak ada sangat kecil komunitasnya. Namun portal berita internet di Indonesia yang terkenal Astaga.com membuka Social bookmarking untuk para blogger Indonesia. Sungguh menarik apabila Anda membookmark tulisan yang informatif anda pada Social bookmarking. Anda. Bahkan Anda dapat melihat apa yang di bookmark oleh orang lain, hal apa yang menarik hari ini.
Keberadaannya sangat memudahkan kita untuk menyebarkan info yang kita tulis. Ini seperti artikel Inilah Mengapa Kesehatan Perlu Diperiksa (Klik Astaga.com lifestyle on the net) dan Smoking is Your Deathly Lifestyle (Klik Astaga.com lifestyle on the net) yang merupakan informasi yang bermanfaat. Social bookmarking ini bisa di gunakan secara gratis seperti layaknya menggunakan facebook. Diharapkan social bookmarking dari astaga ini dapat menyaingi dari social bookmarking dari luar negeri seperti del.icio.us, reddit, Digg dan portal Netscape yang saat ini social bookmarking tersebut juga berkembang menjadi social news. Dengan membookmark tulisan kamu di portal astaga maupun di social bookmarking (yang bersifat social news) pengguna akan mendapatkan update dari hal-hal yang menarik dari RSS feed.
Sekarang apakah anda mau membookmark tulisan di web Indonesia atau luarnegeri, itu adalah hak anda. Yang pasti anda merupakan salah satu pahlawan bagi dunia ketika informasi dan pengetahuan yang anda miliki anda sebarkan bagi kepentingan umat dunia.
Tulisan ini ditulis untuk mengikuti kompetisi Astaga.com lifestyle on the net
|
no |
bahan |
Pemuliaan |
||
| Pemakaian (gr) |
Harga @ gr |
total |
||
|
1 |
KNO3 | 9,5 | Rp 258,00 | Rp 2.451,00 |
|
2 |
NH4 NO3 | 8,25 | Rp 294,00 | Rp 2.425,50 |
|
3 |
CaCl2. 2H20 | 2,2 | Rp 244,00 | Rp 536,80 |
|
4 |
MgSO4.7H2O | 1,85 | Rp 268,00 | Rp 495,80 |
|
5 |
KH2PO4 | 0,85 | Rp 476,00 | Rp 404,60 |
|
6 |
MnSO4.4H2O | 2,23 | Rp 268,00 | Rp 597,64 |
|
7 |
Zn SC4.4N2O | 8,64 | Rp 308,00 | Rp 2.661,12 |
|
8 |
H3BO3 | 0,62 | Rp 286,00 | Rp 177,32 |
|
9 |
KI | 0,083 | Rp 728,00 | Rp 60,42 |
|
10 |
NaMoO4.5H2O | 0,025 | Rp 2.740,00 | Rp 68,50 |
|
11 |
CuSO4.5H2O | 0,0025 | Rp 340,00 | Rp 0,85 |
|
12 |
CoCl2.6H2O | 0,0025 | Rp 8.100,00 | Rp 20,25 |
|
13 |
FeSO4.7H2O | 2,78 | Rp 286,00 | Rp 795,08 |
|
14 |
NA2EDTA | 3,73 | Rp 1.590,00 | Rp 5.930,70 |
|
15 |
Myo Inositol | 1 | Rp 3.060,00 | Rp 3.060,00 |
|
16 |
Thiamine HCl | 0,001 | Rp 6.960,00 | Rp 6,96 |
|
17 |
Nicotinic Acid | 0,005 | Rp 1.770,00 | Rp 8,85 |
|
18 |
Phyridoxine HCl | 0,005 | Rp 16.800,00 | Rp 84,00 |
|
19 |
Glycine | 0,02 | Rp 804,00 | Rp 16,08 |
|
20 |
IAA | 0,1 | Rp 21.600,00 | Rp 2.160,00 |
|
21 |
Agar-agar | 40 | Rp 214,29 | Rp 8.571,43 |
|
22 |
HCl | 400 | Rp 41,20 | |
|
23 |
NaOH | 4 | Rp 453,00 | Rp 1.812,00 |
|
24 |
Sukrosa | 150 | Rp 210,00 | Rp 31.500,00 |
|
25 |
Stok Kinetin | 0,1 | Rp 884,00 | Rp 88,40 |
|
26 |
Aquadest | 8 | Rp 2.000,00 | Rp 16.000,00 |
|
27 |
Dithane | 1 | Rp 40.000,00 | Rp 40.000,00 |
|
|
||||
|
|
||||
|
|
total |
Rp 119.974,50 | ||
di atas merupakan pembuatan stok dalam pembuatan media kultur jaringan
Seri mengenal tanaman: Kepel
Dec 19
Berbagai tanaman perlu dilakukan pembudidayaan dan pelestarian, sehingga kelangsungan generasi dari tanaman akan selalu terjaga. Adanya tanaman langka dikarenakan kurangnya pembudidayaan dan pelestarian tanaman tertentu yang saat ini dibutuhkan karena memiliki cirri khas tertentu yang diminati oleh beberapa konsumen. Pelestarian tanaman langka perlu dilakukan, hal ini dikarenakan tidak punah plasma nutfah berbagai tanaman yang dimiliki. Ada beberapa tanaman buah-buahan yang saat ini perlu konservasi khusus karena kelangkaannya, diantaranya kepel, kesemek, kopi anjing (nam-nam), pepino, duwet putih dan ungu, gowok, manila, kemang, buah buni, buah naga dan lain-lain.
Kepel tumbuh liar pada tanah hat yang lembap dan dalam, di hutan-hutan sekunder di Jawa. Dibudidayakan sebagai pohon buah pada ketinggian mencapai 600 m dpl., dan mampu berbuah pada 18° LS di Queensland. Jenis ini dapat tumbuh baik di sela-sela rumpun bambu, yang di tempat itu pohon-pohon lain tidak mampu bersaing. Secara geografis pohon kepel ditemui di Pulau Jawa dan Semenanjung Malaysia. Orang Jawa menamainya kepel karena besarnya sekepal tangan orang dewasa. Tanaman ini tumbuh baik di tanah yang subur, mengandung humus dan lembab di ketinggian 150 sampai 300 meter di atas permukaan laut. Pohon kepel bisa tumbuh mencapai ketinggian sampai 20 meter. Dengan ketinggian ini pohon kepel amat layak dijadikan pohon peneduh. Bentuk batang pohon ini tegak lurus dengan tajuk berbentuk kerucut sehingga menarik untuk dijadikan tanaman hias. Buah pohon ini tidak tumbuh di dahan seperti pohon lain.
Biji kepel tersusun melintang dalam buah. Daging buah kepel hanya sedikit. Rasa buahnya segar dan manis. Sayang, sebagian besar isi buah dipenuhi oleh biji sehingga tidak ada orang yang tertarik untuk membudidayakannya. Oleh karenanya, lambat laun pohon kepel menjadi langka seperti sekarang ini. Rasa takut kualat rakyat jelata juga menyebabkan pohon kepel menjadi pohon yang
langka sekarang. Sampai sekarang penangkaran bibit pohon kepel hanya dapat dilakukan dengan biji. Usaha penangkaran dengan setek, tempelan, dan okulasi masih belum berhasil. Belum diketahui apa penyebabnya, sehingga belum ditemukan cara mengatasinya.
Tanaman kepel (Stelechocarpus buharol) salah satu famili Annonaceae, merupakan flora asli Indonesia ini yang belum banyak diperdayakan. Berbagai penelitian terhadap beberapa tanaman dari tingkat taksonomi yang sama menyebutkan bahwa terdapat kandungan zat sitotoksik dalam tanaman tersebut. Zat sitotoksik tersebut antara lain acetogeninns, styryl lactons, isoflavon, dan alkaloid phenanhtrene lactams. Sampai saat ini belum terdapat penjelasan mengenai zat sitotoksik yang paling berpengaruh terhadap aktivitas sitistatik antimutagenesis dan anticarcinogenesis.
Penanganan dalam pembudidayaan yang baik akan menghasilkan tanaman hidup dengan menghasilkan buah yang optimal. Pemilihan bibit dan penanaman penting diperhatikan diawal pembudidayaan. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan tanaman kepel yang baik, perlu penanganan yang baik pula dari awal pertanaman. Pengaturan jarak tanam dan pemupukan dasar yang perlu dilakukan dalam penanaman, sehingga tanaman tidak saling berebut unsur hara dengan tanaman yang lain dan tersedia makanan dengan pupuk kandang.
Kepel umumnya diperbanyak dengan benih yang diambil dari buah matang dan disemaikan secepatnya. Biji untuk itu harus diambil dari buah yang benar-benar sudah masak. Yaitu buah yang sudah jatuh sendiri di tanah. Uji kemasakannya dapat dilakukan dengan menggores kulit buah yang bersangkutan. Kalau bekas goresan berwana kuning atau coklat muda, itu tanda bahwa buah sudah masak betul. Sesudah dikupas dan dikeluarkan dari daging buahnya, biji-biji dicuci bersih agar bebas dari getah dan daging buah. Lalu dikering-anginkan di tempat teduh (tapi berangin), sampai kering sendiri. Karena kulitnya tebal dan keras, biji perlu diampelas dulu. Jadi air penyiram di tempat pesemaian nanti mudah menembus dinding biji. Sedangkan tunas dari dalam juga mudah menembus keluar, dan cepat berkecambah nanti. Tidak usah semua dinding diampelas. Cukup bagian yang ada lembaganya saja.
Benihnya dibersihkan dengan jalan dicuci dan dikeringkan di tempat teduh. Sebelum disemai benih diskarifikasi, tetapi perkecambahannya masih memerlukan waktu beberapa bulan. Lambat-laun persentase perkecambahannya tinggi juga. Mula-mula biji dikecambahkan dalam kotak kayu berisi pasir bersih yang sudah diayak halus, setebal 5 cm, dan ditutup pasir setebal 5 cm juga. Sesudah berkecambah (kalau disirami setiap hari), biji yang sekarang disebut benih itu dipindahtanamkan ke bedengan pesemaian di lapangan. Tanah bedengan ini dicampur pupuk kandang dulu dengan perbandingan 1 : 1. Jarak tanam benih diusahakan 20 cm dalam barisan, dan 60 cm antarbarisan. Lubang penanaman ini dibuat yang cukup dalam, yaitu 50 cm x 50 cm x 50 cm. Tanah lapisan atas yang digundukkan di suatu tempat dicampur pupuk kandang sebanyak dua kaleng (bekas) minyak tanah, sebelum dikembalikan ke lubang, setelah bibit ditanamkan. (Kantung plastiknya dirobek dan dibuang, tentunya).
Perkecambahannya hipogeal, akar tunggangnya membengkak dan tidak bercabang untuk beberapa waktu. Mula-mula semai itu tumbuh lambat. Pada saat semai berdaun 3-5 helai, dipindahtanamkan ke dalam pot. Ketika tingginya mencapai 0,5-1,0 m bibit dipindahtanamkan ke lapangan dengan jarak tanam 6-8 meter. Fase remajanya berlangsung selama 6-9 tahun. Setelah menumbuhkan 3 – 5 helai daun, tanaman yang sekarang disebut bibit itu dipindahtanamkan lagi ke dalam kantung plastik hitam bergaris tengah 30 cm, berisi campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir halus dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Deretan bibit dalam kantung (sekantung satu batang) kemudian dirawat di bawah naungan pohon di kebun. Sesudah tumbuh setinggi 0,5 m, bibit boleh ditanam dalam lubang penanaman yang permanen di kebun pekarangan, lahan tidur, atau lahan kritis.
Jarak tanam di kebun permanen ini 6 m kalau ditanam berbaris sebagai tanda batas, atau peneduh tepi jalan. Pohon kepel tidak lazim ditanam sebagai tanaman utama di tengah kebun, dengan jarak tanam segi empat atau segi tiga seperti rambutan misalnya, atau mangga manalagi.
|
Istilah |
Pengertian |
| Reboisasi | Penanaman kembali htan yang gundul |
| kultivar | Varietas yang dibudidayakan |
| Rekayasa genetik | Merubah atau merekayasa materi genetic dari tanaman agar mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat yang kita inginkan |
| In-situ | Pelestarian sumber daya hayati di habitat aslinya |
| Ek-situ | Pelestarian sumberdaya hayati di luar habitat aslinya |
| populasi | Kumpulan dari suatu individu dalam suatu tempat |
| Habitat | Tempat hidup suatu populasi mh dalam suatu tempat |
| In-vitro | Pengembangan tanaman di dalam ruangan tidak di lapang |
| Benih unggul | Benih yang diketahui jelas asal tetuanya dan bersifat unggul |
| Pembiakan vegetatif | Pembiakan secara tak kawin |
| Vegetasi | Kumpulan tumbuh-tumbuhan di suatu wilayah |
| ekstensifikasi | Peningkatan luas lahan |
| hidroponik | Menanam tanpa menggunakan media tanah |
| Autogami | Penyerbukan sendiri pada tanaman |
| pembiakan | Proses mendapatkan individu baru |
| Toleran | Suatu sifat tanaman yang tahan terhadap hama atau penyakit tertentu |
| Spesies | Keragaman jenis makhluk hidup |
| Klon | Hasil perkembangbiakan vegetatif |
| Kultur jaringan | Perbanyakan tanaman dengan media in vitro |
| Rantai makanan | Proses makan-memakan makhluk hidup |
| Bibit | Tanaman muda yang siap tanam |
| Hutan lindung | Hutan yang digunakan untuk memelihara dan melindungi keragaman mahluk hidup |
| Stek | Perkembangbiakan vegetatif melalui batang |
| Seleksi | Pemisahan atau pemilihan antara spesies yang unggul dengan yang kurang unggul |
| konservasi | Upaya manusia untuk melestarikan dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada |
| varietas | Tanaman yang memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat dibedakan dengan tanaman lain dalam satu spesies |
| Gene bank | Tempat penyimpanan gen yang dilakukan dalam freezer biasa bukan dalam ruang besar berpendingin. |
| Tanaman induk | Tanaman yang digunakan untuk membuat suatu varietas tanaman yang baru |
| Kebun raya | Kebun yang digunakan untuk mengkoleksi tanaman dari satu atau lebih negara |
| Kepunahan | Hilangnya kesempatan untuk memanfaatkan potensi sumber daya hayati |
| Galur | Keturunan tanaman hasil persilangan yang belum diresmikan/dikeluarkan oleh departemen pertanian |
| Kalus | Jaringan yang belum terdiferensiasi yang tumbuh secara aktif |
| Hibridisasi | Aktifitas persilangan dua induk tanaman |
| Plant dispersion | Penyebaran suatu tanaman secara umum yang cenderung bersifat alami |
| Plant propagation | Pembiakan tanaman yang pada dasarnya dapat berlangsung secara aseksual dan seksual |
G.H. Hardy dan W. Weinberg (1908) secara terpisah mengemukakan dasar-dasar yang terjadi dalam frekuensi gen dalam populasi. Prinsip tersebut berbentuk pernyataan toritis yang dikenal sebagai “Prinsip Ekuilibrium Hardy-Weinberg”. (Suryo.1984).
Proporsi gen dan genotip mesti lebih dahulu diketahui sebelum melaksanakan seleksi terhadap suatu populasi. Secara umum proporsi atau frekuensi gen yang diinginkan relatif kecil dan biasanya dinyatakan dengan simbol p, sedangkan frekuensi gen yang tidak diinginkan disimbolkan dengan q. Frekuensi gen ini biasanya dinyatakan dalam bentuk desimal dan jumlahnya sama dengan satu. Frekuensi gen dapat ditentukan dari frekuensi genotip yang terbentuk hasil kawin silang secara acak (random mating) tanaman-tanaman yang mengandung gen tersebut (M Nasir. 2001). Contoh dari frekuensi yang terbentuk adalah :
|
Genotip |
A1A1 |
A1A2 |
A2A2 |
|
Frekuensi |
p2 |
2pq |
q2 |
|
Jumlah Frekuensi |
p2+2pq+q2=1 atau (p+q)=1 |
||
Pada populasi besar frekuensi gen akan terjadi keseimbangan dari generasi ke generasi. Konsep keseimbangan ini dikenal sebagai hukum keseimbangan Hardy-Weinberg yang menyatakan bahwa bila tidak ada faktor-faktor yang berpengaruh pada suatu populasi dan populasi tersebut mengalami random mating secara terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya, frekuensi gen dan genotipnya tidak mengalami perubahan setelah satu kali random mating, populasi tersebut harus a large random mating population yaitu suatu populasi yang anggota individunya besar sekali dan perkawinannya terjadi secara acak dan tidak ada generasi yang tumpang tindih (M Mangoendidjojo, 2003)
Dalam ekspresi gen dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu :
1. sifat kualitatif
2. sifat kuantitatif
Pengelompokan sifat kualitatif lebih mudah dilakukan karena sebarannya discrete dan dapat dilihat secara tapak. Oleh karena itu dalam pengujian sifat kualitatif dapat menggunakan Chi-Squared Test. Berbeda dengan sifat kuantitatif yang memiliki ukuran tersendiri sulit untuk dikelompokkan dan untuk menganalisisnya digunakan analisis varian dan modifikasinya yaitu dengan asumsi P=G+E (P adalah fenotip, G adalah genotip dan E adalah lingkungan) (M Mangoendidjojo. 2003).















