Archive for September, 2009

pertanianku Indonesiaku

“Pertanian”

Merupakan citraan bagi bangsa kita sebagai bangsa agraria. Kata itu merupakan gambaran umum mengenai penggunaan lahan sebagai pertanaman ekonomis masyarakat. Saat ini di Indonesia pertanian memang tidak menjadi prioritas yang tinggi. Terbukti masih banyak orang yang malu bekerja dalam bidang pertanian.

Apakah kita bangga dengan hal itu?

Apakah kita harus biarkan itu terjadi?

Sebagian mungkin berkata “Ya” namun selama masih ada yang berkata “Tidak” maka pertanian masih punya harapan bangsa ini masih punya harapan. Banggalah kita sebagai negara agraris banggalah kita sebagai bangsa Indonesia.

(Artikel ini sebagai penyemangat bangsa untuk pertanianku dua artikel sebelumnya “GO INDONESIA GO REVOLUSI PERTANIAN” dan “Pelaut Saat Ini Boleh Jadi Petani merupakan gambaran umum bahwa kita masih punya peluang kita selalu punya harapan dan kita tidak boleh menyerah)

Tags: , ,

GO INDONESIA GO REVOLUSI PERTANIAN

Beragam hasil pertanian yang ada di Indonesia merupakan sebuah potensi besar untuk dipasarkan ke pasar Internasional. Berbagai tanaman yang ditanam di Indonesia memiliki potensi besar sebagai produk pertanian yang bermutu tinggi. Tanaman-tanaman herbal yang berpotensi sebagai berbagai obat seperti buah merah dan sarang semut yang asli tanam dari Papua.

*
Selain tanaman-tanaman sebagai obat tanaman-tanaman tahunan seperti pinus, karet, kayu hutan merupakan potensi pasar yang tinggi di pasar Internasional. Produk-produk pabrik besar seperti ban, parfum, dan cat merupakan produk yang bergantung pada hasil hutan. Karet yang dihasilkan di Indonesia telah mampu terserap oleh berbagai produsen ban terkenal di dunia. Olahan mentah dari getah pohon pinus yang biasa disebut gondorukem juga memiliki pangsa pasar tidak terbatas di pasar internasional, karena produk pertanian ini dipakai hampir di setiap produk dari cat, lem, tinta, kosmetik, parfum, sampai campuran bahan makanan. Meskipun di Indonesia memiliki hamparan pohon pinus yang sangat luas, namun tetap saja Indonesia belum mampu melayani permintaan pasar internasional.
*

Alternatif-alternatif yang mulai muncul saat ini juga merupakan potensi besar bagi pertanian Indonesia untuk melakukan revitalisasi pertanian. Berbagai bahan bakar nabati yang muncul akhir-akhir ini dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang disebabkan meningkatnya harga minyak di dunia dan pemanasan global atau global warming. Beragam hasil pertanian seperti singkong, merang, limbah jagung, nanas dan sagu merupakan bahan baku bioetanol yang dapat dicampurkan di Indonesia. Apabila pemerintah, pihak swasta dan petani mau bekerja sama menggantikan 5 % bensin dengan bioetanol maka Indonesia dapat menghemat US$D1,539 milyar atau setara dengan Rp 1,539 trilyun. Potensi ini juga merupakan potensi yang tidak terbatas selama kendaraan di dunia masih memakai bahan bakar minyak seperti bensin.

Tags: , ,

Pelaut Saat Ini Boleh Jadi Petani

“nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda berani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai”
Buat yang sudah pernah tk pasti sering dengar lagu ini kan. Lgu yang sangat familiar untuk anak-anak Indonesia. Anak-anak diajarkan lagu ini karena lagu ini telah mencerminkan sebagian besar keadaan Indonesia saat itu (waktu penciptaan lagu tapi gak tau kapan si tepatnya). Lagu ini mengisyaratkan tentang luasnya bentangan lautan di Indonesia sehingga potensi lautnya sangat besar.
*
Eittt stop ampe di situ di sini kita tidak membicarakan soal potensi dalam lautnya. Luasnya lautan Indonesia dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga secara otomatis Indonesia memiliki lautan yang luas. Banyaknya pulau-pulau itu menjadikan Indonesia memiliki potensi pantai yang sangat luas. Nah pantai pantai ini yang mau aku ceritakan bagaimana hebatnya pantai Indonesia.
*
Pantai merupakan batasan antara lautan dan daratan (bagi pulau kecil yang adanya cuman pantai jangan tersinggung ya). Singgungan antara lautan dan daratan ini menyebabkan dalam tanah pantai terkandung mineral-mineral laut. Seperti yang pernah kita dengar pantai mengandung banyak mineral laut yang sangat berguna bagi manusia (walaupun dalam kondisi mikro). Jadi tanah pantaipun mengandung mineral penting tubuh.
*
Tersedianya mineral dalam tanah pantai bukan berarti kita harus memakan tanah pantai. Namun ada beberapa alternatif yang menantang untuk kita kaji.
1. cara pertama dengan mengisolasi tanah dan mineral agar terpisah. Ini cara efektif agar mendapatkan mineral yang dimaksud. Namun cara ini sangat mahal dan butuh waktu relatif lama
2. cara ke dua tanah dilarutkan dan mineral dalam larutan diteliti untuk di ambil substrat pentingnya saja
3. cara terakhir (yang baru terpikir, mungkin ntar ada cara lain) menginduksi mineral ke dalam tanah.
Induksi mineral ke tanaman dengan menyerap mineral pada tanaman menjadikan tanaman tersebut terkndung banyak mineral pantai. Ingat tidak gula di pantai cenderung tidak semanis gula di gunung. Hal tersebut dikarenakan adanya mineral lain dalam nira kelapa. So potensi pantai ternyata tidak lebih rendah dari lautannya jadi bisa kita manfaatkan suatu saat. Jadi nyanyian diatas bisa diganti seperti ini lho
**
“Diri ku kuni pecinta pantai
gemar mengarung pinggiran samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
angin bertiup semerbak di pantai
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda berani bangkit sekarang
ke pantai kita beramai-ramai”
(buat penciptanya saya mohon maaf sebesar-besarnya telah merubah lirik lagunya)

Tags: , ,

BT ga bisa posting blog gara2 koneksi pelannnn

duh lama banget ni baru posting lagi. padahal dah kepengin banget posting lagi di blog ni. apa boleh buat menjelang lebaran kayaknya koneksi internet lambat banget jadi males posting. ga papa deh yang penting bisa jalan terus………….

Tags:

Tentang Suhu

“Waaa dingin sekali di puncak guning himalaya ini, padahal lebih deket ke matahari napa ya?”

pertanyaan itu memang aneh. tetapi ada penjelasan ilmiah untuk itu. Temperatur atau suhu di setiap wilayah dapat berbeda-beda. Bahkan di Indonesia sendiri sangat beragam sekali suhu. Temperatur Purwokerto dan di Jakarta pun berbeda suhu. Banyak faktor yang menyebabkan perbedaan itu terjadi.

Secara global (tidak meliputi iklim mikro) yang berpengaruh pada suhu ada dua hal. Pertama adalah ketinggian tempat. Ketinggian tempat yang berbeda menjadikan kerapatan udara berbeda juga. Semakin tinggi tempat semakin jarang pula komponen udaranya (ingat para penerbang memerlukan oksigen tambahan karena di atas oksigen sangat kecil). Partikel udara merupakan salah satu penyerap suhu (berbeda partikel udara berbeda kemampuan penyerapan, pad lapisan tertentu terdapat partikel udara yang rapat sehingga lebih panas dari daerah bawahnya), semakin jarang partikel udara semakin rendah suhunya. Hal tersebutlah yang menjadikan suhu di puncak gunung lebih rendah dibanding suhu di pantai (meskipun lebih dekat ke matahari namun itu tak seberapa).

Hal kedua yang membuat perbedaan suhu secara global adalah kemiringan. Hal ini yang menjadi dasar kenapa di khatulistiwa bisa lebih tinggi suhunya dibanding di daerah lain (berbeda pada musim summer, musim ini memang lebih panas hal itu karena lamanya penyinaran matahari saja artikel tentang ini menyusul). Seperti yang kita ketahui bumi kita bulat, daerah ter datar adalah khatulistiwa sehingga intensitas terbesar ada pada daerah ini. daerah di belahan utara dan selatan lebih miring sehingga cahaya yang diterima lebih sedikit pada akhirnya suhupun lebih rendah.

Tags: , ,

Padi dan Padi lagi

Pengembangan produksi padi di berbagai wilayah di Indonesia menuntut dikembangkannya berbagai studi mengenai peningkatan produksi padi baik secara kualitas maupun kuantitas. Program pemuliaan tanaman padi merupakan salah satu upaya peningkatan produksi padi. Beragamnya lingkungan di Indonesia merupakan salah satu tantangan bagi pemuliaan tanaman karena menjadikan penampilan pertumbuhan tanaman akan berbeda pada setiap lokasi yang berbeda. Perbedaan penampilan pertumbuhan tersebut dikarenakan adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan sehingga dalam program pemuliaan tanaman interaksi genotipe lingkungan ini sangat penting (Kustanto, 2009).
*

*
Pemahaman interaksi genotipe lingkungan sangat penting dalam perakitan varietas unggul karena dapat digunakan untuk mengukur stabilitas tanaman (Ambarwati dan Yudono, 2003). Stabilitas suatu genotipe tanaman muncul bergantung pada besarnya interaksi genotipe dan lingkungan. Tingginya tingkat kesulitan dalam mengukur interaksi tersebut menjadikan pengukuran stabilitas suatu genotipe menjadi sulit ditentukan padahal stabilitas suatu genotipe merupakan salah satu masalah utama bagi pemulia tanaman dalam menentukan suatu kutivar unggul (Totok, 2008).
Interaksi genotipe dan lingkungan menyebabkan adanya perbedaan respons tanaman pada beberapa kondisi lingkungan dapat diukur melalui beberapa metode dari para peneliti. Peneliti yang telah menganalisis metode tersebut antara lain adalah:
1. Finlay dan Wilkinson (1963)
2. Eberhart dan Russel (1966)
3. Perkins dan Jinks (1968)
Perhitungan nilai interaksi genotipe tersebut pada akhirnya dapat digunakan sebagai dasar penentuan genotipe unggul spesifik lokasi maupun kultivar unggul (Surati dan Chozin, 2007).
Interaksi genotipe dan lingkungan yang sangat kecil dapat mempermudah penentuan kultivar. Interaksi genotipe dan lingkungan yang kecil menyebabkan ranking hasil produksi akan sama disetiap wilayah. Tingginya interaksi genotipe dan lingkungan merupakan kebalikan dari hal tersebut. Penentuan kultivar akan sulit karena ranking di suatu wilayah dapat sangat berbeda dengan wilayah yang lain. Perhitungan interaksi genotip dan lingkungan yang telah ada digunakan sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan mengenai galur-galur stabil yang ada dalam pengujian.

Tags: , , , , , , , ,