<Penulis di ladang perakitan jagung hibrida <foe on the farm>>
Pengembangan produksi jagung di berbagai wilayah di Indonesia menuntut dikembangkannya berbagai studi mengenai peningkatan produksi jagung baik secara kualitas maupun kuantitas. Program pemuliaan tanaman jagung merupakan salah satu upaya peningkatan produksi jagung. Beragamnya lingkungan di Indonesia merupakan salah satu tantangan bagi pemuliaan tanaman karena menjadikan penampilan pertumbuhan tanaman akan berbeda pada setiap lokasi yang berbeda. Perbedaan penampilan pertumbuhan tersebut dikarenakan adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan sehingga dalam program pemuliaan tanaman interaksi genotipe lingkungan ini sangat penting (Kustanto, 2009).
Tipe hibrida mempunyai potensi hasil yang lebih tinggi daripada tipe bersari bebas, karena hibrida memiliki gen-gen dominan yang mampu untuk memberi hasil tinggi. Hibrida dikembangkan berdasarkan adanya gejala hybrid vigor atau heterosis dengan menggunakan galur tanaman generasi F1 sebagai tanaman produksi. Oleh karena itu benih hibrida selalu dibuat ataupun diperbaharui untuk mendapatkan generasi F1.
Penggunaan tipe hibrida selain meningkatkan hasil, jagung hibrida juga memberikan beberapa keuntungan lain yaitu lebih toleran terhadap hama penyakit, lebih tanggap terhadap pemupukan, pertanaman dan tongkol lebih seragam, di samping itu jumlah biji lebih banyak dan lebih berat.
Namun demikian, kondisi lingkungan untuk pertanaman jagung sangat bervariasi dari waktu ke waktu dan beragam pada berbagai lokasi, sedang tipe hibrida sangat peka terhadap lingkungan tumbuhnya. Soemartono (1995) mengatakan bahwa untuk memperbaiki atau mengembangkan genotipe tanaman agar tahan terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan dapat dilakukan dengan introduksi tanaman budidaya baru atau mengembangkan varietas tahan.
Tipe hibrida yang dikembangkan, sebagian di dalam negeri, sebagian diintroduksi dan ini salah satu cara memperbanyak plasmanutfah. Sebelum dikembangkan, introduksi harus mengalami evaluasi potensi hasil dan daya adaptasinya dibandingkan dengan tipe hibrida yang ada.