pertanian di indonesia masih menjadi pencaharian utama bagi masyarakat. pertanian yang diartikan di sini adalah pertanian dalam ari luas yang mencakup pertanian pertanaman, peternakan, perikanan dan perkebunan.
secara nyata pekerjaan bertani memang lebih mengeluarkan keringat. tenaga kerja di pertanian. Namun hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Perhatian pemerintah terhadap bidang ini pun tidak sedikit. Kucuran dana bidang pertanian dapat dikatan besar. Akan tetapi beberapa pihak ada yang berpendapat dana tersebut kurang lah atau terkadang terlambat di sebarkan. Siapa yang salah di sini bukan itu bahasannya.
Kita sekarang tidak akan membicarakan mengenai peran pemerintah, anggaplah kita memiliki pemerintah yang sempurna. Apakah dengan pemerintah sempurna dan cara masyarakat “bertani” saat ini sudah cukup?.
TIDAK
Mungkin kita perlu menengok dari jendela negara lain. Kita memiliki musim yang sempurna, tanah ideal, keanekaragaman organisme baik dari tingkat rendah sampai yang tertinggi, kita punya sinar yang terus ada 12 jam sehari….
Itu adalah kesempurnaan kita di negara agraris ini. Tapi apa itu cukup agar pertanian dita sukses. Kita tengok Swiss sebagai penghasil cokelat terbaik. Buah buahan kita kalah dari Thailand padahal sumber plasma nutfah kita lebih banyak. Sebenarnya apa yang melatarbelakangi terpuruknya pertanian Indonesia lebih tidak berkembang dibandingkan negara lainnya.
Satu pemahaman saya selama ini bergelut di bidang pertanian adalah kurang bonafitnya pekerjaan pertanian di Indonesia. Coba bila seseorang ditawari menjadi penjaga konter dan bertani. 75 persen lebih memilih tidak untuk bertani. Kurangnya minat masyarakat menyebabkan lemahnya perkembangan pertanian di negara kita. Bagaimana memperbaiki, itu adalah tugas kita bersama apakah kita mau memperbaiki yang ada atau pun mau maju dengan meninggalkan apa yang telah rusak.