10 Jan 2010 @ 8:18 PM 

Pengertian Persilangan Diallel

Skema table n2 biasa digunakan untuk melakukan pengujian pengaruh sifat-sifat yang ada pada beberapa genotype sehingga dapat ditunjukkan pada generasi F1 ataupun F2 nya. Skema tersebut biasanya disebut dengan persilangan dialel. (B. I Hayman)

Persilangan diallel terdiri dari dua jenis yaitu : persilangan diallel penuh dan parsial. Persilangan parsial masih dapat dibagi lagi menjadi persilangan diallel parsial dengan selfing maupun tanpa selfing. Persilangan penuh digunakan bila diduga ada pengaruh maternal.

Berikut adalah skema persilangan diallel :

Diallel Penuh

a b c d e

a a x a a x b a x c a x d a x e

b b x a b x b b x c b x d b x e

c c x a c x b c x c c x d c x e

d d x a d x b d x c d x d d x e

e e x a e x b e x c e x d e x e

Dialel Parsial

Partial Diallel dengan selfing

a b c d e

a a x a

b b x a b x b

c c x a c x b c x c

d d x a d x b d x c d x d

e e x a e x b e x c e x d e x e

Partial Diallel tanpa selfing

a b c d e

a

b b x a

c c x a c x b

d d x a d x b d x c

e e x a e x b e x c e x d

Griffing

Griffing melihat adanya penurunan sifat-sifat kuantitatif pada suatu tanaman membuat beliau menjadikan rata-rata frekuensi rekombinan harus tidak pasti, antara lebih tinggi atau lebih rendah dari limit yang didapatkan masing-masing pada model indek dan modified noninterference. Griffing dalam melakukan percobaannya memerlukan persilangan diallel penuh yaitu:

1. inbreed tetua itu sendiri

2. persilangan antar induk

3. resiprikal persilangan 2

B.I. Hayman

Hayman pada 1954 menguji hipotesisnya berupa adanya kesalahan perhitungan Mendel dan galton disebabkan karena:

1. segregasi diploid

2. tidak ada perbedaan resiprokal

3. pemunculan fenotip gen-gen yang tidak sealel dan yang ada di persilangan diallel

4. tidak ada pembelahan diallel

5. induk yang homosigus

6. gen-gen secara bebes terdistribusi pada tetua.

Beberapa uji hasil statistik pada gangguan yang sama, menunjukkan proses analisis utama untuk menilai variasi genetik pada dua tetua dan studi yang spesifik, tentang varietal dan mean heteroses. Ketidaksahan uji pada pengujian heterosis yang spesifik sama dengan tidak adanya dominansi. Pengujian kesetaraan pada variasi heterosis tetua yang terjadi pada kelompok sesuai dengan uji hipotesis pada frekuensi gen yang lain. Tidak sesuainya hipotesis yang terjadi berarti tidak terdapat sifat heterosis yang dominan.

Posted By: fuad nur azis
Last Edit: 10 Jan 2010 @ 08:18 PM

EmailPermalinkComments (2)
Tags
 05 Jan 2010 @ 9:08 AM 

no

bahan

Pemuliaan

Pemakaian (gr)

Harga @ gr

total

1

KNO3 9,5 Rp        258,00 Rp       2.451,00

2

NH4 NO3 8,25 Rp        294,00 Rp       2.425,50

3

CaCl2. 2H20 2,2 Rp        244,00 Rp          536,80

4

MgSO4.7H2O 1,85 Rp        268,00 Rp          495,80

5

KH2PO4 0,85 Rp        476,00 Rp          404,60

6

MnSO4.4H2O 2,23 Rp        268,00 Rp          597,64

7

Zn SC4.4N2O 8,64 Rp        308,00 Rp       2.661,12

8

H3BO3 0,62 Rp        286,00 Rp          177,32

9

KI 0,083 Rp        728,00 Rp             60,42

10

NaMoO4.5H2O 0,025 Rp    2.740,00 Rp             68,50

11

CuSO4.5H2O 0,0025 Rp        340,00 Rp               0,85

12

CoCl2.6H2O 0,0025 Rp    8.100,00 Rp             20,25

13

FeSO4.7H2O 2,78 Rp        286,00 Rp          795,08

14

NA2EDTA 3,73 Rp    1.590,00 Rp       5.930,70

15

Myo Inositol 1 Rp    3.060,00 Rp       3.060,00

16

Thiamine HCl 0,001 Rp    6.960,00 Rp               6,96

17

Nicotinic Acid 0,005 Rp    1.770,00 Rp               8,85

18

Phyridoxine HCl 0,005 Rp  16.800,00 Rp             84,00

19

Glycine 0,02 Rp        804,00 Rp             16,08

20

IAA 0,1 Rp  21.600,00 Rp       2.160,00

21

Agar-agar 40 Rp        214,29 Rp       8.571,43

22

HCl 400 Rp             41,20

23

NaOH 4 Rp        453,00 Rp       1.812,00

24

Sukrosa 150 Rp        210,00 Rp    31.500,00

25

Stok Kinetin 0,1 Rp        884,00 Rp             88,40

26

Aquadest 8 Rp    2.000,00 Rp    16.000,00

27

Dithane 1 Rp  40.000,00 Rp    40.000,00

total

Rp  119.974,50

di atas merupakan pembuatan stok dalam pembuatan media kultur jaringan

Posted By: fuad nur azis
Last Edit: 05 Jan 2010 @ 09:08 AM

EmailPermalinkComments (3)
Tags
Tags: ,
Categories: My Task
 14 Dec 2009 @ 12:16 PM 

Istilah

Pengertian

Reboisasi Penanaman kembali htan yang gundul
kultivar Varietas yang dibudidayakan
Rekayasa genetik Merubah atau merekayasa materi genetic  dari tanaman agar mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat yang kita inginkan
In-situ Pelestarian sumber daya hayati di habitat aslinya
Ek-situ Pelestarian sumberdaya hayati di luar habitat aslinya
populasi Kumpulan dari suatu individu dalam suatu tempat
Habitat Tempat hidup suatu populasi mh dalam suatu tempat
In-vitro Pengembangan tanaman di dalam ruangan tidak di lapang
Benih unggul Benih yang diketahui jelas asal tetuanya dan bersifat unggul
Pembiakan vegetatif Pembiakan secara tak kawin
Vegetasi Kumpulan tumbuh-tumbuhan di suatu wilayah
ekstensifikasi Peningkatan luas lahan
hidroponik Menanam tanpa menggunakan media tanah
Autogami Penyerbukan sendiri pada tanaman
pembiakan Proses mendapatkan individu baru
Toleran Suatu sifat tanaman yang tahan terhadap hama atau penyakit tertentu
Spesies Keragaman jenis makhluk hidup
Klon Hasil perkembangbiakan vegetatif
Kultur jaringan Perbanyakan tanaman dengan media in vitro
Rantai makanan Proses makan-memakan makhluk hidup
Bibit Tanaman muda yang siap tanam
Hutan lindung Hutan yang digunakan untuk memelihara dan melindungi  keragaman mahluk hidup
Stek Perkembangbiakan vegetatif melalui batang
Seleksi Pemisahan atau pemilihan antara spesies yang unggul dengan yang kurang unggul
konservasi Upaya manusia untuk melestarikan dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada
varietas Tanaman yang memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat dibedakan dengan tanaman lain dalam satu spesies
Gene bank Tempat penyimpanan gen yang dilakukan dalam freezer biasa bukan dalam ruang besar berpendingin.
Tanaman induk Tanaman yang digunakan untuk membuat suatu varietas tanaman yang baru
Kebun raya Kebun yang digunakan untuk mengkoleksi tanaman dari satu atau lebih negara
Kepunahan Hilangnya kesempatan untuk memanfaatkan potensi sumber daya hayati
Galur Keturunan tanaman hasil persilangan yang belum diresmikan/dikeluarkan oleh departemen pertanian
Kalus Jaringan yang belum terdiferensiasi yang tumbuh secara aktif
Hibridisasi Aktifitas persilangan dua induk tanaman
Plant dispersion Penyebaran suatu tanaman secara umum yang cenderung bersifat alami
Plant propagation Pembiakan tanaman yang pada dasarnya dapat berlangsung secara aseksual dan seksual
Posted By: fuad nur azis
Last Edit: 11 Dec 2009 @ 12:25 PM

EmailPermalinkComments (1)
Tags
 13 Dec 2009 @ 12:13 PM 

G.H. Hardy dan W. Weinberg (1908) secara terpisah mengemukakan dasar-dasar yang terjadi dalam frekuensi gen dalam populasi. Prinsip tersebut berbentuk pernyataan toritis yang dikenal sebagai “Prinsip Ekuilibrium Hardy-Weinberg”. (Suryo.1984).

Proporsi gen dan genotip mesti lebih dahulu diketahui sebelum melaksanakan seleksi terhadap suatu populasi. Secara umum proporsi atau frekuensi gen yang diinginkan relatif kecil dan biasanya dinyatakan dengan simbol p, sedangkan frekuensi gen yang tidak diinginkan disimbolkan dengan q. Frekuensi gen ini biasanya dinyatakan dalam bentuk desimal dan jumlahnya sama dengan satu. Frekuensi gen dapat ditentukan dari frekuensi genotip yang terbentuk hasil kawin silang secara acak (random mating) tanaman-tanaman yang mengandung gen tersebut (M Nasir. 2001). Contoh dari frekuensi yang terbentuk adalah :

Genotip

A1A1

A1A2

A2A2

Frekuensi

p2

2pq

q2

Jumlah Frekuensi

p2+2pq+q2=1 atau (p+q)=1

Pada populasi besar frekuensi gen akan terjadi keseimbangan dari generasi ke generasi. Konsep keseimbangan ini dikenal sebagai hukum keseimbangan Hardy-Weinberg yang menyatakan bahwa bila tidak ada faktor-faktor yang berpengaruh pada suatu populasi dan populasi tersebut mengalami random mating secara terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya, frekuensi gen dan genotipnya tidak mengalami perubahan setelah satu kali random mating, populasi tersebut harus a large random mating population yaitu suatu populasi yang anggota individunya besar sekali dan perkawinannya terjadi secara acak dan tidak ada generasi yang tumpang tindih (M Mangoendidjojo, 2003)

Dalam ekspresi gen dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu :

1. sifat kualitatif

2. sifat kuantitatif

Pengelompokan sifat kualitatif lebih mudah dilakukan karena sebarannya discrete dan dapat dilihat secara tapak. Oleh karena itu dalam pengujian sifat kualitatif dapat menggunakan Chi-Squared Test. Berbeda dengan sifat kuantitatif yang memiliki ukuran tersendiri sulit untuk dikelompokkan dan untuk menganalisisnya digunakan analisis varian dan modifikasinya yaitu dengan asumsi P=G+E (P adalah fenotip, G adalah genotip dan E adalah lingkungan) (M Mangoendidjojo. 2003).

Posted By: fuad nur azis
Last Edit: 13 Dec 2009 @ 01:28 PM

EmailPermalinkComments (0)
Tags
 12 Dec 2009 @ 5:08 AM 

Hukum Mendel telah menjelaskan bagaimana suatu keturunan memiliki perbandingan perbandingan tertentu. Dalam perkawinan monohibrid, dihibrid maupun polihibrid dapat dijelaskan perbandingan yang terjadi pada F1 dan F2 yang ada.

Perbandingan itu terkadang tidak sesui dengan yang kita lakukan. Untuk itulah perlu sebuah evaluasi untuk mengetahui kebenaran hukum mendel yang berlaku pada perkawinan yang kita lakukan. Uji yang bisa kita lakuakan adalah tes X2 atau disebut tes Chi Square (dari bahasa inggris Chi-Square test).(Suryo.1984)

Mendel menyatakan adanya pemisahan gen yang sealel (Hukum Mendel I atau The Law of Segregation)bahwa gen-gen dari sepasang alel memisah secara bebas ketika berlangsung pembelahan reduksi (meiosis) pada waktu pembentukan gamet (Hukum Mendel II atau The Law of Assortment of Genes) yang menyebabkan rasio fenotip 9:3:3:1. Namun dalam kenyataannya perkawinan heterozigot tidak memiliki rasio tersebut. Salah satu penyimpangan itu adalah interaksi gen, yaitu pengaruh satu alel terhadap alel yang lain pada lokus yang sama dan juga pengaruh satu gen terhadap gen pada lokus lain. Hal ini menyebabkan timbulnya keragaman nisbah genetika Mendel. (Crowder 1990)

Penyimpangan lain dari Hukum Mendel yaitu epistasis yang terdiri antara lain :

a. Epistasis dominan (perbandingan 12 : 3 : 1)

b. Epistasis resesip (modifying gen) (perbandingan 9 : 3 : 4)

c. Epistasis dominan resesip (Inhibiting gen) (perbandingan 13 : 3)

d. Epistasis dominan duplikat (polimeri) (perbandingan 15 : 1)

e. Epistasis resesip duplikat (Complementary factor) (perbandingan 9 : 7)

f. Gen duplikat dengan efek kumulatip (perbandingan 9 : 6 :1)

(Suryo.1984)

Dalam tes Chi Square akan dibandingkan antara kemungkinan yang kita inginkan dengan hasil observasi yang kita lakukan. Menrut BR Friden.2001 “We wnt to know whethe rthe observed are consist with the presumed. If they are not, we call experiment ‘interisting’ or ‘significant’ ”. Untuk itulah dengan tes Chi Square kita dapat memastikan kebenaran Hukum Mendel dengan perkawinan yang telah kita lakukan, selama hasil yang kita peroleh masih signifikan.

Penyelidikan oleh para ahli statistik menyatakan apabila yang didapat dari perhitungan terletak di bawah kolom nilai 0,05 atau kurang dari itu berarti faktor kebetulan yang berpengaruh terhadap percobaan hanyalah 5% atau kurang. Apabila nilai Chi Square yang didapat dibawah nilai tersebut dapat dikatakan bahwa nilai yang didapat adalah signifikan atau berarti. (Suryo.1984)

Rumus uji Chi Square diperoleh K. Person, yang diperlukan untuk mengetahui fenotip praktis yang dapat dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan rasio fenotip teoritis (Yatim, 1983). Biasanya tes Chi Square digunakan untuk menduga besarnya heritabilitas yang terjadi secara kualitatif. Sesuai Amris Makmur.1988 karakter kualitatif memiliki ciri :

1. Cara membedakan fenotipnya tidak diukur secara gradual (diberi skala)

2. Pegaruh lingkungan sedikit atau tidak ada

3. Sebarannya diskrit dapat diuji dengan tes Chi Square

4. Seleksi dengan observasi bukan dengan statistik

5. Jumlah gen yang mengendalikan sedikit

Posted By: fuad nur azis
Last Edit: 11 Dec 2009 @ 12:12 PM

EmailPermalinkComments (0)
Tags
Change Theme...
  • Users » 2153
  • Posts/Pages » 59
  • Comments » 87
Change Theme...
  • VoidVoid « Default
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

BlogWalking



    No Child Pages.

Penulis



    No Child Pages.