Penjelasan Mengenai Penyimpangan Hukum Mendel

Hukum Mendel telah menjelaskan bagaimana suatu keturunan memiliki perbandingan perbandingan tertentu. Dalam perkawinan monohibrid, dihibrid maupun polihibrid dapat dijelaskan perbandingan yang terjadi pada F1 dan F2 yang ada.

Perbandingan itu terkadang tidak sesui dengan yang kita lakukan. Untuk itulah perlu sebuah evaluasi untuk mengetahui kebenaran hukum mendel yang berlaku pada perkawinan yang kita lakukan. Uji yang bisa kita lakuakan adalah tes X2 atau disebut tes Chi Square (dari bahasa inggris Chi-Square test).(Suryo.1984)

Mendel menyatakan adanya pemisahan gen yang sealel (Hukum Mendel I atau The Law of Segregation)bahwa gen-gen dari sepasang alel memisah secara bebas ketika berlangsung pembelahan reduksi (meiosis) pada waktu pembentukan gamet (Hukum Mendel II atau The Law of Assortment of Genes) yang menyebabkan rasio fenotip 9:3:3:1. Namun dalam kenyataannya perkawinan heterozigot tidak memiliki rasio tersebut. Salah satu penyimpangan itu adalah interaksi gen, yaitu pengaruh satu alel terhadap alel yang lain pada lokus yang sama dan juga pengaruh satu gen terhadap gen pada lokus lain. Hal ini menyebabkan timbulnya keragaman nisbah genetika Mendel. (Crowder 1990)

Penyimpangan lain dari Hukum Mendel yaitu epistasis yang terdiri antara lain :

a. Epistasis dominan (perbandingan 12 : 3 : 1)

b. Epistasis resesip (modifying gen) (perbandingan 9 : 3 : 4)

c. Epistasis dominan resesip (Inhibiting gen) (perbandingan 13 : 3)

d. Epistasis dominan duplikat (polimeri) (perbandingan 15 : 1)

e. Epistasis resesip duplikat (Complementary factor) (perbandingan 9 : 7)

f. Gen duplikat dengan efek kumulatip (perbandingan 9 : 6 :1)

(Suryo.1984)

Dalam tes Chi Square akan dibandingkan antara kemungkinan yang kita inginkan dengan hasil observasi yang kita lakukan. Menrut BR Friden.2001 “We wnt to know whethe rthe observed are consist with the presumed. If they are not, we call experiment ‘interisting’ or ‘significant’ ”. Untuk itulah dengan tes Chi Square kita dapat memastikan kebenaran Hukum Mendel dengan perkawinan yang telah kita lakukan, selama hasil yang kita peroleh masih signifikan.

Penyelidikan oleh para ahli statistik menyatakan apabila yang didapat dari perhitungan terletak di bawah kolom nilai 0,05 atau kurang dari itu berarti faktor kebetulan yang berpengaruh terhadap percobaan hanyalah 5% atau kurang. Apabila nilai Chi Square yang didapat dibawah nilai tersebut dapat dikatakan bahwa nilai yang didapat adalah signifikan atau berarti. (Suryo.1984)

Rumus uji Chi Square diperoleh K. Person, yang diperlukan untuk mengetahui fenotip praktis yang dapat dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan rasio fenotip teoritis (Yatim, 1983). Biasanya tes Chi Square digunakan untuk menduga besarnya heritabilitas yang terjadi secara kualitatif. Sesuai Amris Makmur.1988 karakter kualitatif memiliki ciri :

1. Cara membedakan fenotipnya tidak diukur secara gradual (diberi skala)

2. Pegaruh lingkungan sedikit atau tidak ada

3. Sebarannya diskrit dapat diuji dengan tes Chi Square

4. Seleksi dengan observasi bukan dengan statistik

5. Jumlah gen yang mengendalikan sedikit

Tags: , , ,

Ilmu-ilmu Pertanian Menolak Teori Maltus

Hasil tanaman merupakan pokok dari kebutuhan hidup manusia. Meninjau asal usul dari semua barang-barang yang ada di dunia ini tidak akan terlepas dengan adanya hasil tanaman. Daging, ikan, meja, kursi, kertas, plastik dan berbagai macam benda non mineral (seperti batu, nitrogen, magnesium dan sebagainya) berdasar akan bahan tanaman. Plastik berasal dari polimer minyak bumi yang berasal dari jasad renik dimana renik/mikroba purba ini memperoleh energi dari pelapukan tanaman. Begitu pula dengan barang lainnya yang memang berasal dari tanaman. Meskipun demikian ada beberapa barang yang memang bukan berasal dari tanaman yaitu mineral (sumber dari sumber penyusun). Mineral memang sulit dirubah kecuali dengan energi nuklir. Barang barang yang berasal dari mineral seperti batu, gas mineral, larutan dan sebagainya bukan berasal dari tanaman. Akan tetapi perlu diingat mineral di manfaatkan tanaman untuk melangsungkan hidupnya. Jadi dapat dikatakan mineral juga memiliki keeratan tersendiri dengan tanaman.

*********

Terlepas dari mineral dan tanaman, hasil tanaman yang menjadi fokus manusia adalah hasil tanaman untuk bahan tanam. Pangan yang secara langsung dan tidak langsung berasal dari tanaman (kecuali yang terbuat dari mineral alami) menjadi tolak ukur kemakmuran suatu kehidupan. Bayangkan saja, tanpa adanya pangan bagaimana manusia dapat hidup.

*********

Suatu ramalan pernah dikemukakan oleh salah seorang ilmuan terkenal bernama Maltus bahwa bangsa Inggris akan mengalami kepunahan pada pertengahan abad 19 dikarenakan kekurangan pangan. Ramalan maltus itu didasarkan Maltus pada teori pertambahan penduduk yang tidak seimbang dengan pertambahan kesediaan bahan pangan. Tetapi apa yang diramalkan oleh Maltus tidaklah benar secara mutlak. Seperti yang kita ketahui saat ini kebutuhan pangan di dunia masih bisa dikatakan cukup (walau terkadang ada yang kelaparan). Hal ini dapat disebabkan oleh dua faktor ini:

  1. Rendahnya keinginan manusia untuk mendapat banyak keturunan
  2. Meningkatnya hasil produksi tanaman pangan

rendahnya keinginan manusia untuk mendapat keturunan banyak lebih didasari dengan tingkatan ekonomi di masyarakat. Apalagi pemerintah di seluruh dunia mendukung hal tersebut. Peningkatan produksi yang terjadi di dunia pada era revolusi hijau memang luar biasa. Bisa dikatakan produktivitas pangan meningkat berkalilipat.

*********

Peningkatan ini tidak lepas dengan peningkatan teknologi di bidang pertanian. Ada tiga teknologi pertanian yang mendominasi peningkatan hasil tersebut. Ketiga hal tersebut adalah:

  1. Munculnya varietas unggul baru dan munculnya teknologi hibrida
  2. Tingginya teknologi manipulasi lingkungan baik tanah, hama penyakit, agroklimat dan lain sebagainya
  3. Alih penggunaan mesin-mesin industri menjadi mesin mesin pertanian.

Teknologi manipulasi lingkungan merupakan teknologi agar tanaman mampu memproduksi secara maksimal sesuai potensi tanaman tersebut. Pemupukan, pestisida dan pengolahan serta pemeliharaan yang tepat pada era tersebut mendongkrak naiknya hasil per satuan luas. Selain hal itu didukung pula perbaikan materi genetiknya berupa muncul varietas unggul baru (produksi tinggi) dan varietas hibrida (terutama jagung sebagai pakan ternak utama saat itu). Munculnya jenis baru tersebut menjadikan potensi hasil meningkat. Ketika dua hal tersebut diterapkan maka produksi pangan dunia benar-benar terdongkrak. Penggunaan mesinpun tidak kalah pentingnya, hal tersebut karena dengan adanya mesin pertanian proses pengolahan dapat dilakukan dalam areal luas serta mengurangi kehilangan hasil yang besar.

Tags: , ,

Merubah Dunia Pertanian di Masyarakat Dengan Internet

Kali ini kita akan mengulas mengenai sistem pembelajaran pertanian di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan Negara Agraris dimana dari sabang sampai merauke kepulauan di Indonesia memiliki kondisi tanah yang subur. Banyak sekali peluang di negara ini yang musti di gali. Penggalian ilmu pengetahuan pertanian terus dikaji mendalam oleh berbagai instansi pendidikan formal dan nonformal.

Pendalaman ilmu pertanian merupakan pendalaman ilmu yang cukup sulit sama halnya dengan ilmu-ilmu hayati lainnya seperti biologi, peternakan, lingkungan, perikanan dan kelautan serta ilmu hayati lainnya. Hal tersebut dikarenakan ilmu pertanian dan ilmu hayati lainnya merupakan ilmu yang berhubungan langsung dengan alam. Perubahan sedikit di alam menjadikan ilmu pertanian harus dikaji ulang. Apalagi saat ini isu global warming sedang banyak di pantau karena kondisi yang khawatirkan.

Kondisi-kondisi tersebut menjadikan ilmu pertanian harus up to date dengan berita yang ada. Sitem pengkajian ilmu pertanian yang digunakan oleh universitas-universitas di Indonesia sebelum era internet di mulai sudah tidak dapat digunakan lagi. Arus informasi cepat sangat dibutuhkan dalam mempelajari ilmu pertanian.

Dukungan jaringan dunia berupa internet merupakan salah satu media bagi pengkajian informasi teknologi. Dalam pendidikan ilmu pertanian dan ilmu hayati internet membantu masyarakat ilmiah (mahasiswa, dosen dan peneliti) dalam mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi iklim, kondisi politik pertanian, kondisi alam, penemuan baru dan berbagai informasi baru yang memang harus diketahui oleh kita sebagai warga ilmiah. jurnal-jurnal ilmiah pun kini tidak lepas dari internet. Mereka lebih menyukai publikasi lewat internet karena lebih hemat dan tepat sasaran sehingga para pelajar dan peneliti yang membutuhkan info tersebut dapat langsung mengaksesnya tanpa adanya kesulitan.

Pengembangan internet sangat pesat. Penggunaannya pun saat ini telah masuk hingga titik terkecil di ilmu pengetahuan. Masyarakat biasa kini dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai informasi pertanian melalui media internet yang disediakan. Bahkan masyarakat yang sebenarnya tidak berniat mencari informasi mengenai pertanian pun terkadang menjadi tahu karena informasi ini masuk melalui media internet yang menyenangkan seperti blog, facebook, purk, twitter dan iklan iklan yang ada. Sebagai contoh nyata adalah adanya kesadaran masyarakat terhadap aktivitas Go Green. Aktivitas yang mendukung lingkungan menjadi jiwa bagi setiap masyarakat, hal tersebut dikarenakan pengetahuan mengenai global warming ada di setiap website bahkan di jejaring sosial. Saat ini sedang berkembang isu masyarakat organik. Masyarakat organik ini timbul akibat adanya pendidikan mengenai kebaikan dan nilai lebih produk-produk organik yang diajarkan oleh beberapa blog-blog baik dari dalam dan dari luar.

Sebenarnya tidak hanya pendidikan mengenai ilmu pertanian dan ilmu hayati saja yang bisa memanfaatkan internet sebagai mediator pembelajaran bagi masyarakat. Semua ilmupun bisa tinggal penerapannya. Saat ini istilah yang cocok untuk pendidikan di internet adalah:

“Mau Merubah Dunia? Sebarkan Pengetahuanmu di Sini di Dunia Maya Tempat Berkumpulnya Informasimu”

Tags: ,

Daerah Asal Tanaman

Pusat asal tanaman merupakan hal yang sangat menarik untuk dikaji. suatu jenis tanaman memiliki daerah asal masing-masing dimana ketika kita ingin memperoleh sumber gennya kita bisa meluncur ke pusat asal tanamannya coz disana banyak banget jenis tanaman tersebut. Berikut adalah beberapa pusat asat untuk sebagian tanaman:

  1. Pusat asal Cina : kedelai, buncis, sawi, jeruk bayi, wijen, dan teh
  2. Pusat asal india : padi, kacang panjang, terong, lobak, talas, mentinun, kapas dan lada.
  3. Read the rest of this entry »

    Tags: ,

Istilah Umum untuk Pemuliaan Tanaman

Istilah istilah ini merupakan proses atau kejadian yang perlu diketahui dalam Pemuliaan Tanaman.

  1. Linkage adalah kecenderungan dua gen atau lebih untuk selalu dalam group atau kelompok pada pembentukkan gamet. Linkage terjadi karena dua gen atau lebih berada dalam satu kromosom. Hal-hal yang perli diperhatikan dalam linkage adalah :
  • · Untuk mendapatkan rekombinasi yang sama dengan rekombinasi pada pemisahan bebas diperlikan populasi F2 yang lebih banyan. Semakin kecil nilai crossing over (CO) maka semakin besar populasi yang diperlukan.
  • · Manguntungkan apabila yang linkage gen-gen (sifat-sifat) yang baik semua
  • · Menyulitkan apabila yang linkage gen (sifat) yang baik dengan sifat yang jelek.
  1. Sterilisasi yaitu ketidakmampuan suatu tanaman membentuk biji biasanya sebagai akibat persilangan antar spesies atau antar genus.
  2. Incompatibility adalah kegagalan dari tanaman denga serbuk sari dan bakal buahyang normal untuk membentuk biji dikarenakan hambatan fisiologis sehingga pembuahan gagal.
  3. Mandul Jantan tanaman yang bunga jantanya tidak mampu menghasilkan serbuk sari atau tidak mampu membuahi bunga betinanya.
  4. Mutasi Buatan dapat memperbesar variasi genetik sehingga keragaman populasi meningkat dan pemulia tanaman dapat memilih genotip yang sesuai dengan harapan.
  5. Poliploidi adalah suatu kondisi dimana individu mempunyai kromosom (set genome) pada sel-sel somatik lebih dari dua. Poliploidi bisa berasal dari penggandaan kromosom set dari spesies tunggal dan ini disebut autoploidi, dapat juga berasal dari kombinasi set kromosom dari dua atau lebih spesies tanaman dan ini disebut alloploidi. Suatu alloploidi dimana kombinasi komplemen kromosom dari kedua spesies ditunjukkan untuk membentuk spesies hibrid yang fertil disebut amphliploidi.
  6. Sifat kualitatif dan kuantitatif, sifat kualitatif adalah sifat yang secara kualitatif berbeda sehingga mudah dikelompokkan dan biasanya dinyatakan dalam kategori. Sifat ini yang menjadi objek penelitian Mendel sehingga tercipta hukumnya yang terkenal itu. Sedangkan sifat kuantitatif seperti produksi, kadar protein, dan kualitas. Perintis genetika kuantitatif adalah Fisher (1918), dengan memperkenalkan rumus P = G + E, dimana P adalah fenotipe, G komponen genetik, E penyimpangan lingkungan.

Tags:

Dukung Revitalisasi Pertanian Indonesia

Ditulis untuk mengikuti : Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC
Hantaman krisis yang terus menekan Indonesia memaksa kita agar dilakukan perbaikan ekonomi di segala bidang. Sebagai negeri agraris Indonesia melakukan revitalisasi pertanian merupakan salah satu langkah yang sangat tepat untuk mengokohkan perekonomian Indonesia. Revitalisasi pertanian berarti menguatkan kondisi pertanian yang merupakan sektor vital dengan mempertinggi prioritas sehingga hasilnya lebih optimal.


Lemahnya sektor pertanian saat ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adanya kendala pemasaran hasil pertanian yang menyebabkan kerugian pada pihak petani. Kendala itu mengurangi kinerja petani sehingga banyak petani yang menjual lahannya untuk dibangun sektor industri dan pemukiman. Oleh sebab itulah revitalisasi pertanian sangat diperlukan. Salah satu upaya untuk merevitalisasi pertanian adalah dengan memperbaiki pemasaran hasil pertanian.


Saat ini pemerintah hanya fokus pada target produksi saja. Mereka merasa berhasil apabila target produksi telah tercapai. Sebenarnya telah dipahami bahwa pemberdayaan masyarakat juga memerlukan pendekatan non teknis, namun aparat yang bertugas memberikan pelayanan belum didukung oleh metode kerja, Khusus untuk bahan pokok beras karena sifat sebagai barang publik interpensi pemerintah untuk menjamin penyediaannya sistem dan keterampilan operasional untuk melakukan pendekatan terhadap aspek sosial berdaya petani pada lokalita yang dibina oleh karena itu diperlukan cara pendekatan baru dalam pelaksanaan pembangunan yang menentukan pilihan usaha serta merespons kebutuhan pelayanan untuk mengembangkan usahanya. Sehingga pemberian subsidi harga input, kredit dan harga produk selama ini dijalankan tidak efektif dalam mengatasi ketidaksempurnaan atau kegagalan pasar.


Cara yang paling efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memperbaiki harga tawar produsen terhadap pedagang atau konsumen. Cara itu dapat memberikan dampak multifungsi yang akhirnya dapat menjadi kunci utama meningkatnya pendapatan petani sehingga revitalisasi pertanian dapat berhasil.


Sebelum masa industrialisasi, pertanian merupakan sektor utama bagi bangsa Indonesia. Bahkan pada Indonesia mampu melaksanakan swasembada beras. Namun mulai tahun 1970 Indonesia mulai melakukan industrialisasi, sehingga banyak lahan pertanian yang diubah menjadi pabrik-pabrik besar yang mencemari lingkungan sehingga dampaknya meluas sampai menurunkan produksi pertanian di wilayah sekitar.


Ditambah lagi dalam rangka perluasan usaha dan upaya meningkatkan komoditi ekspor non-migas, kehadiran industri pertanian bukannya menolong untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga petani, tetapi justru mendepak petani dari lahan pertaniannya; kehidupan petani makin marjinal, terpuruk, dan desa dengan demikian telah kehilangan kulturnya sebagai lahan pertanian. Kehabisan sumber tenaga manusia dalam mempertahankan diri dari ancaman masa industrialisasi. Di desa-desa mulai banyak muncul orang-orang yang haus akan tanah, merampas tanah milik rakyat dengan dalih pemberdayaan, pemerataan pembangunan dan pengembangan desa, industrialisasi pertanian, penciptaan lapangan kerja, dan bermacam-macam yang lainnya.


Hal ini berarti dan menyebabkan banyak keluarga petani desa yang dipaksa keluar dari sektor pertanian, kemudian mereka berduyun-duyun meninggalkan desa dan pindah ke kota-kota besar (urbanisasi) dan memasuki sektor-sektor kehidupan yang sama sekali baru atau alih profesi. Akibat arus urbanisasi ini proporsi penduduk yang tinggal di daerah perkotaan meningkat pesat, dari 22% tahun 1980 meningkat menjadi 31% tahun 1990. Selama Pelita I-IV (antara 1971-1990) jumlah penduduk perkotaan meningkat dua kali lipat, 4,43%. Di Jakarta saja misalnya, berdasarkan data Dinas Kependudukan DKI Jakarta (1996), diperkirakan 1.000 orang pendatang baru setiap hari memasuki Jakarta. Alasannya, tiada lagi yang dapat mereka kerjakan di desa dan dalam benaknya hanya Jakarta yang bisa memberikan harapan, menjadi tumpuan untuk membangun hari depan bagi dirinya dan anak cucu. Sayangnya mereka masuk Jakarta tanpa bekal pendidikan dan keterampilan yang memadai, dengan demikian sulit bagi mereka memasuki sektor-sektor modern yang lebih mensyaratkan (ijazah) pendidikan formal dan koneksi. Dengan demikian terpaksa mereka harus “rela” menjadi buruh murah di pabrik-pabrik industri atau memasuki sektor-sektor informal, dan tinggal berdesak-desakan di kantong-kantong pemukiman kumuh kota.


Hal tersebut bukan berarti pertanian tidak mempunyai masa depan sama sekali. Meskipun lahan pertanian menyempit dan masyarakat desa mulai pindah ke kota sehingga tidak ada tenaga kerja di desa, pertanian di Indonesia masih tetap dapat dijadikan pegangan hidup. Hal tersebut dikarenakan manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa hasil pertanian meskipun tidak secara langsung. Saat ini bukan hanya produk pertanian berupa bahan pokok makanan yang dapat dipakai pegangan bagi pertanian Indonesia, namun sayur-sayuran, buah musiman ataupun tahunan, bahkan tanaman yang sebenarnya tanaman liar di hutan kini dapat dijual sampai puluhan juta sebagai tanaman hias.


Meskipun telah dihantam oleh krisis pada tahun 1997 Ekspor hasil pertanian Indonesia tetap stabil bahkan meningkat meskipun diimbangi dengan meningkatnya impor hasil pertanian karena kebijakan pemerintah. Hal tersebut dapat dipakai sebagai landasan bahwa pertanian merupakan sektor yang dapat dijadikan sektor utama bagi negara Indonesia.


Indonesia adalah negara agraris ini poin utama kita mari dukung revitalisasi pertanian Indonesia.

Tags: , ,

Variability Make Progress Prinsip Dasar Bagi Pemuliaan Tanaman

Keberhasilan program pemuliaan tanaman dalam menyeleksi tanaman-tanaman yang mempunyai sifat unggul sangat ditentukan oleh keragaman (variasi) materi yang dipilih (diseleksi). Semakin tinggi keragaman variasi yang dipilih semakin mudah memilih tanaman yang baik (unggul). Terdapat variasi tanaman antar spesies ataupun Read the rest of this entry »

Tags: ,

Perakitan Tanaman dengan Teknik Hibridisasi

Padi merupakan tanaman utama yang telah dikonsumsi hampir setengah dari penduduk dunia, terutama di negara-negara asia. (Nanda, 1999). Produsen utama dunia (sekitar 90%) padi berasal dari negara asia karena pusat asal dari tanaman ini dari India (Sunarto, 1997), sehingga banyak sekali plasma nutfah yang tersebar di daerah sekitar India (Asia).

Padi Hibridisasi <Diklik untuk memperbesar>

Keragaman antara kelompok dalam spesies padi (Oryza sativa) mendukung program pemuliaan tanaman. Hal tersebut dikarenakan semakin banyak keragaman dalam suatu spesies semakin mudah bagi seorang pemuliaan tanaman untuk merakitnya. Bagi pemulia padi target yang saat ini sedang diinginkan antara lain:

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Perakitan Tanaman dengan Poliploidi “Cholchicine”

Fenotip atau sifat yang tampak dari suatu tanaman dipengaruhi oleh sifat atau susunan genetik dan lingkungan. Pengaruh yang besar dari lingkungan umumnya terlihat pada sifat-sifat kuantitatif seperti panjang akar, tinggi tanaman, lebar daun, dll. Ekspresi dari sifat-sifat kualitatif biasanya sangat kecil pengaruh dari lingkungan hal ini karena sifat kualittaif dikendalikan oleh gen sederhana (satu atau dua gen).

Pemuliaan tanaman adalah suatu ilmu bagiumana cara merubah susunan genetic genotip dari suatu tanaman sehingga lebih baik atau berharga. Metode dalam pemuliaan tanamn sangat beragam mulia dari yang konvensional dengan seleksi dan hibridissai sdamapi yang modern dengan rekayasa genetic dan kultur jaringan. Salah satu metode merubah sususnan genetic suatu tanaman adakah dengan melipat gandakan jumlah kromosom. Cara ini dilakukan dengan menambahkan alkaloid dari tanaman Cholcicum autummnale.

Colchicine (C22H25O6N) merupakan suatu alkaloid yang berasal dari umbi dan biji tanaman Autumn crocus atau cholcicum autumnale Linn yang termasuk dalam familia Liliaceae. Colchicine bersifat sebagai racun yang terutama pada tumbuhan memperlihatkan pengaruhnya pada nucleus yang sedang membelah. Larutan colchicine dengan konsentrasi yang kritis mencegah terbentuknya benang-benang spindle dari gelondong inti sehingga pemisahan kromosom pada anaphase dari mitosis tidak berlangsung dan menyebabkan penggandaan kromosom tanpa pembentukan dinding sel (Suryo, 1995).

Blakeslee menemukan kegunaan colchine pada tahun 1937. larutan colchicine digunakan pada jaringan meristematik untuk menginduksi penggandaan somatik (Nasir, 2001). Menurut Suryo (1995) fungsi colchicines yaitu untuk menghalang-halangi terbentuknya spindel (gelendong inti) pada mitosis. Colchicine bersifat racun, larut dalam air, merupakan alkaloid dan sangat aktif pada konsentrasi rendah. Pada mitosis, colchicine dapat memperjelas detil morfologi kromosom bahkan memungkinkan terjadinya poliploidi. Larutan colchicines dengan konsentrasi yang kritis mencegah terbentuknya benang-benang plasma dari gelendong inti (“spindel”) sehingga pemisahan kromosom pada anafase dari mitosis tidak berlangsung, dan menyebabkan penggandaan kromosom tanpa pembentukan dinding sel.

Menurut Nasir (2001), penggandaan kromosom dapat terjadi secara spontan atau buatan. Penggandaan buatan terjadi bila pada pembelahan sel kromosomnya juga mengganda, tetapi nukleusnya gagal mengganda sehingga membentuk inti dengan jumlah kromosom ganda. Bila penggandaan kromosom terjadi segera setelah pembuahan maka individu yang dihasilkan akan menjadi poliploid sempurna, sedangkan penggandaan pada tahap perkembangan lanjut hanya membentuk sektor poliploid saja. Bila penggandaan terjadi setelah meiosis maka pengurangan gamet akan terbentuk dan bila dibuahi dengan gamet normal maka akan terbentuk poliploid tidak berimbang.

Read the rest of this entry »

Tags: , , , ,

Kultur Jaringan

Kultur jaringam merupakan salah satu metode atau alat dalam bidang pertanian untuk melakukan perbanyakan tanaman. pada beberapa metode pemuliaan kultur jaringan menjadi alat penting untruk mengembangkan suatu varietas. Media yang sering di pakai dalam kultur jaringan adalah media MS. berikut adalah komponen media MS untuk kultur Jaringan dengan pembuatan stok solutionnya

No

Larutan stok

Kersenyawaan

Berat persenyawaan (mg)

Pelarut Aquadest (ml)

Konsentrasi larutan stok (kali)

Volume larutan stok untuk 1 liter media (ml)

1

A

NH4NO3

83500

1000

50

20

2

B

KNO3

95000

1000

50

20

3

C

CaCl2.H2O

44000

1000

100

10

4

D

MgS4.H2O

KH2PO4

(37000+

17000)

1000

100

10

5

E

FeSO4.7H2O

Na2EDTA.

(5570+

7450)

500

500

200

5

6

F

(senyawa mi kro)

1. MnSO4.H2O

2. ZnSO4.H2O

3. H3BO3

4.KI

5. Na2MoO4.H2O

6. CoCl.6H2O

7. CuSO4.5H2O

(3380.0+

1720.0+

1240.0+

1240.0+

50.0+

5.0+

5.0)

1000

200

5

Tags: ,