Morfologi dari suatu tanaman dapat menggambarkan tingkat produktivitasnya. Morfologi tanaman menyangkut bentuk dan struktur tanaman tersebut yang merupakan dasar utama dalam klasifikasi dan digunakan sebagai alat untuk mengenal adaptasi tanaman terhadap lingkungannya (Ismunadji, dkk, 1988). Pengetahuan tentang sifat-sifat morfologi dan fisiologi tanaman akan sangat berguna dalam kegiatan perakitan varietas baru. Dalam kegiatan perakitan varietas baru kita memerlukan data-data yang lengkap mengenai tanaman yang akan menjadi tetuanya.

Mengenai asal usul tanaman padi masih simpang siur. Beberapa pihak menyebutkan bahwa tanaman padi berasal dari Cina karena di wilayah ini banyak ditemukan jenis-jenis padi liar. Dilain pihak ada juga yang menyatakan padi berasal dari India alasannya karena pusat penyebaran tanaman padi ke seluruh dunia adalah India (Ismunadji, dkk, 1988). Padi merupakan tanaman pertanian yang penting bagi Indonesia. Terutama bagi petani merupakan penghasilan yang utama. Menurut para ahli di Indonesia terdapat beberapa jenis padi liar terutama terdapat di Sumatera, Jawa, dan Kangean. Padi tipe-tipe liar yang ada di Indonesia sering disebut tipe Javanica karena berbeda dari tipe Indica maupun tipe Japonica. Padi yang ditanam di Indonesia berasal dari daerah Benggala (India) bagian utara dan termasuk padi golongan communis (Soekirno, 1970).

Tanaman padi (Oriza sativa) termasuk dalam familia Graminae. Bentuk batangnya bulat dan berongga, daunnya memanjang seperti pita yang terdiri pada ruas-ruas batang dan mempunyai sebuah malai yang terdapat pada ujung batang (Deptan, 1983). Padi termasuk tanaman semusim atau tanaman muda yaitu tanaman yang biasanya berumur pendek, kurang dari satu tahun dan hanya satu kali berproduksi, setelah berproduksi akan mati atau dimatikan (AAK, 2006). Menurut D. Joy dan E. J. Wibberley dalam AAK (2006), tanaman padi dapat dibedakan dalam dua tipe yaitu padi tipe kering yang tumbuh di dataran tinggi dan padi sawah yang memerlukan air menggenang.

Tanaman padi dapat dikelompokan dalam dua bagian yaitu (AAK, 2006):

1. Bagian vegetatif, yang terdiri atas akar, batang dan daun.

2. Bagian generatif, yang terdiri dari malai atau bulir dan bunga, buah dan bentuk gabah.

Tags: ,