“Waaa dingin sekali di puncak guning himalaya ini, padahal lebih deket ke matahari napa ya?”

pertanyaan itu memang aneh. tetapi ada penjelasan ilmiah untuk itu. Temperatur atau suhu di setiap wilayah dapat berbeda-beda. Bahkan di Indonesia sendiri sangat beragam sekali suhu. Temperatur Purwokerto dan di Jakarta pun berbeda suhu. Banyak faktor yang menyebabkan perbedaan itu terjadi.

Secara global (tidak meliputi iklim mikro) yang berpengaruh pada suhu ada dua hal. Pertama adalah ketinggian tempat. Ketinggian tempat yang berbeda menjadikan kerapatan udara berbeda juga. Semakin tinggi tempat semakin jarang pula komponen udaranya (ingat para penerbang memerlukan oksigen tambahan karena di atas oksigen sangat kecil). Partikel udara merupakan salah satu penyerap suhu (berbeda partikel udara berbeda kemampuan penyerapan, pad lapisan tertentu terdapat partikel udara yang rapat sehingga lebih panas dari daerah bawahnya), semakin jarang partikel udara semakin rendah suhunya. Hal tersebutlah yang menjadikan suhu di puncak gunung lebih rendah dibanding suhu di pantai (meskipun lebih dekat ke matahari namun itu tak seberapa).

Hal kedua yang membuat perbedaan suhu secara global adalah kemiringan. Hal ini yang menjadi dasar kenapa di khatulistiwa bisa lebih tinggi suhunya dibanding di daerah lain (berbeda pada musim summer, musim ini memang lebih panas hal itu karena lamanya penyinaran matahari saja artikel tentang ini menyusul). Seperti yang kita ketahui bumi kita bulat, daerah ter datar adalah khatulistiwa sehingga intensitas terbesar ada pada daerah ini. daerah di belahan utara dan selatan lebih miring sehingga cahaya yang diterima lebih sedikit pada akhirnya suhupun lebih rendah.

Tags: , ,