Tulisan ini merupakan opini saya berdasarkan pengetahuan saya dari berbagai literatur.
Charles darwin (abad 18) sangat terkenal dengan teori evolusinya yang diperoleh dari pengetahuan kepulauan galapagos. Charles darwin mengemukakan bahwa makhluk hidup berevolusi berdasarkan seleksi alam yang ada. Ketika lingkungan berubah maka makhluk hidup akan berangsur angsur mengikuti perubahan pada lingkungannya. Contohnya burung pemakan daging akan perlahan lahan merubah bentuk paruhnya menjadi pemakan biji karena di habitatnya daging mulai hilang.
Teori ini sangat terkenal karena didukung oleh para inustriawan di berbagai negara. Mereka menganggap bahwa manusia berkembang mengikuti lingkungannya. Mereka beranggapan buruh merupakan makhluk yang tidak mengikuti evolusi jadi mereka ditindas semena mena. Teori darwin ini merupakan salah satu teori genetika lama bersama lanmarck.
Namun semua itu harus kita hilangkan dengan adanya teori genetika baru yang diawali oleh G Mendel. George Mendel menyatakan sifat makhluk hidup yang diturunkan semuanya berasal dari kedua orang tuanya. Perubahan sifat yang terjadi pada anaknya dari orang tuanya semata-mata berasal dari keanekaragaman genetik dari orang tua (induk=hewan dan tumbuhan). lingkungan sama sekali tidak mempengaruhi sifat dasar bagi makhluk hidup seperti yang Darwin utarakan. Memang lingkungan bisa mempengaruhi sifat, namun yang dirubah hanya sebatas kenampakannya. Secara detail (bisa dilihat dari proses metabolismenya seperti golongan darah) makhluk hidup yang ada didunia ini didasari oleh kedua orang tuanya bukan karena beradaptasi dengan lingkungan.
Lalu bagaimana dengan teori evolusi. Evolusi yang menyatakan makhluk hidup turut berkembang dengan perubahan alam itu adalah SALAH. secara genetika modern, sifat hanya diturunkan dari kedua orang tuanya jadi tidak mungkin menyimpang jauh. Ada satu fenomena yang mungkin membuat suatu sifat bukan berasal dari orang tuanya yaitu MUTASI. Tapi perlu diingat mutasi disebabkan oleh mutagen bukan dari perubahan lingkungan. Mutagen dan segregasi bebas dari tetua menyebabkan munculnya beragam sifat di alam. Keberagaman inilah yang mulai terseleksi oleh alam. Bukan Alam yang menyebabkan terjadinya keberagaman makhluk hidup. Teori evolusi dari darwin sudah bisa ditolak mentah akan adanya ilmu genetika modern. Dari ilmu yang ada sekarang kita mustinya tahu bahwa alam tidak pernah membuat suatu makhluk hidup. Namun alam hanya membantu proses seleksi keberagaman yang TELAH ADA di alam. Tanpa adanya perubahan lingkungan makhluk hidup yang ada saat ini tetap ada koq. makhluk hidup yang punah hilang karena lingkungan tidak mentolerir lagi makhluk tersebut hidup. salah satunya akibat polusi udara yang menjadikan banyak hewan hewan punah….
G.H. Hardy dan W. Weinberg (1908) secara terpisah mengemukakan dasar-dasar yang terjadi dalam frekuensi gen dalam populasi. Prinsip tersebut berbentuk pernyataan toritis yang dikenal sebagai “Prinsip Ekuilibrium Hardy-Weinberg”. (Suryo.1984).
Proporsi gen dan genotip mesti lebih dahulu diketahui sebelum melaksanakan seleksi terhadap suatu populasi. Secara umum proporsi atau frekuensi gen yang diinginkan relatif kecil dan biasanya dinyatakan dengan simbol p, sedangkan frekuensi gen yang tidak diinginkan disimbolkan dengan q. Frekuensi gen ini biasanya dinyatakan dalam bentuk desimal dan jumlahnya sama dengan satu. Frekuensi gen dapat ditentukan dari frekuensi genotip yang terbentuk hasil kawin silang secara acak (random mating) tanaman-tanaman yang mengandung gen tersebut (M Nasir. 2001). Contoh dari frekuensi yang terbentuk adalah :
|
Genotip |
A1A1 |
A1A2 |
A2A2 |
|
Frekuensi |
p2 |
2pq |
q2 |
|
Jumlah Frekuensi |
p2+2pq+q2=1 atau (p+q)=1 |
||
Pada populasi besar frekuensi gen akan terjadi keseimbangan dari generasi ke generasi. Konsep keseimbangan ini dikenal sebagai hukum keseimbangan Hardy-Weinberg yang menyatakan bahwa bila tidak ada faktor-faktor yang berpengaruh pada suatu populasi dan populasi tersebut mengalami random mating secara terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya, frekuensi gen dan genotipnya tidak mengalami perubahan setelah satu kali random mating, populasi tersebut harus a large random mating population yaitu suatu populasi yang anggota individunya besar sekali dan perkawinannya terjadi secara acak dan tidak ada generasi yang tumpang tindih (M Mangoendidjojo, 2003)
Dalam ekspresi gen dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu :
1. sifat kualitatif
2. sifat kuantitatif
Pengelompokan sifat kualitatif lebih mudah dilakukan karena sebarannya discrete dan dapat dilihat secara tapak. Oleh karena itu dalam pengujian sifat kualitatif dapat menggunakan Chi-Squared Test. Berbeda dengan sifat kuantitatif yang memiliki ukuran tersendiri sulit untuk dikelompokkan dan untuk menganalisisnya digunakan analisis varian dan modifikasinya yaitu dengan asumsi P=G+E (P adalah fenotip, G adalah genotip dan E adalah lingkungan) (M Mangoendidjojo. 2003).
Hukum Mendel telah menjelaskan bagaimana suatu keturunan memiliki perbandingan perbandingan tertentu. Dalam perkawinan monohibrid, dihibrid maupun polihibrid dapat dijelaskan perbandingan yang terjadi pada F1 dan F2 yang ada.
Perbandingan itu terkadang tidak sesui dengan yang kita lakukan. Untuk itulah perlu sebuah evaluasi untuk mengetahui kebenaran hukum mendel yang berlaku pada perkawinan yang kita lakukan. Uji yang bisa kita lakuakan adalah tes X2 atau disebut tes Chi Square (dari bahasa inggris Chi-Square test).(Suryo.1984)
Mendel menyatakan adanya pemisahan gen yang sealel (Hukum Mendel I atau The Law of Segregation)bahwa gen-gen dari sepasang alel memisah secara bebas ketika berlangsung pembelahan reduksi (meiosis) pada waktu pembentukan gamet (Hukum Mendel II atau The Law of Assortment of Genes) yang menyebabkan rasio fenotip 9:3:3:1. Namun dalam kenyataannya perkawinan heterozigot tidak memiliki rasio tersebut. Salah satu penyimpangan itu adalah interaksi gen, yaitu pengaruh satu alel terhadap alel yang lain pada lokus yang sama dan juga pengaruh satu gen terhadap gen pada lokus lain. Hal ini menyebabkan timbulnya keragaman nisbah genetika Mendel. (Crowder 1990)
Penyimpangan lain dari Hukum Mendel yaitu epistasis yang terdiri antara lain :
a. Epistasis dominan (perbandingan 12 : 3 : 1)
b. Epistasis resesip (modifying gen) (perbandingan 9 : 3 : 4)
c. Epistasis dominan resesip (Inhibiting gen) (perbandingan 13 : 3)
d. Epistasis dominan duplikat (polimeri) (perbandingan 15 : 1)
e. Epistasis resesip duplikat (Complementary factor) (perbandingan 9 : 7)
f. Gen duplikat dengan efek kumulatip (perbandingan 9 : 6 :1)
(Suryo.1984)
Dalam tes Chi Square akan dibandingkan antara kemungkinan yang kita inginkan dengan hasil observasi yang kita lakukan. Menrut BR Friden.2001 “We wnt to know whethe rthe observed are consist with the presumed. If they are not, we call experiment ‘interisting’ or ‘significant’ ”. Untuk itulah dengan tes Chi Square kita dapat memastikan kebenaran Hukum Mendel dengan perkawinan yang telah kita lakukan, selama hasil yang kita peroleh masih signifikan.
Penyelidikan oleh para ahli statistik menyatakan apabila yang didapat dari perhitungan terletak di bawah kolom nilai 0,05 atau kurang dari itu berarti faktor kebetulan yang berpengaruh terhadap percobaan hanyalah 5% atau kurang. Apabila nilai Chi Square yang didapat dibawah nilai tersebut dapat dikatakan bahwa nilai yang didapat adalah signifikan atau berarti. (Suryo.1984)
Rumus uji Chi Square diperoleh K. Person, yang diperlukan untuk mengetahui fenotip praktis yang dapat dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan rasio fenotip teoritis (Yatim, 1983). Biasanya tes Chi Square digunakan untuk menduga besarnya heritabilitas yang terjadi secara kualitatif. Sesuai Amris Makmur.1988 karakter kualitatif memiliki ciri :
1. Cara membedakan fenotipnya tidak diukur secara gradual (diberi skala)
2. Pegaruh lingkungan sedikit atau tidak ada
3. Sebarannya diskrit dapat diuji dengan tes Chi Square
4. Seleksi dengan observasi bukan dengan statistik
5. Jumlah gen yang mengendalikan sedikit
Kromosom merupakan untaian dna yang membawa informasi pembentukan senyawa-senyawa protein dimana protein ini nantinya akan mengendalikan proses metabolismo tubuh seluruhnya. Setiap makhluk hidup memiliki keunikan tersendiri dalam kromosom-kromosom yang mereka bawa. Dalam satu spesies perbedaan tidak akan lebih dari jumlah kromosom (kecuali mutasi). Akantetapi untuk tingkatan antar spesies akan mencapai perbedaan jumlah kromosom bahkan jumlah genom (set kromosom). Berikut hádala jumlah kromosom bagi tiap spesies
|
ORGANISME |
JUMLAH KROMOSOM |
|
Shimpanse, Pan troglodytes |
48 |
|
Kuda, Equus caballus |
64 |
|
Anjing Canis familiaris |
78 |
|
Kucing Felis domesticus |
38 |
|
Mencit Mus musculus |
40 |
|
Ayam Gallus domesticus |
78 |
|
Kodok Rana cancrivora |
26 |
|
Ulat sutra bombyx mori |
56 |
|
Lalat musca domestica |
12 |
|
Nyamuk culex pipiens |
6 |
|
Kecoa blatta germanica |
23 ♂, 24 ♀ |
|
Pinus pinus ponderusa |
24 |
|
Cherry prunus cerasus |
32 |
|
Kobis, brassica oleracea |
18 |
|
Radis Raphanus sativus |
18 |
|
Ercis pisum sativum |
14 |
|
Kacang merah phaseolus vulgaris |
22 |
|
Mentimun cucumis sativus |
14 |
|
Kapas gossypium hirsutum |
52 |
|
Kentang solanum tuberosum |
48 |
|
Gandum triticum aestivum |
42 |
|
Padi oryza sativa |
24 |
|
Ragi saccharomyces cerevisae |
34 |
|
Gangang hijau acetabularia mediterranea |
20 |
|
Jagung zea mays |
20 |
|
Kedelai (Glycine max) |
40 |

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS

Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 