Padi jenis ini (Padi Tipe Baru) bukanlah seperti namanya. Padi ini merupakan hasil pemuliaan tanaman padi seperti biasanya. Padi tipe baru yang dimaksud tersebut adalah jenis padi hasil pemuliaan yang berasal dari dua idiotipe berbeda dengan tujuan untuk mendapatkan keunggulan lebih dari dua tetua. Pemuliaan padi tipe baru ini hampir sama dengan pembuatan padi hibrida namun tujuan akhir padi ini adalah galur murni yang tidak bersegregasi lagi.
Kenapa kita harus memiliki perakitan padi tipe baru?
Perakitan padi tipe baru dan padi hibrida dilatar belakangi oleh adanya keterbatasan dari sumber plasma nutfah yang ada sekarang. Padi ini muncul hampir sama dengan jagung bertongkol dua. Padi tipe baru muncul untuk memenuhi kebutuhan padi yang semakin besar namun potensi padi saat ini telah di batasi. Padi tipe baru menjawab hal tersebut dengan tujuan adanya genotip yang bermalai panjang, bobot 1000 butir yang tinggi, tinggi tanaman yang pendek, batang besar kokoh, daun hijau, anakan cukup.
Pemuliaan padi tipe baru saat ini masih cenderung pada persilangan tipe indica dan japonica. Pemuliaan tanaman tipe baru ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada dua persilangan tipe padi tersebut. Padi lokal dan disilangkan dengan padi unggul untuk mencapai tujuan yang sama juga merupakan salah satu pemuliaan tanaman padi tipe baru. Padi lokal memiliki keecenderungan untuk beradaptasi baik diwilayahnya, tahan hama penyakit, beberapa bermalai panjang, berbatang kokoh, dan daunnya berwarna hijau. Padi tipe baru memiliki sifat untuk menutupi kelemahan padi lokal seperti tanaman pendek, genjah, ukuran biji besar dan adaptasi luas.
Jadi siapa yang akan itut berpartisipasi merakit padi tipe baru ini AYOOOO
akhir akhir ini di dunia pertania sangat populer dengan hibrida sampai sampai mobil pun ada yang disebut dengan hibrida. Hibrida dalam bidang pertanian (buat yang otomotif boleh bikin artikel sendiri ya hihihiih) merupakan bagian tanaman yang digunakan untuk pertanaman berikutnya dimana bagian tanaman tersebut hasil langsung dari persilangan dua tetua yang berbeda jenis. Untuk tanaman-tanaman yang diperbanyak dengan biji tanaman hibrida tanaman itu berasal dari dua galur murni yang berbeda. Sedangkan pada tanaman yang diperbanyak secara klon galur murni tidak mutlak diperlukan.
Hal tersebutlah yang menyebabkan benih benih hibrida di pasar sangat mahal. Mahalnya benih tersebut tidak membuat petani berpaling dari benih ini. Kelebihan dari tanaman hibrida tidak dimiliki oleh tanaman komposit maupun varietas murni (non hibrida). Kelebihan itu terbesut antara lain:
1. Seragam. Kagak ada yang neko neko tanemannya. kalau mau tinggi ya tinggi semua kalau mo pendek ya pendek semua. Kalau ada yang beda ya buang ja pasti ada tetangga yang nanem di situ
2. Vigornya oke punya. Kalau vigornya kuat pasti kita hemat penggunaan benih. Makanya benih hibrida biasanya cara tanamnya satu lubang satu benih.
3. Hasilnya bagus. hal ini karena tanaman hibrida secara genetik memiliki sifat heterosis dimana tanaman bisa melebihi tetuanya. Misalnya kalau tetuanya menghasilkan 2 ton hibridanya bisa sampai 5 ton hebat kan.
Pada artikel artikel selanjutnya saya akan menceritakan poin ke tiga yaitu heterosis pada tanaman jadi tunggu kabar berikutnya ya.
<Penulis di ladang perakitan jagung hibrida <foe on the farm>>
Pengembangan produksi jagung di berbagai wilayah di Indonesia menuntut dikembangkannya berbagai studi mengenai peningkatan produksi jagung baik secara kualitas maupun kuantitas. Program pemuliaan tanaman jagung merupakan salah satu upaya peningkatan produksi jagung. Beragamnya lingkungan di Indonesia merupakan salah satu tantangan bagi pemuliaan tanaman karena menjadikan penampilan pertumbuhan tanaman akan berbeda pada setiap lokasi yang berbeda. Perbedaan penampilan pertumbuhan tersebut dikarenakan adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan sehingga dalam program pemuliaan tanaman interaksi genotipe lingkungan ini sangat penting (Kustanto, 2009).
Tipe hibrida mempunyai potensi hasil yang lebih tinggi daripada tipe bersari bebas, karena hibrida memiliki gen-gen dominan yang mampu untuk memberi hasil tinggi. Hibrida dikembangkan berdasarkan adanya gejala hybrid vigor atau heterosis dengan menggunakan galur tanaman generasi F1 sebagai tanaman produksi. Oleh karena itu benih hibrida selalu dibuat ataupun diperbaharui untuk mendapatkan generasi F1.
Penggunaan tipe hibrida selain meningkatkan hasil, jagung hibrida juga memberikan beberapa keuntungan lain yaitu lebih toleran terhadap hama penyakit, lebih tanggap terhadap pemupukan, pertanaman dan tongkol lebih seragam, di samping itu jumlah biji lebih banyak dan lebih berat.
Namun demikian, kondisi lingkungan untuk pertanaman jagung sangat bervariasi dari waktu ke waktu dan beragam pada berbagai lokasi, sedang tipe hibrida sangat peka terhadap lingkungan tumbuhnya. Soemartono (1995) mengatakan bahwa untuk memperbaiki atau mengembangkan genotipe tanaman agar tahan terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan dapat dilakukan dengan introduksi tanaman budidaya baru atau mengembangkan varietas tahan.
Tipe hibrida yang dikembangkan, sebagian di dalam negeri, sebagian diintroduksi dan ini salah satu cara memperbanyak plasmanutfah. Sebelum dikembangkan, introduksi harus mengalami evaluasi potensi hasil dan daya adaptasinya dibandingkan dengan tipe hibrida yang ada.

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS

Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 