Pengembangan produksi padi di berbagai wilayah di Indonesia menuntut dikembangkannya berbagai studi mengenai peningkatan produksi padi baik secara kualitas maupun kuantitas. Program pemuliaan tanaman padi merupakan salah satu upaya peningkatan produksi padi. Beragamnya lingkungan di Indonesia merupakan salah satu tantangan bagi pemuliaan tanaman karena menjadikan penampilan pertumbuhan tanaman akan berbeda pada setiap lokasi yang berbeda. Perbedaan penampilan pertumbuhan tersebut dikarenakan adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan sehingga dalam program pemuliaan tanaman interaksi genotipe lingkungan ini sangat penting (Kustanto, 2009).
*

*
Pemahaman interaksi genotipe lingkungan sangat penting dalam perakitan varietas unggul karena dapat digunakan untuk mengukur stabilitas tanaman (Ambarwati dan Yudono, 2003). Stabilitas suatu genotipe tanaman muncul bergantung pada besarnya interaksi genotipe dan lingkungan. Tingginya tingkat kesulitan dalam mengukur interaksi tersebut menjadikan pengukuran stabilitas suatu genotipe menjadi sulit ditentukan padahal stabilitas suatu genotipe merupakan salah satu masalah utama bagi pemulia tanaman dalam menentukan suatu kutivar unggul (Totok, 2008).
Interaksi genotipe dan lingkungan menyebabkan adanya perbedaan respons tanaman pada beberapa kondisi lingkungan dapat diukur melalui beberapa metode dari para peneliti. Peneliti yang telah menganalisis metode tersebut antara lain adalah:
1. Finlay dan Wilkinson (1963)
2. Eberhart dan Russel (1966)
3. Perkins dan Jinks (1968)
Perhitungan nilai interaksi genotipe tersebut pada akhirnya dapat digunakan sebagai dasar penentuan genotipe unggul spesifik lokasi maupun kultivar unggul (Surati dan Chozin, 2007).
Interaksi genotipe dan lingkungan yang sangat kecil dapat mempermudah penentuan kultivar. Interaksi genotipe dan lingkungan yang kecil menyebabkan ranking hasil produksi akan sama disetiap wilayah. Tingginya interaksi genotipe dan lingkungan merupakan kebalikan dari hal tersebut. Penentuan kultivar akan sulit karena ranking di suatu wilayah dapat sangat berbeda dengan wilayah yang lain. Perhitungan interaksi genotip dan lingkungan yang telah ada digunakan sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan mengenai galur-galur stabil yang ada dalam pengujian.

Tags: , , , , , , , ,