Fenotip atau sifat yang tampak dari suatu tanaman dipengaruhi oleh sifat atau susunan genetik dan lingkungan. Pengaruh yang besar dari lingkungan umumnya terlihat pada sifat-sifat kuantitatif seperti panjang akar, tinggi tanaman, lebar daun, dll. Ekspresi dari sifat-sifat kualitatif biasanya sangat kecil pengaruh dari lingkungan hal ini karena sifat kualittaif dikendalikan oleh gen sederhana (satu atau dua gen).
Pemuliaan tanaman adalah suatu ilmu bagiumana cara merubah susunan genetic genotip dari suatu tanaman sehingga lebih baik atau berharga. Metode dalam pemuliaan tanamn sangat beragam mulia dari yang konvensional dengan seleksi dan hibridissai sdamapi yang modern dengan rekayasa genetic dan kultur jaringan. Salah satu metode merubah sususnan genetic suatu tanaman adakah dengan melipat gandakan jumlah kromosom. Cara ini dilakukan dengan menambahkan alkaloid dari tanaman Cholcicum autummnale.
Colchicine (C22H25O6N) merupakan suatu alkaloid yang berasal dari umbi dan biji tanaman Autumn crocus atau cholcicum autumnale Linn yang termasuk dalam familia Liliaceae. Colchicine bersifat sebagai racun yang terutama pada tumbuhan memperlihatkan pengaruhnya pada nucleus yang sedang membelah. Larutan colchicine dengan konsentrasi yang kritis mencegah terbentuknya benang-benang spindle dari gelondong inti sehingga pemisahan kromosom pada anaphase dari mitosis tidak berlangsung dan menyebabkan penggandaan kromosom tanpa pembentukan dinding sel (Suryo, 1995).
Blakeslee menemukan kegunaan colchine pada tahun 1937. larutan colchicine digunakan pada jaringan meristematik untuk menginduksi penggandaan somatik (Nasir, 2001). Menurut Suryo (1995) fungsi colchicines yaitu untuk menghalang-halangi terbentuknya spindel (gelendong inti) pada mitosis. Colchicine bersifat racun, larut dalam air, merupakan alkaloid dan sangat aktif pada konsentrasi rendah. Pada mitosis, colchicine dapat memperjelas detil morfologi kromosom bahkan memungkinkan terjadinya poliploidi. Larutan colchicines dengan konsentrasi yang kritis mencegah terbentuknya benang-benang plasma dari gelendong inti (“spindel”) sehingga pemisahan kromosom pada anafase dari mitosis tidak berlangsung, dan menyebabkan penggandaan kromosom tanpa pembentukan dinding sel.
Menurut Nasir (2001), penggandaan kromosom dapat terjadi secara spontan atau buatan. Penggandaan buatan terjadi bila pada pembelahan sel kromosomnya juga mengganda, tetapi nukleusnya gagal mengganda sehingga membentuk inti dengan jumlah kromosom ganda. Bila penggandaan kromosom terjadi segera setelah pembuahan maka individu yang dihasilkan akan menjadi poliploid sempurna, sedangkan penggandaan pada tahap perkembangan lanjut hanya membentuk sektor poliploid saja. Bila penggandaan terjadi setelah meiosis maka pengurangan gamet akan terbentuk dan bila dibuahi dengan gamet normal maka akan terbentuk poliploid tidak berimbang.
Pernah lihat X-Men kan, pasti tau dong mutasi tuh apa setelah liat film itu. Ya mutasi memang merupakan perubahan materi genetik dalam suatu mahluk hidup. dalam bidang ilmiah mutasi di bagi menjadi beberapa kelompok diantaranya mutasi gene, mutasi genome, dan mutasi kromosom. Didalam seleksi mutasi “mutasi gene” dipandang paling penting dalam memuliakan tanaman untuk kemajuan lebih lanjut, karena menyangkut evolusi, rekombinasi, dan seleksi. Seleksi mutasi didefinisikan sebagai : “Pembuatan mutasi dengan sengaja dan digunakan untuk menghasilkan varietas baru”.
Dewasa ini para seleksionis diseluruh dunia cenderung menggunakan seleksi mutasi atau polyploidisasi sebagai “alat ajaib” untuk mencipta varietas baru sebab aplikasinya yang sama sekali baru dan keaslian sifat yang dihasilkan karena lain dari varietas-vaietas baru sebagai hasil seleksi hybridisasi yang umumnya merupakan sifat kombinasi dari sifat-sifat yang sudah ada sebelumnya.
Mutasi dapat terjadi secara alami maupun buatan. Mutasi alam/mutasi spontan terjadi secara otomatis di alam. Organisme mengalami perubahan karena kejadian alam, seperti aliran listrik, halilintar, sinar-sinar mengionisasi dari petir, serangan insekta-insekta, suhu, bahan kimia, diperkirakan dapat bekerja sebagai mutagen, mutasi ini tetap muncul secara konstan di alam walaupun kemungkinannya sangat kecil tetapi merupakan salah satu dasar peningkatan mutu tanaman.
Mutasi spontan berjalan amat lambat,begitu lambatnya sehingga kurang cukup cepat untuk usaha memperbaiki mutu tanaman.
Mutasi buatan ialah mutasi terjadi karena dipengaruhi oleh mutagen yang pada dasarnya dicipta /dibuat dengan diilhami sumber alamiah yang mampu menciptakan perubahan oleh faktor keturunan sehingga menghasilkan mutant.

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS

Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 