di dunia ini 854 juta manusia mengalami kelaparan tiap harinya dan 25000 jiwa meninggal karena kelaparan (sumber IRRI). Pada kenyataannya kematian akibat kelaparan yang terjadi ini sangat tragis. Masih rendahnya produksi dan distribusi bahan pangan menjadi kendala utama dalam ketersediaan pangan.
Padi yang menjadi bahan makanan pokok terbesar ke tiga di dunia memberikan andil yang besar dalam pemenuhan pangan (teutama wilayah Asia timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara). Peingkatan Produktivitas padi menjadi target utama di berbagai instansi penelitian. IRRI menjadi salah satu instansi yang melakukan hal ini
Saat ini IRRI yang didanai Bill and Melinda Gates Foundation melakukan penelitian konsorsium melakukan proyek besar besaran. Proyek ini adalah perakitan tanaman padi C4. Padi pada asalnya merupakan tanaman jenis C3 dimana hasil fotosintesis pertamanya adalah tiga karbon pada rantai utamanya.Tanaman pada umumnya salah satunya padi pengikatan Co2 menjadi senyawa dengan tiga karbon di rantai utamanya dengan bantuan enzim Rubisco (ribulose bisphosphate carboxylase oxygenase). Pengikatan CO2 pada tanaman jenis ini sangat tidak efektif di daerah tropis selain itu kehilangan air pun sangat besar. Hal ini sangat berbeda dengan tanaman C4. tanaman C4 seperti jagung sangat efisien dalam penyerapan CO2 dan mampu bertahan dari kondisi kering (hemat air). Selain itu tanaman C4 sangat efektif dalam penggunaan Nitrogen.
Namun saat ini padi masih dalam kategori tanaman C3. Padahal tanaman padi memiliki semua senyawa dan bahan bahan pada tanaman C4. Padi menggunakan reaksi fotosintesis C3 karena gen gen pada padi aktif dalam hal ini. Secara simpel saja kita bisa mengubah tanaman padi menjadi tanaman C4 dengan mengaktifkan gen gen tersebut. namun hal itu tidak semudah yang dibayangkan. kita perlu mempelajari berbagai jenis gen tanaman C3 dan C4 sehingga dalam pembentukan tanaman C4 tidak melenceng. Oleh karena itu perakitan padi C4 sangat diharapkan karena dapat meningkatkan produksi bahan pangan, jadi tingkat kelaparan bisa di minimalisir Aminnnn
Variabel merupakan sesuatu yang terukur pada suatu individu yang telah mengalami perlakuan. pada padi terdapat variabel komponen hasil. dimana variabel tersebut merupakan indikator bagi peneliti untuk mengetahui bagaimana kondisi hasil tanaman. beberapa variabel hasil yang mudah diamati pada padi diantaranya adalah:
1. Tinggi tanaman (cm)
Tinggi tanaman yang diukur dari permukaan tanah sampai ujung malai tertinggi, waktu pengukuran menjelang panen, jumlah sampel 5 rumpun/ petak yang ditentukan secara acak pada setiap petak dengan satuan sentimeter (cm).
2. Jumlah anakan produktif
Jumlah anakan produktif (yang mengeluarkan malai) per rumpun waktu penghitungan bersamaan dengan pengukuran tinggi tanaman, jumlah sampel 5 rumpun/petak.
3. Umur berbunga 50% (hari)
Waktu yang dibutuhkan dari mulai benih ditanam sampai tanaman keluar bunga + 50 % dalam plot dengan satuan hari.
4. Umur tanaman dapat di panen (hari)
Waktu yang dibutuhkan dari mulai benih ditanam sampai gabah masak 80% dalam satu plot dengan satuan hari.
5. Jumlah gabah isi dan gabah hampa per malai
Jumlah gabah isi per malai dan gabah hampa per malai dari dua malai pada sampel-sampel rumpun yang diamati (sama dengan rumpun yang diamati pada tinggi tanaman).
6. Bobot 1000 butir gabah isi (gr)
Timbang 1000 butir gabah isi dan ukur kadar airnya segera setelah penimbangan. Bobot di konversi menjadi bobot 1000 butir gabah isi dengan kadar air 14% dengan satuan gram (gr).
Bobot 1000 butir gabah isi =
(100 – Kadar air saat penimbangan) x bobot 1000 butir penimbangan
(100 – 14)
7. Hasil gabah kering per plot (kg)
Panen semua malai dalam satu plot dikurangi dengan dua baris keliling (tanaman border), setelah gabah dijemur kering dan dibersihkan, ukur kadar airnya (%), kemudian ditimbang dengan satuan kilogram (kg). Hasil dikonversi menjadi hasil gabah kering per plot dengan kadar air 14% dengan rumus:
Hasil gabah kering per plot (kg) =
(100 – Kadar air saat penimbangan) x bobot gabah per plot penimbangan
(100 – 14)
8. Hasil gabah kering per hektar (ton/Ha)
Konversi dari hasil gabah kering per plot (satuan plot adalah kg) mejadi hasil gabah kering ton per hektar dengan rumus:
|
Gabah kering per hektar (ton/Ha) |
= |
10.000 x Hasil gabah kering per plot Luas per plot (m2) x1000 |
kalau ada info tambahan email ke aq ja ok
Pangan merupakan masalah strategis bagi semua negara di dunia. permasalahan tersebut dikarenakan pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Permasalahan pangan mengakibatkan banyak negara mereformulasikan ketahanan pangan negara-negara tersebut. Pemerintah selalu memperbaiki pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan pangan guna tercapainya ketahanan pangan di dalam Negara.
Berdasarkan definisi UU RI No. 7 tahun 1996 dalam Ristek (2000) Ketahanan pangan merupakan suatu kondisi di mana tercukupinya pangan bagi masyarakat secara jumlah dan kualitas serta mampu di jangkau oleh masyarakat secara ekonomi. Melemahnya ketahanan Indonesia mendorong dilakukanya upaya-upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan tersebut. Salah satu upaya tersebut adalah meningkatkan produktivitas pangan sehingga aspek-aspek dari ketahanan pangan dapat terpenuhi.
Padi merupakan komoditas tanaman pangan yang penting di Indonesia. Penduduk Indonesia menjadikan beras sebagai bahan makanan pokok. Sembilan puluh lima persen penduduk Indonesia mengonsumsi bahan makanan ini (Swastika et al., 2007). Beras mampu mencukupi 63% total kecukupan energi, 38% protein dan 21,5% Protein (Indrasari et al., 2006). Kandungan gizi dari beras tersebut menjadikan komoditas padi sangat penting untuk kebutuhan pangan sehingga menjadi perhatian di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan beras.
Kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan beras di Indonesia sangat penting. Menurut Swastika et al.(2007) kemampuan Indonesia dalam memenuhi swasembada beras menurun dalam waktu tiga dekade setelah terjadinya swasembada beras pada tahun 1984. Salah satu penyebab terjadinya hal tersebut adalah terjadinya konversi lahan sawah menjadi areal pembangunan sebesar 30,8%. Meningkatnya konversi lahan tersebut memperlemah ketahanan pangan di Indonesia.
Indikator beras sebagai ketahanan pangan dilihat dari kuantitas produksi padi sehingga Indonesia dapat mencapai swasembada pangan. Peningkatan kuantitas tersebut telah dilakukan dengan banyak cara dan telah diteliti oleh banyak instansi.
Peningkatan potensi produktivitas padi secara nasional dapat ditingkatkan kembali melalui lahan-lahan non irigasi untuk mengganti lahan irigasi yang telah di konversi menjadi areal pembangunan. Pemanfaatan lahan non irigasi berupa lahan kering dapat dipergunakan untuk penanaman padi. Lahan kering berupa tegalan dan lahan belum termanfaatkan di Indonesia mencapai lebih dari dua puluh empat juta hektar. Lahan tersebut jauh lebih luas dibanding dengan lahan irigasi yang berkisar antara tujuh juta hektar (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2007) . Pemanfaatan lahan kering dan belum termanfaatkan tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan padi gogo. Penanaman padi gogo pada lahan tersebut diharapkan dapat menambah produksi padi nasional.
Selama ini padi gogo sulit berkembang meskipun potensi penggunaan lahan di Indonesia sangat luas. Kurang diminatinya penggunaan padi gogo oleh petani dikarenakan perbedaan produktivitas dan kualitas padi gogo yang di peroleh petani lebih rendah dibandingkan dengan penanaman komoditas lain. Rendahnya produktivitas dan kualitas padi gogo tersebut mendorong pemulia tanaman untuk melakukan pengembangan varietas baru padi gogo. Pengembangan varietas baru padi gogo meliputi peningkatan produktivitas padi, peningkatan kualitas padi dan peningkatan ketahanan penyakit pada padi. Pengembangan varietas padi gogo terus diupayakan sehingga banyak galur-galur padi gogo mulai dilakukan pengujian untuk proses pelepasan varietas (Bernier et al., 2008).
* Tulisan ini merupakan salah satu latar belakang dari skripsi yang sedang saya susun doakan biar berhasil.
Morfologi dari suatu tanaman dapat menggambarkan tingkat produktivitasnya. Morfologi tanaman menyangkut bentuk dan struktur tanaman tersebut yang merupakan dasar utama dalam klasifikasi dan digunakan sebagai alat untuk mengenal adaptasi tanaman terhadap lingkungannya (Ismunadji, dkk, 1988). Pengetahuan tentang sifat-sifat morfologi dan fisiologi tanaman akan sangat berguna dalam kegiatan perakitan varietas baru. Dalam kegiatan perakitan varietas baru kita memerlukan data-data yang lengkap mengenai tanaman yang akan menjadi tetuanya.
Mengenai asal usul tanaman padi masih simpang siur. Beberapa pihak menyebutkan bahwa tanaman padi berasal dari Cina karena di wilayah ini banyak ditemukan jenis-jenis padi liar. Dilain pihak ada juga yang menyatakan padi berasal dari India alasannya karena pusat penyebaran tanaman padi ke seluruh dunia adalah India (Ismunadji, dkk, 1988). Padi merupakan tanaman pertanian yang penting bagi Indonesia. Terutama bagi petani merupakan penghasilan yang utama. Menurut para ahli di Indonesia terdapat beberapa jenis padi liar terutama terdapat di Sumatera, Jawa, dan Kangean. Padi tipe-tipe liar yang ada di Indonesia sering disebut tipe Javanica karena berbeda dari tipe Indica maupun tipe Japonica. Padi yang ditanam di Indonesia berasal dari daerah Benggala (India) bagian utara dan termasuk padi golongan communis (Soekirno, 1970).
Tanaman padi (Oriza sativa) termasuk dalam familia Graminae. Bentuk batangnya bulat dan berongga, daunnya memanjang seperti pita yang terdiri pada ruas-ruas batang dan mempunyai sebuah malai yang terdapat pada ujung batang (Deptan, 1983). Padi termasuk tanaman semusim atau tanaman muda yaitu tanaman yang biasanya berumur pendek, kurang dari satu tahun dan hanya satu kali berproduksi, setelah berproduksi akan mati atau dimatikan (AAK, 2006). Menurut D. Joy dan E. J. Wibberley dalam AAK (2006), tanaman padi dapat dibedakan dalam dua tipe yaitu padi tipe kering yang tumbuh di dataran tinggi dan padi sawah yang memerlukan air menggenang.
Tanaman padi dapat dikelompokan dalam dua bagian yaitu (AAK, 2006):
1. Bagian vegetatif, yang terdiri atas akar, batang dan daun.
2. Bagian generatif, yang terdiri dari malai atau bulir dan bunga, buah dan bentuk gabah.

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS

Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 