“nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda berani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai”
Buat yang sudah pernah tk pasti sering dengar lagu ini kan. Lgu yang sangat familiar untuk anak-anak Indonesia. Anak-anak diajarkan lagu ini karena lagu ini telah mencerminkan sebagian besar keadaan Indonesia saat itu (waktu penciptaan lagu tapi gak tau kapan si tepatnya). Lagu ini mengisyaratkan tentang luasnya bentangan lautan di Indonesia sehingga potensi lautnya sangat besar.
*
Eittt stop ampe di situ di sini kita tidak membicarakan soal potensi dalam lautnya. Luasnya lautan Indonesia dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga secara otomatis Indonesia memiliki lautan yang luas. Banyaknya pulau-pulau itu menjadikan Indonesia memiliki potensi pantai yang sangat luas. Nah pantai pantai ini yang mau aku ceritakan bagaimana hebatnya pantai Indonesia.
*
Pantai merupakan batasan antara lautan dan daratan (bagi pulau kecil yang adanya cuman pantai jangan tersinggung ya). Singgungan antara lautan dan daratan ini menyebabkan dalam tanah pantai terkandung mineral-mineral laut. Seperti yang pernah kita dengar pantai mengandung banyak mineral laut yang sangat berguna bagi manusia (walaupun dalam kondisi mikro). Jadi tanah pantaipun mengandung mineral penting tubuh.
*
Tersedianya mineral dalam tanah pantai bukan berarti kita harus memakan tanah pantai. Namun ada beberapa alternatif yang menantang untuk kita kaji.
1. cara pertama dengan mengisolasi tanah dan mineral agar terpisah. Ini cara efektif agar mendapatkan mineral yang dimaksud. Namun cara ini sangat mahal dan butuh waktu relatif lama
2. cara ke dua tanah dilarutkan dan mineral dalam larutan diteliti untuk di ambil substrat pentingnya saja
3. cara terakhir (yang baru terpikir, mungkin ntar ada cara lain) menginduksi mineral ke dalam tanah.
Induksi mineral ke tanaman dengan menyerap mineral pada tanaman menjadikan tanaman tersebut terkndung banyak mineral pantai. Ingat tidak gula di pantai cenderung tidak semanis gula di gunung. Hal tersebut dikarenakan adanya mineral lain dalam nira kelapa. So potensi pantai ternyata tidak lebih rendah dari lautannya jadi bisa kita manfaatkan suatu saat. Jadi nyanyian diatas bisa diganti seperti ini lho
**
“Diri ku kuni pecinta pantai
gemar mengarung pinggiran samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
angin bertiup semerbak di pantai
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda berani bangkit sekarang
ke pantai kita beramai-ramai”
(buat penciptanya saya mohon maaf sebesar-besarnya telah merubah lirik lagunya)

Tags: , ,