Pusat asal tanaman merupakan hal yang sangat menarik untuk dikaji. suatu jenis tanaman memiliki daerah asal masing-masing dimana ketika kita ingin memperoleh sumber gennya kita bisa meluncur ke pusat asal tanamannya coz disana banyak banget jenis tanaman tersebut. Berikut adalah beberapa pusat asat untuk sebagian tanaman:
Istilah istilah ini merupakan proses atau kejadian yang perlu diketahui dalam Pemuliaan Tanaman.
- · Untuk mendapatkan rekombinasi yang sama dengan rekombinasi pada pemisahan bebas diperlikan populasi F2 yang lebih banyan. Semakin kecil nilai crossing over (CO) maka semakin besar populasi yang diperlukan.
- · Manguntungkan apabila yang linkage gen-gen (sifat-sifat) yang baik semua
- · Menyulitkan apabila yang linkage gen (sifat) yang baik dengan sifat yang jelek.
Keberhasilan program pemuliaan tanaman dalam menyeleksi tanaman-tanaman yang mempunyai sifat unggul sangat ditentukan oleh keragaman (variasi) materi yang dipilih (diseleksi). Semakin tinggi keragaman variasi yang dipilih semakin mudah memilih tanaman yang baik (unggul). Terdapat variasi tanaman antar spesies ataupun More »
Padi merupakan tanaman utama yang telah dikonsumsi hampir setengah dari penduduk dunia, terutama di negara-negara asia. (Nanda, 1999). Produsen utama dunia (sekitar 90%) padi berasal dari negara asia karena pusat asal dari tanaman ini dari India (Sunarto, 1997), sehingga banyak sekali plasma nutfah yang tersebar di daerah sekitar India (Asia).
Padi Hibridisasi <Diklik untuk memperbesar>
Keragaman antara kelompok dalam spesies padi (Oryza sativa) mendukung program pemuliaan tanaman. Hal tersebut dikarenakan semakin banyak keragaman dalam suatu spesies semakin mudah bagi seorang pemuliaan tanaman untuk merakitnya. Bagi pemulia padi target yang saat ini sedang diinginkan antara lain:
Fenotip atau sifat yang tampak dari suatu tanaman dipengaruhi oleh sifat atau susunan genetik dan lingkungan. Pengaruh yang besar dari lingkungan umumnya terlihat pada sifat-sifat kuantitatif seperti panjang akar, tinggi tanaman, lebar daun, dll. Ekspresi dari sifat-sifat kualitatif biasanya sangat kecil pengaruh dari lingkungan hal ini karena sifat kualittaif dikendalikan oleh gen sederhana (satu atau dua gen).
Pemuliaan tanaman adalah suatu ilmu bagiumana cara merubah susunan genetic genotip dari suatu tanaman sehingga lebih baik atau berharga. Metode dalam pemuliaan tanamn sangat beragam mulia dari yang konvensional dengan seleksi dan hibridissai sdamapi yang modern dengan rekayasa genetic dan kultur jaringan. Salah satu metode merubah sususnan genetic suatu tanaman adakah dengan melipat gandakan jumlah kromosom. Cara ini dilakukan dengan menambahkan alkaloid dari tanaman Cholcicum autummnale.
Colchicine (C22H25O6N) merupakan suatu alkaloid yang berasal dari umbi dan biji tanaman Autumn crocus atau cholcicum autumnale Linn yang termasuk dalam familia Liliaceae. Colchicine bersifat sebagai racun yang terutama pada tumbuhan memperlihatkan pengaruhnya pada nucleus yang sedang membelah. Larutan colchicine dengan konsentrasi yang kritis mencegah terbentuknya benang-benang spindle dari gelondong inti sehingga pemisahan kromosom pada anaphase dari mitosis tidak berlangsung dan menyebabkan penggandaan kromosom tanpa pembentukan dinding sel (Suryo, 1995).
Blakeslee menemukan kegunaan colchine pada tahun 1937. larutan colchicine digunakan pada jaringan meristematik untuk menginduksi penggandaan somatik (Nasir, 2001). Menurut Suryo (1995) fungsi colchicines yaitu untuk menghalang-halangi terbentuknya spindel (gelendong inti) pada mitosis. Colchicine bersifat racun, larut dalam air, merupakan alkaloid dan sangat aktif pada konsentrasi rendah. Pada mitosis, colchicine dapat memperjelas detil morfologi kromosom bahkan memungkinkan terjadinya poliploidi. Larutan colchicines dengan konsentrasi yang kritis mencegah terbentuknya benang-benang plasma dari gelendong inti (“spindel”) sehingga pemisahan kromosom pada anafase dari mitosis tidak berlangsung, dan menyebabkan penggandaan kromosom tanpa pembentukan dinding sel.
Menurut Nasir (2001), penggandaan kromosom dapat terjadi secara spontan atau buatan. Penggandaan buatan terjadi bila pada pembelahan sel kromosomnya juga mengganda, tetapi nukleusnya gagal mengganda sehingga membentuk inti dengan jumlah kromosom ganda. Bila penggandaan kromosom terjadi segera setelah pembuahan maka individu yang dihasilkan akan menjadi poliploid sempurna, sedangkan penggandaan pada tahap perkembangan lanjut hanya membentuk sektor poliploid saja. Bila penggandaan terjadi setelah meiosis maka pengurangan gamet akan terbentuk dan bila dibuahi dengan gamet normal maka akan terbentuk poliploid tidak berimbang.
Pernah lihat X-Men kan, pasti tau dong mutasi tuh apa setelah liat film itu. Ya mutasi memang merupakan perubahan materi genetik dalam suatu mahluk hidup. dalam bidang ilmiah mutasi di bagi menjadi beberapa kelompok diantaranya mutasi gene, mutasi genome, dan mutasi kromosom. Didalam seleksi mutasi “mutasi gene” dipandang paling penting dalam memuliakan tanaman untuk kemajuan lebih lanjut, karena menyangkut evolusi, rekombinasi, dan seleksi. Seleksi mutasi didefinisikan sebagai : “Pembuatan mutasi dengan sengaja dan digunakan untuk menghasilkan varietas baru”.
Dewasa ini para seleksionis diseluruh dunia cenderung menggunakan seleksi mutasi atau polyploidisasi sebagai “alat ajaib” untuk mencipta varietas baru sebab aplikasinya yang sama sekali baru dan keaslian sifat yang dihasilkan karena lain dari varietas-vaietas baru sebagai hasil seleksi hybridisasi yang umumnya merupakan sifat kombinasi dari sifat-sifat yang sudah ada sebelumnya.
Mutasi dapat terjadi secara alami maupun buatan. Mutasi alam/mutasi spontan terjadi secara otomatis di alam. Organisme mengalami perubahan karena kejadian alam, seperti aliran listrik, halilintar, sinar-sinar mengionisasi dari petir, serangan insekta-insekta, suhu, bahan kimia, diperkirakan dapat bekerja sebagai mutagen, mutasi ini tetap muncul secara konstan di alam walaupun kemungkinannya sangat kecil tetapi merupakan salah satu dasar peningkatan mutu tanaman.
Mutasi spontan berjalan amat lambat,begitu lambatnya sehingga kurang cukup cepat untuk usaha memperbaiki mutu tanaman.
Mutasi buatan ialah mutasi terjadi karena dipengaruhi oleh mutagen yang pada dasarnya dicipta /dibuat dengan diilhami sumber alamiah yang mampu menciptakan perubahan oleh faktor keturunan sehingga menghasilkan mutant.
<Penulis di ladang perakitan jagung hibrida <foe on the farm>>
Pengembangan produksi jagung di berbagai wilayah di Indonesia menuntut dikembangkannya berbagai studi mengenai peningkatan produksi jagung baik secara kualitas maupun kuantitas. Program pemuliaan tanaman jagung merupakan salah satu upaya peningkatan produksi jagung. Beragamnya lingkungan di Indonesia merupakan salah satu tantangan bagi pemuliaan tanaman karena menjadikan penampilan pertumbuhan tanaman akan berbeda pada setiap lokasi yang berbeda. Perbedaan penampilan pertumbuhan tersebut dikarenakan adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan sehingga dalam program pemuliaan tanaman interaksi genotipe lingkungan ini sangat penting (Kustanto, 2009).
Tipe hibrida mempunyai potensi hasil yang lebih tinggi daripada tipe bersari bebas, karena hibrida memiliki gen-gen dominan yang mampu untuk memberi hasil tinggi. Hibrida dikembangkan berdasarkan adanya gejala hybrid vigor atau heterosis dengan menggunakan galur tanaman generasi F1 sebagai tanaman produksi. Oleh karena itu benih hibrida selalu dibuat ataupun diperbaharui untuk mendapatkan generasi F1.
Penggunaan tipe hibrida selain meningkatkan hasil, jagung hibrida juga memberikan beberapa keuntungan lain yaitu lebih toleran terhadap hama penyakit, lebih tanggap terhadap pemupukan, pertanaman dan tongkol lebih seragam, di samping itu jumlah biji lebih banyak dan lebih berat.
Namun demikian, kondisi lingkungan untuk pertanaman jagung sangat bervariasi dari waktu ke waktu dan beragam pada berbagai lokasi, sedang tipe hibrida sangat peka terhadap lingkungan tumbuhnya. Soemartono (1995) mengatakan bahwa untuk memperbaiki atau mengembangkan genotipe tanaman agar tahan terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan dapat dilakukan dengan introduksi tanaman budidaya baru atau mengembangkan varietas tahan.
Tipe hibrida yang dikembangkan, sebagian di dalam negeri, sebagian diintroduksi dan ini salah satu cara memperbanyak plasmanutfah. Sebelum dikembangkan, introduksi harus mengalami evaluasi potensi hasil dan daya adaptasinya dibandingkan dengan tipe hibrida yang ada.

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS

Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 