Terkadang sebagai pemuliaan kita harus jeli akan persilangan yang kita lakukan. Biji yang dihasilkan dari persilangan (hibridisasi) harus merupakan perpaduan dari pollen dan ovum dua genotip yang berbeda. Biji yang selfing merupakan biji yang tidak di gunakan dalam proses persilangan.
Persilangan antara dua genotip berbeda harus kita perhatikan 2 hal penting yaitu:
1. Pemilihan tetua jantan dan tetua betina.
2. Pemilihan karakter pada masing masing tetua.
Kedua hal tersebut menjadikan petunjuk bagi kita apakah persilangan yang kita lakukan itu berhasil. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam kedua hal diatas:
1. Memilih tetua sesuai tujuan pemuliaan kita
2. Memilih karakter yang di kedua genotip berbeda. Contoh kita akan menyilangkan kedelai slamet dan lokon. karakter bunga slamet ungu dan lokon putih. Kaakter warna bunga ini bisa kita pilih.
3 Tetua betina adalah tetua dengan karakter homozigot resesif. tetua jantan adalah homozigot dominan berarti jantannya adalah slamet yang berbunga ungu.
4. Tanaman disilangkan.
5. Biji yang diperoleh ditumbuhkan kembali, tanaman yang berbunga ungu berarti persilangan berhasil dan tanaman berbunga putih berarti tidak berhasil.
MENGAPA DEMIKIAN??
Hal ini didasarkan adanya pengaruh dominan yang ada. Jantan memiliki komponen genetik warna bunga AA dan betina adalah aa. Ketika betina mengalami selfing maka genetiknya tetap aa (putih) sehingga menunjukkan persilangan gagal. Ketika persilangan berhasil genetik tanaman biji menjadi Aa (ungu) sehingga menunjukkan persilangan berhasil.
|
Istilah |
Pengertian |
| Reboisasi | Penanaman kembali htan yang gundul |
| kultivar | Varietas yang dibudidayakan |
| Rekayasa genetik | Merubah atau merekayasa materi genetic dari tanaman agar mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat yang kita inginkan |
| In-situ | Pelestarian sumber daya hayati di habitat aslinya |
| Ek-situ | Pelestarian sumberdaya hayati di luar habitat aslinya |
| populasi | Kumpulan dari suatu individu dalam suatu tempat |
| Habitat | Tempat hidup suatu populasi mh dalam suatu tempat |
| In-vitro | Pengembangan tanaman di dalam ruangan tidak di lapang |
| Benih unggul | Benih yang diketahui jelas asal tetuanya dan bersifat unggul |
| Pembiakan vegetatif | Pembiakan secara tak kawin |
| Vegetasi | Kumpulan tumbuh-tumbuhan di suatu wilayah |
| ekstensifikasi | Peningkatan luas lahan |
| hidroponik | Menanam tanpa menggunakan media tanah |
| Autogami | Penyerbukan sendiri pada tanaman |
| pembiakan | Proses mendapatkan individu baru |
| Toleran | Suatu sifat tanaman yang tahan terhadap hama atau penyakit tertentu |
| Spesies | Keragaman jenis makhluk hidup |
| Klon | Hasil perkembangbiakan vegetatif |
| Kultur jaringan | Perbanyakan tanaman dengan media in vitro |
| Rantai makanan | Proses makan-memakan makhluk hidup |
| Bibit | Tanaman muda yang siap tanam |
| Hutan lindung | Hutan yang digunakan untuk memelihara dan melindungi keragaman mahluk hidup |
| Stek | Perkembangbiakan vegetatif melalui batang |
| Seleksi | Pemisahan atau pemilihan antara spesies yang unggul dengan yang kurang unggul |
| konservasi | Upaya manusia untuk melestarikan dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada |
| varietas | Tanaman yang memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat dibedakan dengan tanaman lain dalam satu spesies |
| Gene bank | Tempat penyimpanan gen yang dilakukan dalam freezer biasa bukan dalam ruang besar berpendingin. |
| Tanaman induk | Tanaman yang digunakan untuk membuat suatu varietas tanaman yang baru |
| Kebun raya | Kebun yang digunakan untuk mengkoleksi tanaman dari satu atau lebih negara |
| Kepunahan | Hilangnya kesempatan untuk memanfaatkan potensi sumber daya hayati |
| Galur | Keturunan tanaman hasil persilangan yang belum diresmikan/dikeluarkan oleh departemen pertanian |
| Kalus | Jaringan yang belum terdiferensiasi yang tumbuh secara aktif |
| Hibridisasi | Aktifitas persilangan dua induk tanaman |
| Plant dispersion | Penyebaran suatu tanaman secara umum yang cenderung bersifat alami |
| Plant propagation | Pembiakan tanaman yang pada dasarnya dapat berlangsung secara aseksual dan seksual |
Kultur jaringam merupakan salah satu metode atau alat dalam bidang pertanian untuk melakukan perbanyakan tanaman. pada beberapa metode pemuliaan kultur jaringan menjadi alat penting untruk mengembangkan suatu varietas. Media yang sering di pakai dalam kultur jaringan adalah media MS. berikut adalah komponen media MS untuk kultur Jaringan dengan pembuatan stok solutionnya
|
No |
Larutan stok |
Kersenyawaan |
Berat persenyawaan (mg) |
Pelarut Aquadest (ml) |
Konsentrasi larutan stok (kali) |
Volume larutan stok untuk 1 liter media (ml) |
|
1 |
A |
NH4NO3 |
83500 |
1000 |
50 |
20 |
|
2 |
B |
KNO3 |
95000 |
1000 |
50 |
20 |
|
3 |
C |
CaCl2.H2O |
44000 |
1000 |
100 |
10 |
|
4 |
D |
MgS4.H2O KH2PO4 |
(37000+ 17000) |
1000 |
100 |
10 |
|
5 |
E |
FeSO4.7H2O Na2EDTA. |
(5570+ 7450) |
500 500 |
200 |
5 |
|
6 |
F (senyawa mi kro) |
1. MnSO4.H2O 2. ZnSO4.H2O 3. H3BO3 4.KI 5. Na2MoO4.H2O 6. CoCl.6H2O 7. CuSO4.5H2O
|
(3380.0+ 1720.0+ 1240.0+ 1240.0+ 50.0+ 5.0+ 5.0) |
1000 |
200 |
5 |

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS

Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 