Posts Tagged perakitan varietas

Perakitan Tanaman dengan Teknik Hibridisasi

Padi merupakan tanaman utama yang telah dikonsumsi hampir setengah dari penduduk dunia, terutama di negara-negara asia. (Nanda, 1999). Produsen utama dunia (sekitar 90%) padi berasal dari negara asia karena pusat asal dari tanaman ini dari India (Sunarto, 1997), sehingga banyak sekali plasma nutfah yang tersebar di daerah sekitar India (Asia).

Padi Hibridisasi <Diklik untuk memperbesar>

Keragaman antara kelompok dalam spesies padi (Oryza sativa) mendukung program pemuliaan tanaman. Hal tersebut dikarenakan semakin banyak keragaman dalam suatu spesies semakin mudah bagi seorang pemuliaan tanaman untuk merakitnya. Bagi pemulia padi target yang saat ini sedang diinginkan antara lain:

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Perakitan Tanaman dengan Poliploidi “Cholchicine”

Fenotip atau sifat yang tampak dari suatu tanaman dipengaruhi oleh sifat atau susunan genetik dan lingkungan. Pengaruh yang besar dari lingkungan umumnya terlihat pada sifat-sifat kuantitatif seperti panjang akar, tinggi tanaman, lebar daun, dll. Ekspresi dari sifat-sifat kualitatif biasanya sangat kecil pengaruh dari lingkungan hal ini karena sifat kualittaif dikendalikan oleh gen sederhana (satu atau dua gen).

Pemuliaan tanaman adalah suatu ilmu bagiumana cara merubah susunan genetic genotip dari suatu tanaman sehingga lebih baik atau berharga. Metode dalam pemuliaan tanamn sangat beragam mulia dari yang konvensional dengan seleksi dan hibridissai sdamapi yang modern dengan rekayasa genetic dan kultur jaringan. Salah satu metode merubah sususnan genetic suatu tanaman adakah dengan melipat gandakan jumlah kromosom. Cara ini dilakukan dengan menambahkan alkaloid dari tanaman Cholcicum autummnale.

Colchicine (C22H25O6N) merupakan suatu alkaloid yang berasal dari umbi dan biji tanaman Autumn crocus atau cholcicum autumnale Linn yang termasuk dalam familia Liliaceae. Colchicine bersifat sebagai racun yang terutama pada tumbuhan memperlihatkan pengaruhnya pada nucleus yang sedang membelah. Larutan colchicine dengan konsentrasi yang kritis mencegah terbentuknya benang-benang spindle dari gelondong inti sehingga pemisahan kromosom pada anaphase dari mitosis tidak berlangsung dan menyebabkan penggandaan kromosom tanpa pembentukan dinding sel (Suryo, 1995).

Blakeslee menemukan kegunaan colchine pada tahun 1937. larutan colchicine digunakan pada jaringan meristematik untuk menginduksi penggandaan somatik (Nasir, 2001). Menurut Suryo (1995) fungsi colchicines yaitu untuk menghalang-halangi terbentuknya spindel (gelendong inti) pada mitosis. Colchicine bersifat racun, larut dalam air, merupakan alkaloid dan sangat aktif pada konsentrasi rendah. Pada mitosis, colchicine dapat memperjelas detil morfologi kromosom bahkan memungkinkan terjadinya poliploidi. Larutan colchicines dengan konsentrasi yang kritis mencegah terbentuknya benang-benang plasma dari gelendong inti (“spindel”) sehingga pemisahan kromosom pada anafase dari mitosis tidak berlangsung, dan menyebabkan penggandaan kromosom tanpa pembentukan dinding sel.

Menurut Nasir (2001), penggandaan kromosom dapat terjadi secara spontan atau buatan. Penggandaan buatan terjadi bila pada pembelahan sel kromosomnya juga mengganda, tetapi nukleusnya gagal mengganda sehingga membentuk inti dengan jumlah kromosom ganda. Bila penggandaan kromosom terjadi segera setelah pembuahan maka individu yang dihasilkan akan menjadi poliploid sempurna, sedangkan penggandaan pada tahap perkembangan lanjut hanya membentuk sektor poliploid saja. Bila penggandaan terjadi setelah meiosis maka pengurangan gamet akan terbentuk dan bila dibuahi dengan gamet normal maka akan terbentuk poliploid tidak berimbang.

Read the rest of this entry »

Tags: , , , ,