28 May 2010 @ 9:52 AM 

Terkadang sebagai pemuliaan kita harus jeli akan persilangan yang kita lakukan. Biji yang dihasilkan dari persilangan (hibridisasi) harus merupakan perpaduan dari pollen dan ovum dua genotip yang berbeda. Biji yang selfing merupakan biji yang tidak di gunakan dalam proses persilangan.
Persilangan antara dua genotip berbeda harus kita perhatikan 2 hal penting yaitu:
1. Pemilihan tetua jantan dan tetua betina.
2. Pemilihan karakter pada masing masing tetua.
Kedua hal tersebut menjadikan petunjuk bagi kita apakah persilangan yang kita lakukan itu berhasil. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam kedua hal diatas:
1. Memilih tetua sesuai tujuan pemuliaan kita
2. Memilih karakter yang di kedua genotip berbeda. Contoh kita akan menyilangkan kedelai slamet dan lokon. karakter bunga slamet ungu dan lokon putih. Kaakter warna bunga ini bisa kita pilih.
3 Tetua betina adalah tetua dengan karakter homozigot resesif. tetua jantan adalah homozigot dominan berarti jantannya adalah slamet yang berbunga ungu.
4. Tanaman disilangkan.
5. Biji yang diperoleh ditumbuhkan kembali, tanaman yang berbunga ungu berarti persilangan berhasil dan tanaman berbunga putih berarti tidak berhasil.

MENGAPA DEMIKIAN??
Hal ini didasarkan adanya pengaruh dominan yang ada. Jantan memiliki komponen genetik warna bunga AA dan betina adalah aa. Ketika betina mengalami selfing maka genetiknya tetap aa (putih) sehingga menunjukkan persilangan gagal. Ketika persilangan berhasil genetik tanaman biji menjadi Aa (ungu) sehingga menunjukkan persilangan berhasil.

Posted By: fuad nur azis
Last Edit: 28 May 2010 @ 09:52 AM

EmailPermalinkComments (1)
Tags
 10 Jan 2010 @ 8:18 PM 

Pengertian Persilangan Diallel

Skema table n2 biasa digunakan untuk melakukan pengujian pengaruh sifat-sifat yang ada pada beberapa genotype sehingga dapat ditunjukkan pada generasi F1 ataupun F2 nya. Skema tersebut biasanya disebut dengan persilangan dialel. (B. I Hayman)

Persilangan diallel terdiri dari dua jenis yaitu : persilangan diallel penuh dan parsial. Persilangan parsial masih dapat dibagi lagi menjadi persilangan diallel parsial dengan selfing maupun tanpa selfing. Persilangan penuh digunakan bila diduga ada pengaruh maternal.

Berikut adalah skema persilangan diallel :

Diallel Penuh

a b c d e

a a x a a x b a x c a x d a x e

b b x a b x b b x c b x d b x e

c c x a c x b c x c c x d c x e

d d x a d x b d x c d x d d x e

e e x a e x b e x c e x d e x e

Dialel Parsial

Partial Diallel dengan selfing

a b c d e

a a x a

b b x a b x b

c c x a c x b c x c

d d x a d x b d x c d x d

e e x a e x b e x c e x d e x e

Partial Diallel tanpa selfing

a b c d e

a

b b x a

c c x a c x b

d d x a d x b d x c

e e x a e x b e x c e x d

Griffing

Griffing melihat adanya penurunan sifat-sifat kuantitatif pada suatu tanaman membuat beliau menjadikan rata-rata frekuensi rekombinan harus tidak pasti, antara lebih tinggi atau lebih rendah dari limit yang didapatkan masing-masing pada model indek dan modified noninterference. Griffing dalam melakukan percobaannya memerlukan persilangan diallel penuh yaitu:

1. inbreed tetua itu sendiri

2. persilangan antar induk

3. resiprikal persilangan 2

B.I. Hayman

Hayman pada 1954 menguji hipotesisnya berupa adanya kesalahan perhitungan Mendel dan galton disebabkan karena:

1. segregasi diploid

2. tidak ada perbedaan resiprokal

3. pemunculan fenotip gen-gen yang tidak sealel dan yang ada di persilangan diallel

4. tidak ada pembelahan diallel

5. induk yang homosigus

6. gen-gen secara bebes terdistribusi pada tetua.

Beberapa uji hasil statistik pada gangguan yang sama, menunjukkan proses analisis utama untuk menilai variasi genetik pada dua tetua dan studi yang spesifik, tentang varietal dan mean heteroses. Ketidaksahan uji pada pengujian heterosis yang spesifik sama dengan tidak adanya dominansi. Pengujian kesetaraan pada variasi heterosis tetua yang terjadi pada kelompok sesuai dengan uji hipotesis pada frekuensi gen yang lain. Tidak sesuainya hipotesis yang terjadi berarti tidak terdapat sifat heterosis yang dominan.

Posted By: fuad nur azis
Last Edit: 10 Jan 2010 @ 08:18 PM

EmailPermalinkComments (2)
Tags
Change Theme...
  • Users » 2153
  • Posts/Pages » 59
  • Comments » 87
Change Theme...
  • VoidVoid « Default
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

BlogWalking



    No Child Pages.

Penulis



    No Child Pages.