Untuk yang serius ingin mengerti tentang sejarah atau segala sesuatau tentang April Mop, kusarankan untuk segerameninggalkan tulisan ini dan carilah sumber-sumber lain yang lebih bisa di percaya. Karena di Blog ini hanya memberi pengertian setahuku saja..hehhehhe

April Mop
Seperti halnya hari Valentine, April mop juga berasal dari kebudayaan barat yang semakin tahun semakin merangsak masuk kedalam kebudayaan kita . April mop terjadi disetiap awal bulan maret yaitu pada tanggal gajian (red: tgl 1). April Mop identik dengan kegiatan mengerjai atau mengisengi orang sampai bener-bener sang korban merasa tidak berdaya, marah, menderita, bahkan kalau perlu sampai nangis darah “lebay”. Anehnya orang yang menjadi korban April Mop di larang marah dalam menghadapi April Mop. Dibeberapa contoh kasus April Mop, baiasanya skenario pengisengan dikonsep secara matang jauh-jauh hari bahkan melibatkan banyak pihak dan korbanpun sudah di terget jauh-jauh hari pula “dah kayak terorisa aja”. Seakan-akan konsep dibuat agar sang korban benar-benar menderita, walaupun sang korban adalah teman sendiri. Jika April Mop berhasil maka kepuasan akan timbul didalam benak sang pembuat skenario, dan mungkin hanya sedikit berfikir bagaimana kalau mereka dalam kondisi sebaliknya. Bagi sang korban mungkin akan timbul berbagai reaksi sesuai dengan karakter korban, mungkin ada yang enjoy-enjoy aja “karena dah sering ngerjain, mungkin ada yang marah, atau ada juga yang menerima nasib dan langsung berfikir bagaimana cara membalas dikemudian hari.
Bagi saya, masalah iseng-mengisengi sudah hampir tejadi setiap saat dan gak perlu april mop, terlebih jika bertemu dengan teman-teman kampus. Iseng-mengisengi dalam kadar yang wajar terlihat dalam becandaan kita sehari-hari, walaupun terkadang ingin marah karena mud lagi gak sesuai. Namun iseng dalam kadar yang over kerap terlihat ketika salah satu dari kita merayakan ulang tahun. Dipegang rame-rame, sebelum akhirnya di tali dengan tiang listrik (di banyak contoh kasus, di tali di jam kuliah, saat kampus masih rame). Saat sang korban aman dan tak mungkin terlepas, barulah saatnya eksekusi sebenarnya ala kita, dilumuri tepung, disiram air comberan, telur, adonan kopo, di stempel wajahnya “dah kayak telur asin”, di cat. Ketika sudah merasa puas korban di tinggalkankan, dan hanya yg memiliki mental baja “jaela” yang berani melepas ikatan, karena sang korban biasanya akan langsung mengejar orang-orang yang menyiksanya. Kejadian serupa juga pernah menimpa diriku, ditali, disiram, dan dilumuri telur busuk sisa kegiatan beberapa minggu sebelumnya “sumpah, baunya kagag tahan bgt” . Uniknya tak ada rasa marah diantara kami, mungkin sudah kesadaran, sampai sadarnya sampai di beberapa khasus sang korban mengikuti dan menerima segala perlakuan itu tanpa perlawanan. Ya begitulah kita, tak perlu April Mop untuk sekedar iseng, yang penting iseng yang dalam kadar sewajarnya dan tahu kondisi aja..
Komentar Terakhir