MEDIA TANAM ANGGREK
Pada habitat aslinya anggrek cenderung hidup di atas pohon (anggrek epifit), di atas tanah sisa tumbuhan mati (anggrek terestrik/anggrek tanah) dan diatas humus (anggrek saprofit). Karena itu diupayakan untuk mendapatkan hasil pertumbuhan yang maksimal bagi anggrek maka haruslah anggrek tersebut mendapatkan media tanam sesuai dengan jenisnya masing-masing. Ada berbagai macam jenis media tanam anggrek, hal ini biasanya disesuaikan dengan kelembaban, suhu dan rutinitas kita sehari-hari atau seberapa sering bagi kita untuk meluangkan waktu dalam memelihara anggrek kita.
Menurut Dr. Ir. Livy Winata Gunawan (1993) secara umum media tumbuh harus dapat menjaga kelembaban daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara dan dapat menahan hara yang diberikan. Berikut ini saya sajikan hasil penelitian Dr. Ir. Livy Winata Gunawan mengenai media-media yang dipakai khusus untuk anggrek.
1. Amerika Utara (1950 – 1970), masyarakat sekitar mempergunakan media tunggal biasanya adalah serat kayu redwood, kulit kayu fir, kulit kayu pinus, gambut, batu kerikil, pakis.
2. O W Davidson (1965) menganjurkan untuk mempergunakan media campuran untuk pot berupa 6,5 kulit kayu fir, 1,5 gambut, 1 – 1 kayu redwood dan 0,5 – 1 perlite.
3. O W Davidson (1977) mengemukakan lagi campuran berupa gambut kasar, daun oak kering, dan serat kayu rewood dalam perbandingan yang seimbang.
4. Penningfield (1976) menganjurkan khusus untuk anggrek Cyimbidium semi terrestrial berupa 3 bagian pinus cylvestris, 3 bagian daun oak kering yang dihancurkan, 3 bagian gambut dan pupuk kandang yang dicampur moss dan pasir.
Seperti yang saya kemukakan diatas bahwa inti dari media anggrek adalah bagaimana supaya anggrek hidup sesuai dengan habitat aslinya, jadi sebenarnya jenis media ini tidak mengikat dan Anda dapat mempergunakan jenis media yang mana saja tergantung pertimbangan dan kemampuan Anda masing-masing. Untuk iklim dan daerah Indonesia, berikut ini saya sajikan berbagai jenis media yang dapat digunakan.
1. Arang

Arang yang dipergunakan haruslah arang yang telah mengalami pembakaran dengan sempurna, Arang yang masih terdapat kayunya akan mengalami kebusukan yang nantinya banyak mengundang cendawan merugikan. Pecahlah arang menjadi kecil-kecil sesuai dengan pot yang Anda pergunakan, untuk pot kecil usahakan agar arangnya pun kecil dan begitu sebaliknya. Sifat arang adalah tidak mengikat air terlalu banyak, karena itu penyiraman harus lebih sering dilakukan. Arang memiliki banyak keuntungan diantaranya arang tidak mudah lapuk sehingga penggantian media akan lebih lama dan arang mudah didapatkan dengan harga yang relatif murah. Khusus untuk arang batok kelapa sangat bagus untuk digunakan karena bersifat penawar bagi tanaman apabila mengalami kelebihan pupuk, adanya tannin pada media dsb.
Biasanya Arang jarang disterilkan, tetapi langsung direndam dengan cairan pupuk sebelum dipergunakan. Karena biasanya media arang dipergunakan oleh tanaman anggrek muda atau yang telah dewasa.
2. Pakis

Pakis banyak dipergunakan oleh nursery di hawai, pakis yang dipergunakan diusahakan adalah pakis yang tua jangan pakis yang masih muda. Pakis muda lebih mudah busuk dan merugikan karena mengundang cendawan dan cepat habis. Pilihlah pakis tua, dicirikan dengan warnanya hitam, kering dan lebih ringan apabila disandingkan dengan pakis muda dalam ukuran yang sama. Pakis lebih menyerap air dibandingkan dengan Arang, maka frekwensi penyiraman dapat dikurangi, kerugiannya apabila terlalu sering disiram pakis cepat lapuk dan mudah mengundang cendawan merugikan.
Sebelum dipergunakan, pakis haruslah steril dari hama dan parasit yang menempel, terutama adalah semut-semut yang sembunyi di baliknya. Untuk menghilangkan semut, Anda dapat merendam pakis tersebut. Pakis dapat dipergunakan untuk tanaman yang masih baby ataupun yang sudah dewasa. Untuk tanaman yang masih baby yang baru dikeluarkan dari botol, pakis haruslah diremukan kecil-kecil, lalu sterilisasi dengan cara mengukusnya selama 1 – 2 jam sebelum di rendam dengan pupuk.
Untuk tanaman dewasa atau muda, Anda dapat mempergunakan pakis utuh berbentuk gelondongan dengan beberapa tanaman anggrek yang diikat di batangnya, Anda juga dapat mempergunakan pakis potongan persegi panjang yang biasanya sering dijumpai di toko tanaman dengan cara tanaman diikat terlebih dahulu ke pakis tersebut dengan mempergunakan kawat atau tali rafia, dalam beberapa bulan tanaman tersebut akan menempel ke medianya, untuk estetika apabila Anda kurang enak melihat talinya maka anda dapat melepasnya. Pakis ini dapat Anda pajang di dinding rumah dengan penambahan alas kayu agar tidak kotor dan menambah keindahannya. Untuk tanaman yang akan ditanam di dalam pot, Anda dapat memotong-motong pakis dalam bentuk segi empat dadu, ukuran potongan silahkan Anda sesuaikan dengan ukuran pot dan tanaman yang akan akan pelihara. Untuk ukuran pot 10 cm Anda dapat mempergunakan potongan pakis 2 x 2 atau 3 x 3 cm.
3. Batu bata
Batu bata mudah dijumpai dan harganyapun relatif murah. Batu bata yang dipergunakan dapat menggunakan batu bata tanah liat murni ataupun batu bata campuran. Dalam penggunaannya sebagai media tanam anggrek sebaiknya batu bata digunakan bersama media lain karena beberapa sifat batu bata tidak mendukung pertamanan anggrek, diantaranya adalah batu bata memiliki berat yang lebih dibandingkan media lain, estetika penggunaan batu bata sebagai media tunggal kurang, batu bata tidak mengalami pelapukan yang artinya tidak adanya pelepasan zat hara.
4. Sabut Kelapa

Sabut kelapa banyak digunakan dalam penanaman bunga anggrek. Sabut kelapa yang digunakan adalah sabut kelapa tua yang dicirikan dengan warnanya yang telah coklat. Umumnya sabut kelapa dilepaskan dari batoknya. Sabut kelapa harus disterilkan terlebih dahulu dengan cara mengukusnya di dalam dandang, setelah itu bisa dicampurkan dengan pupuk dan fungsisida dengan cara direndam kurang lebih satu malam. Setelah pemupukan sabut kelapa dijemur terlebih dahulu dan tersimpan di tempat kering untuk mengurangi jumlah air. Kalau Anda mempergunakan sabut kelapa secara langsung, biasanya cendawan sangat mudah menyerang yang tentu saja akan merugikan tanaman kita.
Sabut kelapa mengandung tannin, kalau Anda tidak mengukusnya maka zat tersebut akan dapat membunuh tanaman atau minimal menghambat pertumbuhan tanaman anggrek Anda. Ini terlihat dengan berubahnya warna air kalau sabut tersebut direndam dalam waktu cukup lama. Sifat sabut kelapa juga mudah busuk yang artinya anda harus lebih sering mengganti media tersebut. Pemakaian sabut kelapa di daerah banyak hujan dan kelembabannya cukup tinggi tidak dianjurkan, karena sifatnya yang lebih menyerap air dan dapat menyebabkan kebusukan akar pada tanaman anggrek. Umumnya anggrek lebih menyukai media tumbuh yang berongga yang memberikan ruang respirasi yang bagus.
5. Moss Sphagnum

Moss sphagnum adalah media tanaman dari semacam lumut yang biasanya berada di hutan-hutan. Media ini termasuk kedalam lumut Bryophyta bentuknya mirip paku selaginela, media yang kering bentuknya seperti remah dan sangat ringan seperti kapas. Media moss sphagnum jarang ditemui dan harganya relatif lebih mahal dibandingkan media lainnya, untuk mendapatkannya anda harus melalui pedagang tanaman atau toko pertanian yang besar.
Moss sphagnum lebih mengikat air dibandingkan pakis, tetapi lebih lancar dalam drainese dan aerasi udara. Media ini biasanya digunakan sebagai media cangkokan atau sebagai pengganti tanah untuk tanaman yang akan dikirim ke tempat jauh karena sifatnya yang ringan dan tidak kotor. Dalam penggunaan bibit yang baru keluar dari botol untuk anggrek Phaleonopsis disarankan untuk menggunakan media ini, pada media lainnya cenderung agak susah tumbuh.
6. Gabus
Gabus yang digunakan adalah gabus bekas, Anda bisa mendapatkannya pada pengaman kardus untuk barang elektronik. Gabus juga bisa didapatkan di tukang rongsokan dengan harga yang relatif murah.
Gabus di potong-potong dadu yang disesuaikan dengan pot yang hendak dipakai. Sifat gabus tidak mengikat air, karena itu membutuhkan penyiraman yang lebih sering. Keuntungan gabus adalah tanaman dan pot lebih bersih dan cendawan jarang yang menyerang pada media gabus. Ada baiknya media gabus dapat digunakan dengan media lainnya, misalkan dengan arang ataupun potongan dadu sabut kelapa. Gabus tidak cocok digunakan untuk tanaman baby dan remaja, sifat gabus tidak mengikat air, sangat ringan dan mudah goyah sehingga pertumbuhan tanaman kecil akan sangat sulit berkembang.
7. Kulit kayu pinus
Kulit kayu pinus sangat bagus untuk digunakan pada media tanaman anggrek karena kulitnya mengandung lignin, selulosa dan hemiselulosa yang membuatnya tidak mudah lapuk dan terjangkit cendawan. Namun kelemahannya kulit kayu pinus jarang ditemui, Anda bisa mendapatkannya pada limbah pabrik korek api, tempat pengolahan kayu dsb.
About this entry
You’re currently reading “MEDIA TANAM ANGGREK,” an entry on NGALER NGIDUL BLOG
- Published:
- 9.3.09 / 8pm
- Category:
- Artikel Anggrek
- Tags:

3 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]