MITOS BAHWA ANGGREK MEMBUTUHKAN SEDIKIT AIR
Terdapat mitos dalam pemeliharaan anggrek, bahwa anggrek membutukan sedikit air. Penulis seringkali menjumpai bahwa banyak yang mempunyai anggrek, mereka seringkali menyiram tanamannya dengan sangat jarang, ada yang melakukannya tiga kali sehari, semingu sekali bahkan mungkin ada yang lebih jarang lagi. Mereka berpendapat seperti itu dikarenakan seringkali anggrek yang mendapatkan perlakukan penyiraman sehari atau dua kali dalam sehari pada bagian tanamannya, khususnya akar mudah sekali membusuk.
Kebalikan dari pendapat di atas ada juga yang seringkali menyiram tanaman anggreknya dengan sangat sering, karena melihat daun dan bagian yang terlihat pada tanaman anggrek mereka sepertinya kering dan menunjukan kekurangan air.
Kedua pendapat diatas tidak secara keseluruhannya salah, memang pada beberapa jenis anggrek terutama yang memiliki pseudobulb (tempat cadangan makanan pada batang) lebih tahan terhadap kekeringan. Karena anggrek jenis ini mampu menyimpan energinya ketika dalam keadaan menguntungkan untuk digunakan dalam keadaan membutuhkan, dan sebagai bahan cadangan makanan bagi tunas baru yang tumbuh disampingnya. Anggrek yang berdaun tebal (sukulen) juga cenderung lebih tahan kering dibandingkan daun tipis.
Ada baiknya penulis sajikan beberapa pengalaman penulis serta fakta yang sekiranya dapat membantu para hobis anggrek , khususnya mengenai faktor air dalam pemeliharaan tanaman anggrek. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Akar anggrek memiliki valamen yang terdiri dari lapis sel berongga yang merupakan pelindung dalam sistem saluran akar. Ini membuat akar anggrek terlihat lebih besar, tetapi kalau dipegang seperti spongi dan lembut. Menurut Dyah Widiastoety Darmono, seorang pakar anggrek air yang tersalurkan ke dalam jaringan tanaman hanya air yang mengenai ujung dari akar. Karena itu dalam kegiatan penyiraman di usahakan agar ujung akar yang terlihat keluar dari media mendapatkan air yang cukup. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan penyiraman melalui penyemprotan menggunakan sprayer.
2. Ada kalanya anggrek yang kita miliki daunnya terlihat merana, seperti kekurangan air. Ada dua hal yang harus kita teliti terlebih dahulu ketika kita menghadapi situasi seperti ini. 1. tanaman tersebut memang sedang membutuhkan air, 2. akar tanaman mengalami kebusukan yang membuat penyerapan nutrisi tanaman terganggu.
Sebaiknya kita intip terlebih dahulu media tanaman tersebut, perhatikan akarnya apakah mengalami kebusukan ataukah tidak, apabila mengalami kebusukan berarti tanaman tersebut mengalami kekeringan karena akarnya terserang fungi atau cendawan. Tanaman yang mengalami serangan cendawan harus dibongkar medianya, bersihkan akar tanaman dengan cara memotong dan menghilangkan akar tanaman yang busuk dan mati menggunakan pisau atau gunting steril (dengan sedikit membakar atau mencelupkan kedalam alkohol). Ganti medianya dengan media yang baru, jangan lupa sterilkan juga media tersebut dengan cara mengukus (ex. Moss sphagnum) atau merendamnya dalam larutan fungisida (ex. Pakis, arang) minimal sehari. Ada baiknya secara rutin dilakukan penyiraman dengan menggunakan larutan fungisida minimal 10 hari sekali, untuk menjaga tanaman agar tidak terserang cendawan.
3. Sesuaikan media tanaman dengan kemampuan Anda dalam memelihara tanaman tersebut dan tempat Anda tinggal. Kalau anda tinggal di Bandung yang rata-rata memilki curah hujan yang tinggi, ada baiknya Anda lebih memilih Arang sebagai media tanam. Kalau Anda hanya memiliki waktu yang sedikit dalam pemeliharaan anggrek, ada baiknya Anda memilih media yang lebih mengikat air semisal sabut kelapa atau moss Sphagnum. Tetapi jangan lupa, anggrek sedikit rentan dengan keadaan media yang selalu basah karena lebih mudah mengundang cendawan, maka ada baiknya hal tersebut dibarengi dengan pemberian fungisida secara teratur. Andapun dapat mencampur berbagai jenis media yang menurut hemat Anda terbaik, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Andapun harus pula memperhatikan pot tempat tanaman Anda hidup, pot berlubang lebih mudah menguapkan air sebaliknya pot plastk lebih mampu menahan air. Dalam pengaturan media dan penyiraman ini sebenarnya tidak terlalu rumit, hanya saja kita membutuhkan waktu yang lebih lama dan perhatian khusus sampai akhirnya kita menemukan cara yang paling efektif dan efisien bagi kita masing-masing.
4. 45 % dari tubuh tanaman terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen, tanaman yang mengalami kekurangan unsur ini bisa merana dan mati. Pengambilan unsur tersebut dilakukan melalui air, udara dan tanah berupa CO2 yang dipergunakan untuk assimilasi karbon pada saat fotosintesis bersama dengan air (H2O). Proses fotosintesis akan menghasilkan gula sebagai bahan pertumbuhan tanaman. Karena itu unsur air sangat diperlukan sekali dalam keberlangsungan kehidupan tanaman anggrek yang kita miliki. Ada baiknya penyiraman dapat dilakukan sehari sekali bagi tanaman genus anggrek yang memiliki pseudobulb (ex. Oncidium) ataupun yang berdaun tebal (Vanda), tetapi bagi yang berdaun tipis ada baiknya dua kali sehari dan kegiatan penyiraman ini harus selalu dibarengi dengan pemberian fungisida yang mencukupi.
5. Pastikan penyaraman pada waktu yang tepat, biasanya pagi atau sore, menjaga agar tidak mengganggu proses fotosintesis. Sekitar pukul 08.00 – 10.00 stomata daun sedang terbuka lebar, ini adalah saat yang baik bagi Anda untuk melakukan penyiraman dengan menggunakan sprayer.
About this entry
You’re currently reading “MITOS BAHWA ANGGREK MEMBUTUHKAN SEDIKIT AIR,” an entry on ORCHIDS ITU ANGGREK - Agah
- Published:
- 9.11.09 / 11am
- Category:
- Anggrek
- Tags:

No comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]