JENIS PUPUK DAN PERBEDAANNYA

Pupuk menurut jenis bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu pupuk organik yang di dalamnya termasuk pupuk kandang (ex. kotoran hewan) dan pupuk hijau atau kompos yaitu hasil pembusukan dari bagian tanaman (ex. daun busuk). Yang kedua adalah pupuk anorganik, yaitu pupuk buatan pabrik hasil rekayasa kimia. Umumnya pupuk anorganik lebih merangsang tanaman dalam pertumbuhan dan kematangannya, tetapi dari segi keamanan terhadap lingkungan dan keberlangsungan kesehatan tanaman lebih memungkinkan untuk penggunaan pupuk organik. Kelebihan pupuk anorganik adalah dari segi kepraktisan dan kebersihan lingkungan yang lebih terjaga. Pupuk anorganik tersedia dalam bentuk pupuk akar ataupun pupuk daun.

Dari segi penggunaan, pupukpun terbagi menjadi dua, yang pertama adalah pupuk akar yaitu pupuk yang digunakan langsung dengan pencampuran dalam media dan digunakan untuk diserap nutrisinya melalui bulu-bulu akar tanaman. Pupuk organik biasanya hanya bisa diaplikasikan sebagai pupuk akar, bagi anggrek tanah (terestrik) sangatlah bagus digunakan pupuk organik dimana dalam pencampuran medianya bisa digunakan pupuk ini. Jenis pupuk yang kedua adalah pupuk daun dimana pengaplikasiannya pada bagian daun dengan cara penyemprotan menggunakan sprayer dengan maksud butir-butir kecil air yang mengandung pupuk dapat diserap melalui stomata daun, sebaiknya penyemprotan lebih ditekankan di bawah permukaan daun dimana banyak sekali stomata terdapat pada bagian ini. Dalam penggunaan pupuk daun harap dipergunakan secara hati-hati, lihatlah petunjuk yang terdapat pada kemasan pupuk tersebut, penggunaan pupuk daun secara berlebihan dapat membakar daun dan membuatnya kering, layu menguning.

Pembagian pupuk kandang terbagi menjadi dua, yaitu pupuk kandang yang bersifat panas dan pupuk kandang yang bersifat dingin. Pupuk kandang bersifat panas dinamakan demikian karena jenis pupuk ini lebih cepat terurai oleh jasad renik dan menimbulkan panas, seringkali penguraian tersebut tidak terjadi secara sempurna atau tidak terurai dengan baik yang merubah bahan organik sisa tersebut menjadi gas, dampaknya terhadap tanaman adalah timbulnya panas berlebih yang dapat membunuh tanaman. Pupuk kadang panas sebaiknya harus melalui dekomposisi secara baik yaitu melalui jalan penjemuran sampai kering. Kotoran kambing, domba dan kuda termasuk kedalam jenis pupuk panas ini. Pupuk yang kedua adalah pupuk dingin seperti kotoran babi, sapi dan kerbau. Jenis pupuk dingin mengalami penguraian secara lambat yang menghindarkannya dari panas berlebih. Tetapi sebagaimana pupuk panas, pupuk dinginpun harus mengalami dekomposisi secara baik. Sebagai perbandingan kandungan, ternyata pupuk kandang hasil kotoran domba lebih mengandung unsur N, P dan K yang lebih tinggi dibanding jenis pupuk kandang yang lainnya.

Pupuk anorganik menurut komposisinya terbagi menjadi dua juga, yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal hanya mengandung satu unsur saja, unsur N (ex. ZA, Urea), unsur P dan Ca (ex. DS, TSP), unsur K (ex. KC1, ZK), unsur Mg (ex. Dolomit), dsb. Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung minimal unsur utama (makro) yang diperlukan oleh tanaman yaitu unsur N (Nitrogen), P (Fospor) dan K (Kalium), ditambah S (Sulfur), Ca (Kalsium), Mg (Magnesium). Biasanya disamping unsur utama tersebut juga terdapat unsur mikro seperti Fe (Besi), Zn (Seng), Mo (Molibdenum), Cl (Klor) dsb. Pada penggunaan dua jenis pupuk tersebut, biasanya dalam pembudidayaan anggrek lebih banyak yang menggunakan pupuk majemuk melihat penggunaanya lebih praktis. Beberapa contoh produk yang termasuk kedalam pupuk majemuk adalah Hyponex, Growmore, Vitabloom, Gandasil, Gaviota, Surplus dan Bayfolan. Harap pergunakan pupuk majemuk sesuai dengan usia dan masa pertumbuhan anggrek, sebagai contoh untuk anggrek muda (masa vegetatif) pergunakan Growmore dengan kandungan N lebih tinggi, untuk masa memasuki pembungaan (fase generatif) pergunakan Growmore dengan kandungan P dan K lebih tinggi dan setelah berbunga pergunakan Growmore dalam posisi seimbang.


About this entry