Siapa yang tahu marshanda? Jika ada yang belum tahu, dia adalah salah satu artis nasional kita, pemain sinetron dan penyanyi. Mengawali kariernya sejak kecil.
Ada apa dengan marshanda? Kini Ia menjadi sorotan kehidupan media. Bahkan hari ini (14 Agustus 2009), semua infotainment berlomba menampilkan keeksklusifan dari video mba marshanda ini. Mulai dari asumsi gangguan jiwa, masalah keluarga, masalah pacara, lagi sakit, hingga asumsi yang menganggap marshanda terlalu banyak menkonsumsi obat-obatan terlarang.
Ada satu video yang diperuntukkan kepada teman-teman marshanda. Marshanda tampak begitu emosional terhadap apa yang menjadi sikap teman-temannya terhadap dirinya. Sepertinya luka itu terlalu membekas baginya. Bayangkan saja, kejadian yang dia alami itu sewaktu SD, sedangkan sekarang dia sudah kuliah. Waktu yang cukup panjang dalam mengorek kembali luka yang telah mengering.
Terkadang apa yang dilakukan oleh kita memang tidak pernah kita sadari. Berbagai dampak mungkin akan terlihat suatu nanti. Apa yang dilakukan marshanda mungkin adalah bentuk dari akumulasi kekecewaan dari apa yang dilakukan di masa lampau. Mungkin saja marshanda yang salah, mungkin saja temannya yang salah, mungkin saja tidak ada yang salah.
Tidak menyukai orang adalah hal yang lumrah. Namun, jika bisa untuk tidak ‘tidak menyukai orang’, mungkin sesuatu yang lebih baik. Rasa iri memang selalu melanda manusia, manusiawi. Tetapi kecepatan dalam mengontrol untuk tidak menjadi irilah yang mungkin akan menjadikan semuanya baik-baik. Dinamika selalu terjadi, suka-tidak suka, cita-benci, semangat-tidak semangat, dan segala bentuk lainnya yang terus berputar.
Keberadaan kitalah yang seharusnya statis. Keberadaan yang bisa mengontrol roda kehidupan dimana kita bisa mengontrol poros kehidupan. Saat kita berada diatas mungkin kita lupa, bahwa kita ada yang menopang. Saat kita berada dibawah, tak jarang pula kita lupa untuk membantu menopang yang diatas. Biasanya kita hanya merasa bahwa hidup bukanlah milik kita.
Mungkin saat kita berada diatas, kita lupa untuk mengangkat yang dibawah. Kita sibuk sendiri dengan keberadaan diatas. Namun saat dibawah, barulah kita menyadari kesulitan, buah dari keangkuhan kita diatas. Bangkit dan berubah adalah dua hal untuk kembali dalam jalur yang benar.
Terkadang ketika kita gagal, kita merasa telah gagal untuk selamanya. Padahal tidak. Kita sudah diberi rizkinya masing-masing oleh Yang Maha Kuasa. Hanya waktu saja yang belum datang dengan tepat. Usaha yang kita lakukan tidak akan pernah sia-sia di mata Pencipta kita. Karena sukses dan surga adalah hak semua orang. Mau kita berawal kaya, miskin, pinter, bodoh, dll. Namun dengan usaha yang keras disertai permohonan doa, sukses dan surga adalah hak kita.
Kembali ke mba marshanda. Pelajaran sangat berharga buat kita semua. Segala sesuatu yang kita lakukan jelas akan berdampak di masa yang akan datang, baik positif atau negatif. Jika memang teman-teman SD yang disebut oleh marshanda itu benar melakukan hal yang membuat marshanda terluka, mungkin saat ini teman-temannya itu malu dan mungkin baru menyesalinya. Sehingga marshanda dapat melakukan hal gila yang mempertaruhkan imej dirinya. Perbuatan negatif berdampak negatif. Perbuatan positif berkarma positif.
Jadi, yang manakah yang hendak kamu pilih? Menabung kebajikan? Atau menabung petaka?


komentar dan diskusi