preload
Saya memang tidak setampan dan semapan dia. Saya bangga apa adanya saja. Melangkah lagi menuju kotak ke -100.
Sep 09

Aku benci kamu. Tapi aku sayang kamu. (contoh kerja otak dan perasaan saat bekerja bersamaan).

Aku dikendalikan oleh dua pengendali yang sangat kuat. Katanya otak pengendali manusia. Namun perasaan juga bilang begitu.

Aku sering sekali bermain dengan otak. Asik sekali. Otak membuatku berpikir akan sesuatu. Namun hampa. Aku menghitung berbagai runutan angka yang diolah melalui persamaan hingga orde dua. Namun aku hampa. Tak dapat kurasakan. Hanya hasil yang kudapat. Itupun angka lagi.

Aku mencintai seseorang. Dia bilang mencintai aku juga. Aku dapat merasakannya. Aku berpikir mengapa semua ini terjadi. Aku olah dengan rumus-rumus yang aku pelajari di sekolah. Tidak bisa. Kekuatan perasaan menuntunku untuk merasakan.

Otak selalu membohongi perasaan. Tidak senang padahal senang, benci padahal suka, tidak butuh padahal butuh. Setelah semuanya berakhir dengan kepedihan atau tidak sesuai rencana si otak, maka yang timbul adalah sakit hati, sakit perasaannya. Bukan sakit otak.

Perasaan selalu menang dalam hal percintaan. Karena cinta tidak dibuat sistematis oleh otak. Perasaan selalu membuatnya menjadi aliran indah untuk dirasakan. Bukan mendapatkan hasil mutlak dari cinta sebagaimana yang diharapkan oleh otak.

Sensasi fisik berupa perasaan menjadi pemandu otak dalam bertindak. Karena aku belum pernah tau, sehebat apa otak dalam mengendalikan perasaan.

Mari pikirkan, rasakan dan menikmatinya. Karena tidak ada yang tidak berhubungan di dunia ini.

PujiPrabowo, 9 September 2009.

Leave a Reply