Malinggggg….!!!!!
Teriakan semua orang yang merasa sebagai warga Negara Indonesia, yang merasa memiliki kebudayaan yang dicuri, yang merasa dilecehkan oleh si maling, yang berteriak lantang kepada Negara tetangga yang katanya satu rumpun.
Pelaku seni wajar marah. Itu profesi yang mereka lestarikan dan jalani. Pemerintah bingung. Mungkin terlalu banyak kebudayaan yang harus dilestarikan. Sehingga sibuk melestarikan ketika dicuri bukan sebelum dicuri. Lah kita?( saya juga termasuk) dimana saat kebudayaan itu belum dicuri? Kita berteriak sangat lantang dengan segala sumpah serapah pada si maling. Namun, hikmah ini tidak pernah diambil. Pencurian terus dilakukan. Mungkin bisa saja Negara kita yang dicuri nantinya. Jika kita memang tidak pernah peduli akan sekitar. Ketika terjadi pencurian, seberapa banyak yang menyumpah serapah si maling? Seberapa banyak yang melontarkan kata maki pada si maling? Lalu seberapa banyak yang peduli melestarikan kebudayaan tersebut? Mungkin kita juga bisa mulai merenunginya.
Mungkin kebudayaan terlalu luas. Kita ambil contoh kecil. Betapa orang pun tidak menghargai orang lain. Selalu ada stigma emosi, sensitive, marah menjadi hal yang buruk untuk orang itu. Namun, apakah kita menjadi penyebabnya?menjadi penyebab orang itu marah?emosi? hal kecil yang tidak pernah disadari. Hal yang dilakukan adalah menghujat dan menertawakan. Bukan instropeksi perbuatan sendiri. Menertawakan amarah atau memarahi tawa?
Sikap saling menghargai, sikap yang diajarkan sejak SD tidak tertanam dengan baik. Mungkin sudah tenggelam dengan kemutakhiran rumus gravitasi, integral, limit dan berjuta pengetahuan lainnya. Sikap dasar ini mudah dilupakan. Terbukti dengan banyaknya teman tidak menghargai teman, antar rekan kerja, antar pasangan, dan lainnya. Apalagi menghargai kebudayaan. Sulit nampaknya.
Semuanya memang tak mudah. Katanya sih semuanya sulit. Tapi belum dicoba. Yang penting bilang sulit dulu. Kegemaran orang Indonesia termasuk saya berarti. Ketika menyadari kesalahan bukan memperbaiki perbuatan ataupun merenungi dengan baik kesalahan tersebut. Tetapi asik menghujat dan mencari orang yang dapat dihitamkan seperti kambing (kambing hitam tentunya).
Sekarang keberadaan Negara kita terancam, kedaulatan terancam, warga Indonesia pastinya terancam juga. Saya, kamu dan mereka juga terancam. Mungkin kita atau saya sendiri, sedang diketuk olehNya. Betapa banyaknya sesuatu yang tidak dihargai disekitar. Betapa banyak yang seharusnya kita hargai. Baik orang lain, kebudayaan, maupun diri sendiri.
PujiPrabowo, 9 September 2009.


komentar dan diskusi