aku tersenyum kau termenung
kau tertawa aku merenung
aku yang menanggung
kau membuatku bingung
pujiprabowo.
aku tersenyum kau termenung
kau tertawa aku merenung
aku yang menanggung
kau membuatku bingung
pujiprabowo.
Sedih jika kekalahan karena hanya kekurangan harta..
Sedih jika kekalahan karena hanya kekurangan fisik..
Semakin menyangsikan akan keberadaan sebuah ikatan..
Kepalsuan memang menyelimuti kehidupan..
Ketulusan hilang ditelan jaman.
Kekayaan menjadi ancaman.
PujiPrabowo.
titik.ikatan.anestesi.sintesa.satu
terbang.bangun.undian.antrian.
teriak.aku.kurawa.wahana.
rindu.dua.uang.angkuh.
PujiPrabowo.
Oh, betapa ku saat ini
Ku cinta untuk membenci… membencimu…
Oh, betapa ku saat ini
Ku benci untuk mencinta… Mencintaimu…
Aku tak tau apa yang terjadi
Antara aku dan kau
Yang ku tau pasti…
Ku benci untuk mencintaimu…
aneh
neha
hane
enah
nahe
aneh?
kamu?
saya?
kita?
mereka?
aneh?
Belum lama ini saya menemukan sebuah grup di facebook yang sibuk menjelek-jelekkan band yang ada. Tidak seperti biasanya (menghujat band major label) grup ini menghujat band-band yang sukses di jalur indie. Tidak tanggung-tanggung, band yang dihujat band yang sudah mempunyai banyak fans dan segudang prestasi.
Grup ini mengutarakan ketidakkagumannya terhadap band-band indie sukses itu. Mereka hanya mencari keburukan dan mencaci maki. Bahkan mereka tidak berani menyebut band pujaan mereka. Mungkin takut dibalas oleh para pendukung band yang telah terhujat. Sepertinya tabiat orang kita adalah mencari kejelekan orang, terus dikorek, semakin puas, terus terus, hingga orang yang kita jeleki itu hancur berantakan. Dan kita menjadi sangat senang sekali.
Iri, sudah menjadi hal yang lumrah. Seperti pepatah MODERN mengatakan, membiasakan yang tidak biasa dan membenarkan yang tidak benar. Iri memang manusiawi. Makanya kita diberi otak dan perasaan untuk mengolahnya. Dengan cepat mengolahnya menjadi sesuatu yang bukan iri, maka akan menjadi pribadi yang baik.
Mengapa admin grup itu tidak membuat saja band yang menurut dia keren. Integritas dia akan diuji disitu sebagai penghujat musik orang. Kalaupun tidak bisa membuat band yang keren, ya coba legowo dengan prestasi-prestasi yang telah ditorehkan oleh band tersebut. Coba untuk menghargai.
Karena gossip infotainment juga mengajarkan bahwa negative dari seseorang itu enak untuk diusik. Sedangkan ketika diusik menjadi gundah gulana. Orang kita jarang membicarakan prestasi yang telah dibuat seseorang. Karena orang kita senang menghujat prestasi dan membuat prestasi menghujat.
PujiPrabowo, 9 September 2009.
Malinggggg….!!!!!
Teriakan semua orang yang merasa sebagai warga Negara Indonesia, yang merasa memiliki kebudayaan yang dicuri, yang merasa dilecehkan oleh si maling, yang berteriak lantang kepada Negara tetangga yang katanya satu rumpun.
Pelaku seni wajar marah. Itu profesi yang mereka lestarikan dan jalani. Pemerintah bingung. Mungkin terlalu banyak kebudayaan yang harus dilestarikan. Sehingga sibuk melestarikan ketika dicuri bukan sebelum dicuri. Lah kita?( saya juga termasuk) dimana saat kebudayaan itu belum dicuri? Kita berteriak sangat lantang dengan segala sumpah serapah pada si maling. Namun, hikmah ini tidak pernah diambil. Pencurian terus dilakukan. Mungkin bisa saja Negara kita yang dicuri nantinya. Jika kita memang tidak pernah peduli akan sekitar. Ketika terjadi pencurian, seberapa banyak yang menyumpah serapah si maling? Seberapa banyak yang melontarkan kata maki pada si maling? Lalu seberapa banyak yang peduli melestarikan kebudayaan tersebut? Mungkin kita juga bisa mulai merenunginya.
Mungkin kebudayaan terlalu luas. Kita ambil contoh kecil. Betapa orang pun tidak menghargai orang lain. Selalu ada stigma emosi, sensitive, marah menjadi hal yang buruk untuk orang itu. Namun, apakah kita menjadi penyebabnya?menjadi penyebab orang itu marah?emosi? hal kecil yang tidak pernah disadari. Hal yang dilakukan adalah menghujat dan menertawakan. Bukan instropeksi perbuatan sendiri. Menertawakan amarah atau memarahi tawa?
Sikap saling menghargai, sikap yang diajarkan sejak SD tidak tertanam dengan baik. Mungkin sudah tenggelam dengan kemutakhiran rumus gravitasi, integral, limit dan berjuta pengetahuan lainnya. Sikap dasar ini mudah dilupakan. Terbukti dengan banyaknya teman tidak menghargai teman, antar rekan kerja, antar pasangan, dan lainnya. Apalagi menghargai kebudayaan. Sulit nampaknya.
Semuanya memang tak mudah. Katanya sih semuanya sulit. Tapi belum dicoba. Yang penting bilang sulit dulu. Kegemaran orang Indonesia termasuk saya berarti. Ketika menyadari kesalahan bukan memperbaiki perbuatan ataupun merenungi dengan baik kesalahan tersebut. Tetapi asik menghujat dan mencari orang yang dapat dihitamkan seperti kambing (kambing hitam tentunya).
Sekarang keberadaan Negara kita terancam, kedaulatan terancam, warga Indonesia pastinya terancam juga. Saya, kamu dan mereka juga terancam. Mungkin kita atau saya sendiri, sedang diketuk olehNya. Betapa banyaknya sesuatu yang tidak dihargai disekitar. Betapa banyak yang seharusnya kita hargai. Baik orang lain, kebudayaan, maupun diri sendiri.
PujiPrabowo, 9 September 2009.
komentar dan diskusi