Sebelumnya aku ingin bersyukur karena hari ini aku punya waktu lagi buat berbagi pengalaman and sharing di blog sederhanaku ini.
Malam ini aku ingin bercerita tentang seputar kegiatanku yang lumayan menyita waktu, sampe2 blog ini dah lama gak update. Bulan Februari sampai Mei biasanya memang bulan2 tersibuk untuku karna biasanya di bulan2 ini banyak lomba yang harus kupersiapkan, Lomba yang sudah menjadi langganan di bulan Mei tiap 2tahun sekali yang biasanya kuikuti adalah Lomba Paduan Suara and Peksimida. Tapi ternyata ada kegiatan baru yang cukup menarik perhatianku, yaitu Gamelan virtual. Beberapa minggu lalu aku melihat pengemuman tentang audisi sinden untuk mengiringi pementasan gamelan virtual di Korea dan Taiwan.Hmmm.. cukup unik dan menantang buatku.
Program ini berawal dari proyek Universitasku (Udinus) yang ingin mempermudah masyarakat yang ingin bermain gamelan tetapi mempunyai kendala dengan harga gamelan asli yang lumayan mahal. Programmer dari software ini adalah bapak Joko Triyono, seorang mahasiswa S2 dari Udinus dan setahu saya beliau juga seorang guru kesenian di SMA Prembun.
Kalimat tersebut saya tulis saat baru mengenal tentang gamelan virtual dari salah seorang dan seingat saya, saat beliau mengatakan hal tersebut adalah di depan saya dan bapak Joko Triyono (Pembuat gamelan virtual) jikalau tidak seperti itu mungkin saya yang salah dengar atau salah persepsi, saya sendiri belum memiliki softwarenya(walaupun mungkin saya bisa mendapatkannya) dan sama sekali tidak berniat untuk menyebarluaskannya karna saya masih menghargai programernya dan satelah menulis blog ini saya mendapat kritikan bahwa gamelan virtual ini bukanlah program udinus.Beliau mengatakan bahwa Sejarah gamelan virtual :
-dibuat bulan maret 2006 oleh Joko Triyono guru SMA N1 Prembun
- mulai diterapkan untuk pembelajaran mei 2006 di kelas x
- diikutkan dalam lomba media pembelajaran mendapat penghargaan silver nop 2006.
- dipentaskan di Udinus 2007
- dipentaskan di LPMP Jateng tahun 2008 dan tahun 2009
Saya memohon maaf jika ada kekeliruan penulisan dan terimakasih pada bapak kopral berita yang telah memberikan koreksi dan informasi lengkapnya. Semoga kedepan saya bisa menggali lebih jauh TENTANG APA YANG SAYA DENGAR. Saya hanya ingin memperkenalkan lebih jauh tentang gamelan virtual kepada masyarakat luas, sama sekali tidak terlintas dipikiran saya untuk melanggar hak intelektual dari seseorang atau mengambil alih sebuah ketenaran karena apabila niat saya seburuk itu maka dari awal saya tidak akan mencantumkan nama bapak Joko triyono sebagai pembuatnya. Diluar itu tak ada maksud apapun. Dan jika apa yang saya dengar itu memang benar, saya juga meminta maaf atas nama seseorang yang berucap seperti itu kapada saya yang juga mungkin keliru saat mengatakannya kepada saya.
Berbeda dengan gamelan asli yang memerlukan space besar dan harga yang lumayan mahal. Gamelan virtual ini dengan mudah dapat disimpan di flashdisk, bisa dibawa kemanapun dan hanya memerlukan laptop/komputer untuk memainkannya. Dengan ini akan memudahkan para pecinta kesenian tradisional untuk terus berkreasi dan melestarikan budaya Indonesia terutama di kalangan para remaja yang mulai meninggalkan kesenian tradisional kita. Saya kira virtual gamelan ini akan mudah diterima karena berbasis komputer yang digandrungi para remaja karna tak jauh bedalah dengan permainan game online.hehe..
Selama latihan untuk pementasan kami menggunakan 2 media yaitu gamelan asli dan gamelan virtual tujuannya agar para pemain juga mengenal bagaimana cara memainkan gamelan yang asli kemudian diterapkan pada gamelan virtual. Saat pertama kali saya melihat para penabuh gamelan memainkan jari2nya pada gamelan virtual, awalnya sepertinya mereka agak kesulitan. Ya maklumlah.. namanya aja baru pertama kali, tapi sedikit demi sedikit lama2 juga menjadi bukit. Walaupun latihan terlihat alot, tapi saya melihat semangat para penabuh untuk memainkannya begitu besar sehingga dalam beberapa hari kami mulai melihat hasilnya. Terakhir kemarin kabar yang saya dengar bapak joko kecelakaan dan tangan kanan beliau patah.Sedih saya mendengar berita tersebut, Tapi jauh dari lubuk hati saya tetap berdoa agar beliau cepat sembuh sehingga beliau bisa segera bergabung lagi bersama kami untuk mempersiapkan pertunjukan.
Saya bangga dengan kekayaan budaya Tradisional Indonesia






