Welcome to my personal blog, by: Suhandi s (2010)

Human side of photography

July 15th, 2010 suhandi 3 comments

Photography records the gamut of feelings written on the human face, the beauty of the earth and skies that man has inherited, and the wealth and confusion man has created.  It is a major force in explaining man to man.

All photographs are there to remind us of what we forget.  In this - as in other ways - they are the opposite of paintings.  Paintings record what the painter remembers.  Because each one of us forgets different things, a photo more than a painting may change its meaning according to who is looking at it.

”To me, photography is an art of observation. It’s about finding something interesting in an ordinary place… I’ve found it has little to do with the things you see and everything to do with the way you see them.”

Last Visitor: 10.332

Categories: Photography Tags:

Ghost Blog

May 13th, 2010 suhandi 11 comments

Sudah lama saya tidak nge-blog, walau sebenarnya banyak yang mau saya ceritakan dan saya tulis di blog ini. Belakangan ini saya masih dihantui dengan skripsi  yang belum kelar-kelar :( ..ditambah aktifitas eksternal buat ngadain event2, semakin menyulitkan waktu saya untuk menulis. Tapi doakan yah, semoga semua cepat terselesaikan terutama untuk skripsi saya.. Banyak bener tantangannya, mulai dari dosen pembimbing sedang tidak ditempat sampai makin bertambahnya aktifitas yang perlu diselesaikan. Target saya sih september dah kelar. Walau sebenarnya sayamasih seneng punya status jadi mahasiswa.. Masih bisa bebas buat berkarya, buat event, sosial, keliling2, backpaker, hunting dan masih bnyk lagi. Kalo dah kerja?? gak mungkin lagi saya memiliki kebebasan.

Yah walau saya sering berpikir, kalo begini caranya.. gimana saya bisa lulus??.  Tapi hidup memang kembali kedalam prosesnya dan sebuah pilihan. Saya masih memilih buat manfaatin status gw sebagai mahasiswa :D, masih comfort sama sekarang ini. Gak ada kuliah, dan saya bebas aktifitas kemana saya mau.he3x. Tapi ttp doain yah semoga, saya bisa keluar dari zona ini hingga meraih gelar itu.”

Explains effective ways to do it by thecurefortomorrow

March 15th, 2010 suhandi 7 comments

global

Last Visitors: 8872

Dari Hati yang penuh syukur

March 9th, 2010 suhandi 11 comments

Belakangan ini,, bagi saya seperti hari-hari yang terberat untuk dilalui. Entah mengapa saya dihadapkan oleh tekanan untuk segera menyelesaikan study sy sebagai mahasiswa dan mendapatkan gelar sarjanaku.

Memang tidak mudah seperti yang ada di benakku dahulu untuk meraih gelarku, saat ini saya masih bimbang akan hal ini.. masih ingin menikmati masa-masa sebagai mahasiswa”.

Walau Berat memang.. ketika saya harus dihadapkan oleh situasi seperti ini,, apalagi setelah SK judul saya sudah expired dan saya harus memulai mengerjakan skripsi ini dari awal. Tidak ada yang salah disini, segala sesuatu memang harus ada yang dikorbankan. Yah semangat ku hilang hari ini.. walau selalu memberikan target “hari ini saya harus menulis !!!”

Tapi berkat sebuah kisah cerita “Hati yang penuh syukur” sepertinya membawa suatu energi positif bagi diriku.. semangat yang sepertinya bangkit setelah saya membaca kisah ini. Kisah yang saya dapatkan ketika saya sepulang dari membeli sebuah speaker dan mampir ke penjual korang di Simpur Centre. Iseng-isen tertarik ingin membeli buku, Hmm.. kuambil Buku “Majalah Motivasi” dengan tagline “The Power Of Success Habits”.

Ntah mengapa.. hasrat membeliku muncul, dan langsung kubayar majalah ini.. walau tadinya ingin membeli majalah Marketing. Setelah selesai.. segera saya pulang ke rumah, dan hm.. walau mengantuk, saya menyempatkan membuka majalah ini. Halaman yang langsung saya buka berjudul “Hati yang penuh syukur” membuat saya tertarik untuk harus membacanya..

Cerita dalam kisah itu merupakan kisah nyata yang menyentuh. Sepasang suami istri yang tidak dikaruniai anak menemukan bayi merah perempuan. Setelah umur dua tahun, baru mereka tahu kalau bayi itu bisu tuli. Namun mereka tetap menyayanginya dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang.

Anak perempuan itu tumbuh menjadi anak yang pintar, dan bisa menyelesaikan sekolah hingga lulus perguruan tinggi. Ketika si anak pulang setelah menyelesaikan kuliahnya, baru ia tahu kalau ibunya sudah meninggal setahun sebelumnya (ayahnya sudah lebih dulu meninggal). Saat itu juga ia diberitahu oleh tetangganya kalau dirinya bukanlah anak kandung orangtua yang mengasuhnya itu. Betapa sedihnya ia….

Satu hal yang menarik, si anak begitu menyayangi kedua orang tua asuhnya itu dan mensyukuri keadaan dirinya apa adanya. Dalam satu bait puisi yang ia persembahkan untuk sang ibu, ia menulis bait yang sangat menyentuh. Berikut penggalannya:

Aku bersyukur ada engkau (ibu)
Yang menemaniku sepanjang hidupku
Hingga membuatku mampu menjadi diri sendiri
Aku bersyukur,
Aku berterima kasih pada keadaanku ini
Dalam duka dan bahagia, aku tetap bersyukur.

Yah.. ketika usai membaca kisah ini, saya menjadi sangat terinspirasi.. Sempat saya terdiam merenungi kisah ini. Sesuai dengan hati sy yang memang memberikan insiprasi bagi saya..  betapa sulitnya orang tua dan keluarga menginginkan putra nya berhasil untuk bisa menyelesaikan kuliah.

Sepenggal yang paling mengimajinsikan pikiranku dari cerita itu:

….  Nak. Ibu juga sangat kehilangan ayahmu. Tetapi kamu tidak boleh berhenti kuliah. BElajarlah yang benar! selesaikan kuliahmu secepatnya dan ibu tunggu kepulanganmu dengan ijazah di tangan…  Jika kamu gagal, ibumu ini serta ayahmu di alam sana pasti kecewa karena kerja keras dan pengorbanan kami selama ini sia-sia”.

Hm… senang hatiku kini .. kini aku bisa semangat untuk terus menyelesaikan akhir study ku. Memang belum terlambat. Walau 3.5 thn target ku gagal saat ini., tapi aku masih punya kesempatan untuk mengejar sarjanaku. Terima kasih ibu, papa,saudara-saudara, dan teman-temanku… serta cerita yang begitu menginspirasiku. Semoga ini menjadi awal semangatku hingga aku mendapatkan gelarku. Suhandi,SE.

Dari hatiku yang penuh syukur untuk mu.
Bandar Lampung, 09 Maret 2010