tergoda umpan dan kail


Sayu rindu tendang semilir, langkah ringan hilir bergaung, sesuatu kemari nak..jawabmu, setibanya di sungai yang teraliri kasih sayang itu, jemari memegang manja, sampan pelan melaju saja, jauh ikuti arus, dari yang deras ke tenang, satu satu umpanpun termakan, terpunguti sudah hasil pancingan, kali ini senyum dan manjanyalah umpannya, ahh dan hatipun tergoda saja. Menancap sudah mata pancing dihati.
Klepek…klepek”
Tak sadar DIri

, , , , , ,

  1. No comments yet.

You must be logged in to post a comment.