Posts Tagged BUDAYA
hujanpun menulis lagi 3
Penghujanpun teduhkan bejana hatinya yang pernah membara
Air membasahi jilbabnya yang tak berpayung
Namun tetap tegar takluluh meski tanah yang kau injak mulai becek
Hujanpun menulis lagi
Kata terangkai atas perilakumu
Yang pernah manja
Di titiknya hati
DAHULU
#arepturu
Mengukir pelan-pelan wajahmu untuk bekal sesuatu yang akan termimpikan sebentar lagi. #arepturu
CATATAN MALAM
malam mengantar luruh ke peraduan
menutup lembar cerita hari ini
aroma letih yang terteguk kemarinpun
masih terasa menggantung disebelah mata
metmalam
itulah ucap malam ini dan untuk malam malam berikutnya
“TERIMAKASIH” MALAYSIA
Membaca judul diatas pasti para pembaca kurang setuju…upssss jangan salah paham dulu dengan menilai saya sebagai pendukung negara tetangga tersebut tetapi judul diatas saya ambil dengan pertimbangan mengambil segi positif atas beberapa permasalahan negara kita dengan negara semenanjung itu dalam bidang seni budaya yang akhir-akhir ini sedang menjadi isu di masyarakat kita.
Kita ketahui bahwa kurun waktu terakhir ini beberapa budaya milik Indonesia telah “diklaim” oleh Malaysia yang paling “uptodate” adalah dimasukkanya tari pendet dalam iklan pariwisata Malaysia yang ditayangkan oleh salah satu televisi dunia. Dalam sekejap banyak masyarakat Indonesia yang merasa berang atas ulah Negara tetangga tersebut sampai-sampai Pemerintah Indonesia melalui MENBUDPAR mengirimkan nota protes terhadap Negara Malaysia.
Dalam pernyataannya di salah satu televisi swasta pembuat iklan pariwisata Malaysia yang didalamnya ada tarian pendet tersebut menyatakan bahwa tidak ada niat untuk mengklaim tari pendet sebagai milik Malaysia dia mengatakan bahwa tari tersebut dimasukkan kedalam iklan itu untuk menjelaskan asal-usul batik yang berasal dari Indonesia. Namun masyarakat Indonesia sudah terlanjur marah karena tayangan dokumenter tersebut jelas-jelas iklan yang mempromosikan pariwisata Malaysia.
Beberapa hari media kita baik cetak maupun elektronik menjadikan isu “klaim” Malaysia tersebut sebagai salah satu beritanya bahkan ada beberapa media cetak kita yang menjadikannya sebagai topik utama dan beberapa stasiun tv swasta mengadakan program khusus membahas permasalahan itu. Mendapatkan informasi yang begitu deras tersebut masyarakat kita banyak yang berang, kesal, marah atas “klaim” Malaysia terhadap seni budaya kita. Menyikapi hal tersebut seolah-olah bangsa ini benar-benar memiliki energi ke-Indonesiaannya yang bersatu padu serta menandakan bahwa bangsa ini masih memiliki nasionalisme. Setelah sekian lama rasa nasionalisme itu sendiri hampir terlupakan oleh sebagain masyarakat kita yang sibuk mencari urusan perut untuk bertahan hidup di negeri yang kaya raya ini.
Hikmah lain dibalik “klaim” Malaysia tersebut sekarang pemerintah semakin peduli terhadap seni budaya milik bangsa ini dengan mendaftarkan paten beberapa karya bangsa ini untuk diakui dunia sebagai milik asli bangsa Indonesia bukan bangsa lain. Tidak hanya pemerintah saja yang semakin peduli kalangan rakyat biasa yang sebelumnya apatis terhadap seni budaya dengan adanya “klaim” tersebut masyarakat awampun ikut peduli setidak-tidaknya rasa memiliki sudah tertanam lagi dihati mereka. Semoga energi positif ini akan terus ada sampai kapanpun untuk membentuk Negara ini yang mampu bersaing dengan bangsa lain dan menemukan kesejahteraanya yang benar-benar sejahtera bagi siapapun yang tercatat sebagai rakyat Indonesia.
“Trimakasih” Malaysia















Recent Comments