Posts Tagged SENI
matang,mapan,mantap, dan menarik
Perjumpaan sederhana malam itu, telah menelikungku (jiaah menelikung jare)
Dalam analisis sederhana akan sesuatu yang sempat ada di persepsi dangkalku.
Senyum sipu rajut tertemu
Lenggang berdua taksengaja
Bersebelahanpun seperti telah terencana
Aku,kamu
Tertawa sejenak dalam pikir masing masing
Jrettt
Pandang tertemu…byar..byarr..jedug..jedug..
Segera kualihkan pandang itu. Lunglai seketika tatkala tajam teduh tatapmu bertemu dalam pandang rapuhku..
Selanjutnya
kuhindari pertemuan pandang
Sambil kita berdua ngobrol mengunyah kacang dan segelas susu itu, takterpikir sudah rasanya, karena rasanya semua manisssssssss, karena makanan itu terkunyah kala kau disisiku..
Ahh malam larut sudah
Waktunya pulang, aku pulang kerumahku, kamu pulang kerumahmu.berjalan sendiri, tak ada gandengan tangan apalagi kecupan..
Selanjutnya
Rintik turun
Gelap
Dan
Sepi
Lagi
*hiks
tertahan dalam candanya
Tertahan dalam candanya
Ketika luruhnya senyum disungging itu
Tertahan dalam candanya
Riang redup teduh tertawa
Tertahan dalam candanya
Cubitan kecil yang taksengaja
Tertahan dalam candanya
Lesung pipi seringai padi
Tertahan dalam candanya
Menjadi candu kecilku
pu1s1 saiia eaaa 4
KeMb4li K3 Cekulaah
Pes0naMu M4sih SaJa Ada
KalA duLu ma5iH PutIh Abu Abu
KaU bErIkan SeBatang CokLat liMaraTusan,yaNg Kau BelI d4ri WaRun9 d Dk4t Pa5aR
Yahh limaratusan
Namun terasa MiLyARan
Dan sore Itu Eaa
DiRImuPun TeRsipu
TatKala SeNja MeNerPa W4J4h Mungilmu
Ahh Itu DahUlu EEEaaa
5eKaRang
BeRjalan SudaH cEriTa iTu
ENgKau Pergi
BerSama PeMun9uT BidadaRi
DaN akUpun HaNya BisA mEnuLis cErita Cer1ta 5aJa
*kabar terakhir kau sudah mempunyai putri yang cantik. Hmm selamat ya. Salam sari OM
Pu1s1 SaiiA Eaa 3
ReDup LunGlA1 B1s1K PemImPi
RiAn9 IlaL4ng Ur4i MahK0taNy4
Mer4hMuDanYa haR1
KAla bErbaLut SiPu SiPu k3Nin9mu
S3lalu S4ja Be9itu p3n3duH4n Y4n9 Kau T3b4r
DaN k391laaN InipUn s3mak1n Men99ila saja
TaTkAla Kau KaluN9kan s4mPUr rIndu y4n9 t3rb4ru
L4lu P3rl4han s4j4
KaRna Yan9 T3rb4ru iTu
BUKAN UNTUKKU
*hikgs hikks eaaaaaa saia meNan9is
(LeBay)
Pu1s1 sAia eaa 2
Di PeDusUnaN inI q Lin9kAr1 tIap jEn9kal YanG perNaH TerLuki5
Ak4nmU, dAri TeDuh WaJah bEserTa SeJuK H4tInY4
LaLu L3n990k gEmuLai tIngk4h s3rta m4nJa Le5uNg PiP1t ItU
*KeKaSiH DaHuLu
*5eK4R4n9 BuK4n
Eaaaaaa
Pu1s1 Saiia Eaaa
MeN4r1k Ju94 NiCh
Sai4 lg BeLajAr
MeNuli5 5ePeRti InI eaaa
HuJ4n H4ri Ini
7elah MemBaWa dIriKu dAlam Haru Sy4hdu Alay H4timu..
GemeR1cIK 7ete5an AiR Bila5ku di LebAy sUas4namu..
SeMo9a Esok Pul4
Be9ini Ad4nya
D4n ni sMwa buK4n Alay Leb4y Bel4ka
Eaaaaaa
hujanpun menulis lagi 3
Penghujanpun teduhkan bejana hatinya yang pernah membara
Air membasahi jilbabnya yang tak berpayung
Namun tetap tegar takluluh meski tanah yang kau injak mulai becek
Hujanpun menulis lagi
Kata terangkai atas perilakumu
Yang pernah manja
Di titiknya hati
DAHULU
hujanpun menulis lagi 2
Hujanpun menulis lagi,
lengkung pesonamu sejenak hangatkan dingin dari tetes2 air yg jatuh dari genteng sederhana ini.
Semoga esok pula
Masih hangat adanya
Melalui lirik gemulai
Tiap gerak yang beranjak
Disetiap manis manggut manggut itu
Pipit lesungmu
Lesung pipitmu
#arepturu
Mengukir pelan-pelan wajahmu untuk bekal sesuatu yang akan termimpikan sebentar lagi. #arepturu
HAIku GERIMIS 2
Mendaki peluh peluh merahmudamu,
rendamkan diri ini di telaga yg merindu
Sejuk lembut gemulai airnya.
Membilas sepi kemarin.















Recent Comments